Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Hari terakhir



David mengintip dari balik dinding rumah sakit dia sangat senang rencananya berhasil tanpa David sadari Rangga menyadari bahwa dirinya sedang mengintip Rangga langsung menarik David


"Jangan-jangan lu yang buat Tyas kayak gini??"


tanya Rangga


"iya,emangnya kenapa??"


jawab David sambil menantang Rangga


Rangga langsung menonjok wajahnya David membuat semuanya kaget melihat ternyata Rangga sebelas duabelas dengan farel mereka berusaha menenangkan Rangga tapi rangga sudah sangat emosi


"ada apa ini??"


tanya harra


"ini om,yang membuat mobilnya Angga kecelakaan adalah David.."


jawab Rangga


Harra ikutan emosi dan hampir saja terjadi perkelahian sayangnya dihadang oleh giffard


"sebaiknya kamu pergi,atau akan bernasib sama seperti angga.."


suruh giffard kepada David


David pergi menjalankan mobilnya menuju rumah sedangkan Danial juga masih sedih atas apa yang terjadi pada angga


"Dan,jangan sedih kita ke kantin yuk.."


ajak rayya kepada Danial


Danial tidak menjawab sama sekali rayya menggandeng tangan nya Danial menuju kantin rayya menyuapi Danial dan berusaha membuat nya tersenyum kembali tanpa mereka sadari Melly menatapi mereka


Melly sedih melihat Danial bersama rayya


"Biasanya kalo aku lagi sedih gini selalu ada tyas tapi sekarang tyas juga lagi berjuang.."


kata Melly sambil menangis


Melly kembali ke rumahnya dikamar dia menulis sebuah diary untuk Danial, Melly berniat akan pergi jauh tapi sebelum itu dia harus mengutarakan perasaannya dulu kepada Danial setelah selesai Melly tertidur sambil memeluk diary nya di dalam mimpi Melly melihat dia sedang bersama Danial meskipun hanya mimpi tapi begitu nyata untuk Melly


Di sisi lain David sedang menyusun rencana lagi untuk melukai farel dan David juga tidak puas jika Angga hanya koma David sudah kehilangan kesadaran sama seperti papa nya sekarang Alvaro sedang di buru oleh pihak berwajib karena sudah merugikan banyak perusahaan


"sekarang saatnya aku yang memiliki Natasha.."


kata David sambil tersenyum licik


David sudah ingin melepas alat pernapasan yang dipasangkan oleh dokter ke tubuhnya Angga tapi Rangga melihatnya dengan sigap Rangga langsung menarik David


"mau ngapain lu??belum puas melihat mereka koma hah??"


tanya Rangga dengan penuh amarah nya


"sial,kenapa aku harus bertemu dengan lelaki ini sih..."


gerutu David di dalam hatinya


David melarikan diri Rangga langsung mengejarnya Danial,Galang,farel yang baru saja datang juga kebingungan


"rang,kenapa??"


tanya Danial


"tadi dia mau mencabut alat pernapasan nya Angga..."


jawab Rangga dan langsung berlari mengejar David


Farel, Galang,Danial ikut mengejar David


"wah,bahaya ini bisa-bisa bonyok si David.."


kata putra


Rayya,Melly serta Thea juga ikut-ikutan mengejar David karena merasa kesal dengan ulahnya yang menyebalkan


Rangga terus mengejar-ngejar David menggunakan mobil nya diikuti oleh Danial and the gang nya David bagaikan sedang di kejar oleh para singa yang sedang mengamuk


kemampuan Rangga dalam mengemudi tidak bisa dibantahkan lagi dengan sekejap mobilnya bersebelahan dengan mobilnya David


"sial,lelaki ini benar-benar tidak bisa di anggap remeh.."


gerutu David kemudian kembali mengebut lagi