Behind The Boss

Behind The Boss
Bab 9



Di tengah perjalanan, rara melihat seekor kucing yang tergeletak di jalan,


" romi, berhenti sebentar, ujar rara, sembari menepuk pundak romi


" kenapa ra, jawab romi, kemudian menepikan motornya


Rara langsung turun dari motor dan mengambil kucing itu, kemudian dia pindahkan ke pinggir jalan, rara takut jika nanti kucing itu di tabrak mobil ataupun motor


" romi, kita apakan kucingnya yah, aku kasian liat dia, dia lucu tau, sini coba liat, ujar rara


Romi turun dari motor, dan menghampiri rara, yang masih jongkok melihat kucing itu


" kamu mau kucingnya, tanya romi


'' mau banget, emang boleh balas rara


" boleh, kamu bawa ke rumah, tapi kamu harus mengurusnya


Rara kegirangan mendengar ucapan romi, sampai dia tidak sadar, memeluk romi sambil mengucapkan terima kasih berkali kali,


" ya ampun ra, aku nggk kuat kamu giniin, aku nggk tau harus buat apa, sekarang kamu memelukku , ini real kan, apa aku tidak mimpi, ujar romi dalam hati


Rara mulai sadar dengan tingkahnya, dia pun berhenti kegirangan, namun tangannya masih memeluk erat romi, perlahan lahan dia pun melepaskan pelukannya


" maaf, hanya itu yang terucap dari mulut rara,


kemudian dia mengambil kardus yang tak jauh dari tempatnya, kemudian memasukkan kucing itu


" ayok berangkat ujar rara


Dalam perjalanan, keduanya tampak sangat asing, entah karena pelukan rara barusan, atau karena memang perasaan dari mereka masing masing


" pagi ra, ujar dimas, sambil merangkul bahu Rara"


" pagi, ucap rara lirih, kemudian menurunkan tangan dimas dari bahunya


" pulang kerja nanti, kita jalan yuk, ajak Dimas


" nanti di liat yah dim, aku nggk bisa janji balas rara


Kemudian rara meninggalkan dimas , sedangkan romi yang berada tak jauh di belakang mereka, terlihat sangat marah, dia tidak menyangka dimas akan menyentuh calon istrinya itu, namun dia berusaha menahan emosinya


Romi memasuki ruangannya tanpa melirik rara sedikit pun, sejujurnya dia ingin sekali melihat rara, namun dia masih terlalu marah dengan kejadian di lobby barusan


" pagi pak, ujar rara, kemudian membungkuk kan badannya , namun dia tidak mendapat balasan dari romi, bahkan senyum pun tidak ada


" pak romi kenapa yah, oh jangan jangan karena aku memeluknya tadi di jalan, aaaaa aku kenapa sih sampai se nekat itu, dia kan bos aku huhuhu


Romi memperhatikan gerak gerik rara dari arah laptopnya, dia memang sengaja memasang cctv khusus untuk rara.


Jam istirahat tiba, rara tidak nafsu makan sama sekali, dia hanya ingin menghirup udara segar, makanya dia memutuskan untuk pergi ke taman


dia duduk di sebuah kursi panjang di depan sebuah air mancur, udaranya sejuk membuat dia terbuai , dia memikirkan kembali kata pak riko kemarin, bahwa dia akan di nikahkan dengan romi


'' Bagaimana ini, apa ayah sengaja mengirimku kesini untuk di nikahkan dengan romi ? sebuah pertanyaan itu mulai menghantui pikiran rara


dia juga ingin mengetahui alasan mereka akan di nikahkan,


" kalau Hanya karena ayah menyelamatkan nyawa pak riko, bukankah dengan mengijinkan aku tinggal dirumahnya dan memberiku pekerjaan sudah cukup, dan yang ku tahu selama ini, sembako dan amplop yang berisi uang yang di antar ke rumah kami di kampung itu, adalah pemberian pak riko, apa itu kurang???


Rara masih terbuai dengan lamunannya, sampai tidak sadar bahwa jam istirahat sudah habis dari tadi