
Romi mulai gelisah di dalam ruangannya, sedari tadi dia belum melihat Rara, Dia sudah menyuruh orang untuk memeriksa nya di kantin dan seluruh ruangan di kantornya, namun rara tidak terlihat
Romi mencoba menghubungi rara, namun terdengar bunyi di dalam tas di mejanya, dia meninggalkan handphone nya
Romi akhirnya memeriksa cctv di setiap sudut di kantornya, terlihat rara keluar dari kantor dan menuju ke suatu tempat
Akhirnya romi memutuskan untuk mencarinya, dia sangat khawatir, dia takut terjadi apa apa sama Rara
" Atau aku telpon ayah saja, yah, untuk memperjelas tentang perjodohan ini, gumam rara yang masih terlena dalam khayalannya
Rara berniat mengambil ponselnya dari dalam kantong, namun dia tidak menemukannya, dia melihat jam Tangannya, dia baru sadar dia sudah melewati batas jam istirahat
rara langsung berdiri dan berlari sekencang kencangnya, tiba tiba dia tersandung sebuah akar pohon, dan terjatuh
Awwwwwww Ucap rara
" sini ku bantu, ucap seseorang sambil menyodorkan tangannya"
" iyya terima kasih, ucap rara
Kemudian rara memegang tangan laki laki itu, kemudian berdiri
" eh pak romi, maaf pak saya terlambat, sambil menunduk rara mengutarakan permohonan maafnya
" kamu tahu nggk, saya khawatir, kamu keluar nggk izin, nggk bawa Ponsel, sekarang semua orang di kantor sudah panik mencari kamu, ujar romi
" apa, omaigat malunya, bagaimana ini, atau aku pura pura tidak enak badan kali yah, biar langsung ke rumah, gumam rara dalam hati
" tapi pak, saya agak kurang enak badan, makanya saya mencari udara segar, dan lihat sekarang tangan sama kaki saya terluka, apa boleh saya izin pulang pak,
Romi tak mengubris pernyataan rara, Dia langsung menggendong rara ke tempat duduk yang tak jauh dari tempat mereka,
dug dug dug, suara jantung keduanya beradu, terlihat pipi mereka sama sama kemerahan
Kemudian tidak ada lagi balasan dari romi, setelah rara duduk, romi mulai sibuk dengan ponselnya, entah apa dan yang dia lakukan
Tak berapa lama, sebuah mobil pun datang, Romi menggendong rara naik ke mobil, walaupun rara bisa jalan yah, karena lukanya hanya sedikit, tapi dia juga suka di gendong, hemat tenaga pikirnya
" eh kok tas aku ada di sini sih, eh ini juga kucing aku ada di sini, adduh makasih pak romi, ujar rara, kemudian memeluk romi dari Samping.
" sama sama, kemudian romi membalas pelukan rara,
Sampai di rumah, rara langsung turun sendiri dari mobil, dia tidak ingin di gendong lagi, soalnya di sini semua orang sudah mengenalnya, dia tidak ingin malu di lihat mereka
" kamu nggk papa jalan,?? tanya romi panik
" ngkk pak, ini sudah meningan, di kasih obat merah juga sudah meningan kok pak,
Rara langsung menuju ke kamarnya, dan membersihkan lukanya, saat keluar dari kamar mandi, alih alih pak romi sudah duduk i sofa menunggunya, dengan kotak P3K di tangannya
Pak romi langsung menyuruh rara duduk di sampingnya, kemudian mulai membersihkan lukanya pake alkohol, dan tak lupa membalutnya
" adduh gimana aku nggk meleleh pak romi, perhatian bapak aja kek gini, adduh apa mukaku merah? tanya Rara dalm hatinya
" kamu istirahat saja, saya akan kembali ke kantor, kalo ada apa apa, segera hubungi saya,
Setelah itu , Romi keluar dari kamar Rara
Hay Readers, Salam manis dari Saya, Saya harap kalian suka sama ceritanya, dan saya juga lebih bersemangat jika kalian meninggalkan jejak di novel ini, kalian bisa like dan komen, Vote poin juga boleh😁😊, tapi aku nggk maksa yah
Yang mau follow author, silahkan yah, pasti saya akan follback, janji😊
Salam dari saya