Best Friend Story (END)

Best Friend Story (END)
Penyemangat Galang



Setibanya di rumah farel dan Thea bersiap-siap untuk pergi ke rumah nya Angga mereka mengajak Ryan dan Melly


Ryan asyik di gendong oleh thea setengah jam kemudian mereka sampai di rumahnya Angga mereka turun dari mobil


"Permisi,maaf farel baru datang soalnya farel tidak tau soal kabar duka ini..."


Kata farel kepada harra dan giffard


"Tidak papa,kami lupa mengasih tau kamu..."


Ujar giffard sambil tersenyum


"Baik lah om,farel izin menemui Galang dulu ya..."


Kata farel dengan ramah kemudian menuju lantai atas rumah nya Angga


Farel melihat Galang sedang termurung farel bisa merasakan apa yang Galang rasakan karena sewaktu ibunda nya tiada farel juga begitu sedih farel menghampiri Angga dan Galang


"Lang,maaf ya kita baru datang semoga kedua orang tua kamu tenang di sana..."


Kata Melly kepada Galang


Tampak Ryan yang sedang ketawa-ketawa seorang bayi polos dan mungil Ryan turun dan merangkak menuju Galang sambil membawakan sebuah mainan dan mengasih nya kepada Galang


"Om,cenyum donk..."


Kata Ryan kepada Galang sambil mengasih mainan mobilan nya kepada Galang karena mengira Galang bersedih akibat tidak mempunyai mainan di tangan nya


Galang menerima mainan tersebut dengan senang hati sambil tersenyum


Ryan pun duduk di pangkuan nya Galang


Kehadiran Ryan membantu Galang untuk kembali tersenyum


"Ternyata Galang suka Ama anak kecil kirain aku enggak..."


Kata Thea kepada natasha


Farel juga senang melihat Galang tersenyum ternyata Ryan bukan cuma menghibur farel,thea dan Melly tapi juga Galang diam-diam natasha gemas dengan Ryan


"Farel beruntung banget menemukan anak seperti Ryan udah ganteng,imut,bikin gemes..."


Puji natasha


"Iya,aku yakin orang tua nya pasti menyesal telah membuang anak seperti Ryan..."


Ucap farel


Angga cemburu melihat Natasha sangat dekat dengan farel tiba-tiba mama Miu datang ke atas dia menyuruh Natasha dan Danial untuk pulang dahulu keluarga giffard pun pulang begitu juga dengan putra dan rayya tapi tidak dengan farel dia berniat akan menginap


Ajak Thea


"Gak deh,kakak disini dulu aja besok baru pulang jadi kamu bawa mobil ya..."


Ucap farel


"Baik lah..."


Kata Thea yang mengerti


Farel begitu senang melihat Galang kembali bahagia Angga masih berusaha untuk fokus pada masalah perusahaannya karena selama ini yang membawa keuntungan besar bagi perusahaannya di Indonesia adalah papa nya Galang tapi dia sudah tiada jadi Angga lah yang harus menggantikan nya Galang tidak mungkin takut membuat nya kembali bersedih


"Om,Angga kira om bakalan pergi setelah melihat Angga dan Galang mempunyai anak tau-tau nya om pergi secepat ini..."


Kata Angga di dalam hatinya


Angga juga begitu kehilangan Tante dan om nya selama ini Angga selalu bercanda bermain game bareng,dll bersama om nya karena ayah nya Angga terlalu sibuk jadi tidak mungkin dia bermain-main


"Seandainya ayah sifat nya kayak om aku pasti akan sangat bahagia"


Kata Angga di dalam hatinya


Galang kembali seperti semula karena dia tidak mau membuat orang-orang yang dia sayangi ikut bersedih terutama kedua mendiang orang tuanya pasti akan sangat bersedih jika Galang berlarut dalam kesedihan Galang bermain bersama Ryan menurut Galang anak dari sahabat nya itu sangat berbakat dan pantes untuk di acung kan jempol


"Maacih ya,udah mau temenin om..."


Kata Galang kepada Ryan meskipun Ryan belum bisa ngomong dengan jelas tapi dirinya sudah banyak bertingkah


"Papa,Iyan lapel..."


Kata Ryan kepada farel


"Laper ya?? nanti papa belikan bubur..."


Kata farel sambil tersenyum


Belum sempat farel bangun Angga sudah membawakan bubur buatan Natasha tapi natasha mengantarnya melalui supir pribadi keluarganya


"Nih dari natasha,buat Iyan kata nya..."


Kata Angga kepada farel


"Baik banget natasha,nanti ku bilang terima kasih kepada dia..."


Kata farel kepada Angga


Farel langsung menyuapi Ryan dengan bubur yang di buatkan oleh natasha ketiga cogan tersebut malah asyik bermain dengan Ryan sampai-sampai mereka lupa waktu