
Angga langsung mengejar Natasha dan menarik tangannya agar tidak menuju ke tempat farel sedang duduk sambil makan cemilan yang dia beli tadi
"Nat..kamu itu punya aku bukan punya farel jadi aku mohon jangan terlalu dekat dengan farel karena aku juga punya perasaan cemburu nat,sama seperti kamu cemburu dengan Luna.."
Ucap Angga kepada Natasha
"Aku tau,ngga..lagipula aku ke sini bukan mau menyusul farel melainkan berbicara berdua dengan diri mu tanpa di dengar oleh orang lain"
Kata Natasha dan langsung duduk di kursi panjang sampingnya angga
"Aku kira kamu kesal,Nat.. syukurlah jika tidak aku bisa makan lagi.."
Kata Angga
"Loh emangnya kamu udah gak makan berapa hari,ngga??"
Tanya Natasha kepada Angga
"2 hari gegara cewek yang selalu ingetin aku buat makan,mandi,dan beribadah lagi ngambek dan kebakar api cemburu padahal dia sudah tau bahwa aku hanya mencintai nya namun dia masih tidak percaya.."
Jawab Angga
"Aku ya??"
Tanya bingung Natasha
"Pikir saja sendiri, satu-satunya perempuan yang berani menghina aku dan memiliki sifat seperti lelaki tapi kelebihannya adalah berhasil membuat ku jatuh hati dengannya"
Jawab angga
natasha yang mendengar ucapan Angga langsung tersipu malu karena yang Angga maksud adalah dirinya
"Yaudah..aku pesanin makanan dulu ya,kamu tunggu sini"
Ucap Natasha dan langsung pergi menuju kantin
Tiba-tiba ada seorang perempuan yang cukup cantik mendekati Angga namun Angga bisa saja karena menurutnya secantik apapun perempuan itu masih cantikan natasha akan tetapi perempuan itu malah duduk disamping Angga dan mengajak kenalan
"Hallo..kenalin nama aku Calista,nama kamu siapa??"
Tanya gadis itu
"Angga.."
Jawab singkat Angga dan fokus pada ponselnya
Karena takut jika tiba-tiba Natasha datang dan salah paham Angga langsung mengechat Natasha bahwa ada cewek ganjen yang mendekatinya
"Nat..kamu dimana??"
Tanya Angga
"Aku masih ngantri nih,tapi disini ada Galang,Danial,farel,Tyas,Melly dan rayya kok..kenapa emangnya??"
Kata Natasha di dalam chat nya
"Ada perempuan daritadi deketin aku aja padahal udah aku jutekin tapi tetep disamping aku aja malahan ngajak kenalan.."
Kata Angga membuat Natasha menjadi naik darah bahkan mukanya memerah dan menunjukkan rasa marah nya membuat Danial kebingungan dengan sikap Adek nya itu
"Dek..kenapa??lu sakit??semenjak kenal sama Angga sikap lu berubah jadi gampang marah,emosi,nangis,galau,dll.."
Tanya Danial kepada adiknya
"Itu kak,Angga di deketin cewek ganjen.."
Jawab jujur Natasha dan langsung memonyongkan bibirnya namun matanya berkaca-kaca
"Yaelah tibang gitu doank pake kesal,Angga selingkuh??cari aja cowok yang lebih kaya dan ganteng dari Angga contohnya Galang dan farel mereka sama-sama memiliki perasaan yang mendalam ke lu.."
Ucap Danial namun ternyata ucapan Danial salah bagi Natasha karena ntah kenapa setiap kali melihat atau mendengar Angga didekati perempuan lain hatinya jadi tidak karuan
Karena kesal dengan Danial,Natasha langsung pergi menuju tempat tadi Angga dan dirinya duduk sedangkan Danial merasa bersalah karena ucapannya tadi dan akhirnya mengikuti natasha
Sesampainya disana Danial and the gang serta Natasha melihat gadis yang terus mepet dengan Angga namun Angga hanya memandang ponsel nya
Ucap Tyas yang melihat wajah Natasha sudah seperti kerasukan dan bisa saja mencekik perempuan itu
"Iya,bahaya.."
Ucap rayya
Namun Danial berusaha menenangkan adiknya dan mereka menuju kesana bersama-sama sedangkan Tyas sengaja mengganggu wanita yang berusaha mendekati Angga
"Ehh..lu tau gak??ada seorang cewek yang kena azab gegara berusaha merusak hubungan orang lain dan mendekati cowok yang jelas-jelas sudah mempunyai kekasih.."
Tanya Tyas kepada rayya dan sengaja mengeraskan suara nya agar si cewek ganjen itu mendengarnya
"Tau,pokoknya mukanya jadi jelek kan.."
Jawab rayya
Natasha langsung duduk di sampingnya Angga dan sengaja memegang tangannya Angga supaya cewek itu pergi dan menjauh dari mereka
"Ngga..kamu gimana kalo nanti kita jalan??"
Ajak Natasha
"Boleh,mau kemana??"
Tanya Angga
"Nonton bioskop aja kita belum pernah ke bioskop berdua kan.."
Jawab Natasha
"Ok..berdua doank kan??kakak mu yang kayak setan itu gak ikut kan??"
Tanya Angga lagi,Danial yang mendengarnya langsung melotot karena Angga menyebutnya seperti setan
"Woy..disini ada orangnya loh masih aja dihina-hina, mau gak gw restuin??"
Tanya Danial dengan nada kesalnya
"Jangan donk kak,masa iya lu tega sih sama calon adik ipar mu yang unyu dan tampan ini.."
Ucap Angga kepada Danial
"Najis..imut jijik gw dengernya"
Kata Danial
"Udah-udah kalian berdua kalo ketemu pasti gak pernah akur,inget ini disekolah bukan di rumah.."
Kata Galang dengan bijaknya
"Uwaw,sejak kapan sahabat gw yang satu ini menjadi bijak??biasanya selalu ngelawak.."
Kata Danial dengan keheranannya
"Sejak aku mengenal dirimu.."
Ucap Galang membuat Danial geli dengan ucapannya Galang
"Baru juga dipuji udah kumat dia.."
Ucap kesal Danial
"Diammmm...gw mau makan aja susah gegara lu pada berantem"
Ucap tinggi farel membuat semuanya kaget dan melotot
"Ok-ok..kita diam dulu,kita makan dulu baru bercanda lagi.."
Ucap bijak Danial
Mereka pun makan bersama sedangkan cewek ganjen itu sudah pergi namun dia masih memikirkan Angga