Behind The Boss

Behind The Boss
Bab 4



Setelah makan malam, rara kembali ke kamarnya berniat untuk istirahat, sedangkan romi pergi ke kamar ayahnya


" romi, kamu tahu kan, Rara akan kamu jadikan istri, sesuai perjanjian papa dengan ayahnya dulu? ungkap pak riko buka suara


" iyya pa, aku nurut aja, ini juga untuk balas budi kan, aku sudah ngerti kok pa, balas Romi


" yaudah besok Rara kamu jadiin asisten pribadi, biar kalian bisa saling mengenal satu sama lain, ungkap papa romi lagi"


" iyya pa, terserah papa aja,


" kamu boleh keluar,


Setelah berbincang dengan papanya, Romi mengingat dirinya yang belum pernah pacaran akan segera menikah


" apa nanti aku canggung yah, bagaimana kalo aku gerogi, astaga ada apa denganku, kenapa aku seperti ini, ujar romi dalam hati


Setelah itu, romi kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya Rara sudah siap berangkat ke kantor dengan map kuning di tangannya, tak lupa dia sarapan bersama pak riko dan romi


" Rara, kamu berangkat sama romi aja yah, kalian kan satu kantor, ujar pak riko


" iya pak, saya terserah bapak aja, balas Rara


Selesai makan Rara langsung keluar rumah dan menunggu romi di depan, dia tidak ingin menyusahkan orang lain dengan menunggunya


mobil romi berhenti di depan rara, kemudian rara membuka pintu belakang mobil romi dan duduk di belakang romi


" kenapa duduk di belakang, saya kan bukan supir kamu, ujar romi


" eh maaf pak, tapi kan tidak sopan kalau saya duduk di samping bapak, bapak kan bos saya, jawab Rara


Setelah itu Rara pindah ke samping romi, sepanjang perjalanan rara terus memandang bangunan bangunan megah di pinggir jalan, yang jarang dia jumpai di kampungnya


" pak apa bapak punya pacar, ujar rara mencairkan keheningan"


" adduh kenapa rara nanya gitu, aku harus jawab apa, kenapa aku gerogi gumam romi dalam hatinya


Setelah beberapa menit


" saya nggk punya pacar, saya juga nggk ingin punya pacar, kenapa kamu nanya gitu" balas romi


" jadi gini lo pak, saya kan sering nonton drama gitu, jadi saya takut nanti di labrak sama pacar bapak, gara gara nebeng di mobil bapak, duduk di samping bapak lagi" celoteh rara tanpa henti,


" cerewet juga ini anak, cantik lagi, adduh kenapa dengan aku, apa ini, nggk nggk , nggk mungkin aku suka secepat ini sama dia, gumam romi dalam hatinya


" kamu nggk usah khawatir saya nggk ada siapa siapa, setiap hati juga kita ke kantor akan semobil, itukan perintah papa, balas romi


Setelah itu tidak ada lagi balasan dari rara, wajah rara terlihat sangat merah, dia merasakan sesuatu, dia ingin muntah, dia mabok naik mobil,


" kamu kenapa, kamu sakit, mukamu merah loh, ujar romi khawatir, sambil menepikan mobilnya


Rara langsung keluar dari mobil dan memuntahkan semua isi perutnya, Romi yang melihat itu, langsung menyusulnya dan memijat leher belakang rara


" kenapa kamu nggk bilang kalo kamu mau mabok hahahahha, ujar romi tertawa


" maaf pak, saya nggk biasa naik mobil, makanya muntah deh, adduh gimana ini kepala saya pusing pak, pening jawab Rara


" yaudah ayok naik, sebentar aku beliin minyak angin


Setelah itu romi melanjutkan perjalanannya, sekarang dia melajukan mobilnya dengan pelan, dia takut rara muntah lagi