Behind The Boss

Behind The Boss
Bab 2



Tok tok tok


Ketukan pintu itu membangun Rara yang masih terlelap dalam mimpinya, Rara bangun dan membuka pintu, terlihat di depan pintunya ada pelayan yang sedang membawa nampan berisi makanan dan buah buahan


" permisi non Rara, apa saya mengganggu? tanya sang pelayan"


" nggk kok mbak, silahkan masuk, ujar rara sambil mempersilahkan pelayan itu masuk"


" makanannya di habisin yah non, hehehhe ujar pelayan itu dengan sedikit tertawa"


" iya, makasih yah mba" ujar Rara


Pelayan paruh baya itu kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya,


Di kamar rara mulai memasukkan makanannya ke dalam mulutnya, memang sedari tadi dia sudah lapar, tapi dia malu mau minta tolong sama siapa


Selesai makan, Rara beranjak ingin mengembalikan nampan yang ada di mejanya itu, dia keluar dari kamar dan tidak menemukan siapa siapa


dia berjalan menyusuri jalan di depannya itu, dan akhirnya menemukan seorang laki laki yang baru saja keluar dari ruangan yang ada di depannya


" eh permisi tuan, apa tuan tau letak dapur di rumah ini, sedari tadi saya tidak menemukannya tuan? tanya rara


" oh kamu pasti gadis desa itu yah, sini aku antar, kenalin aku dimas sekertaris Romi


" aku rara, eh makasih sebelumnya"


" santai aja


mereka berdua berjalan beriringan menuju ke dapur, setelah meletakkan nampan di tangannya, Rara berniat kembali ke kamarnya namun di tahan oleh dimas


" emangnya kamu nggk mau jalan jalan di sekitar taman belakang, kamu tau nggk tamannya indah sekali loh" tawar Dimas


" oh yaudah aku ngikut aja, ujar Rara"


" eh Rara kata pak Romi , kamu harus siapkan berkas berkas kamu untuk lamaran besok di perusahaan" ujar dimas buka suara


" iyya mas, nanti malam saya siapkan, terima kasih sudah di ingatkan" ujar Rara dengan senyum manisnya


Mereka berdua duduk di kursi depan kolam renang, kolam renang di sini memang di kelilingi oleh taman yang indah, membuat mata sejuk memandangnya


" mas dimas, apa saya boleh bertanya? tanya Rara kepada dimas yang sedari tadi memandang rara" Rara sudah risih dengan pandangan dimas, namun dia menahannya dan menetralkan perasaannya


" iyya boleh, kamu boleh nanya sesuka hatimu, ujar dimas sedikit gombal


" pak riko kan pemilik rumah ini, terus pak romi itu siapa?


" oh dia anaknya pak riko, sekaligus bos kita di perusahaan, dia CEO di perusahaan tempat kamu kerja nanti"


" oh gitu, yaudah mas, say masuk dulu, ini udah mau magrib saya juga belum siapin berkas saya , ujar rara kemudian meninggalkan dimas di taman sendirian"


" iyya, eh tunggu dulu, aku minta nomor ponsel kamu boleh nggk"


Setelah memberikan nomor ponselnya, Rara berjalan menuju ke kamarnya


" kamu sedang apa rom? ujar laki laki yang muncul di balik pintu kamar romi, yang tak lain adalah ayah romi sendiri"


" nggk pa, aku hanya melihat lihat saja, ujar romi terbata bata, soalnya sedari tadi dia memperhatikan dimas dan rara yang sedang duduk di taman"


"Setelah makan nanti, kamu ke kamar papa yah, ada hal penting yang harus kamu ketahui , ujar pak riko"


" baik pa"


Setelah memastikan papa nya keluar, Romi kembali melihat taman dan mencari cari keberadaan dua orang tadi, namun dia hanya melihat dimas yang masih asik dengan ponselnya