Behind The Boss

Behind The Boss
Bab 5



Sampai di kantor romi menyuruh rara menunggu di ruang interview, memang sudah dari kemarin romi mendaftarkan rara sebagai pegawai di kantornya


" kamu tunggu di sini, sebentar lagi nama kamu di panggil, aku akan ke ruang kerja aku , ujar romi sambil menepuk pelan kepala Rara


" baik pak, makasih yah sebelumnya


Setelah romi pergi, rara memainkan ponselnya sambil menunggu namanya di panggil, tiba tiba ada panggilan masuk dari dimas


" halo ra, kamu dimana, apa sudah di kantor,?? tanya seseorang di seberang telepon


" iyya mas, saya sudah di kantor, ini lagi nunggu untuk interview, jawab rara


" oh yaudah sampai ketemu di kantor yah, bay


tut tut tut


telpon pun berakhir


"Maaf dengan saudari Aira Farhana Nasution??? tanya seorang pegawai wanita di depan rara


" iyya saya mbak, balas rara


" sekarang giliran anda, silahkan masuk


setelah itu Rara masuk ke ruang interview, kemudian duduk di depan orang yang sudah di tugaskan untuk menginterview dirinya


" ok kita mulai yah, dengan saudari Aira Farhana Nasution, lulusan manajemen di universitas xx , bla bla bla bla bla


" baik , anda kami terima Bekerja di kantor kami, selamat, ujar laki laki tersebut sambil menjabat tangan rara


" mkaasih pak, saya di tempatkan di bagian mana pak? tanya rara kemudian


" anda sebagai sekertaris pribadi CEO di Perusahaan ini, balas laki laki tersebut


" oh iyya pak makasih,


Setelah itu Rara di antar ke ruang CEO perusahaan tersebut


tok tok tok, pegawai tersebut mengetok pintu rungan pak CEO


Rara pun masuk mengikuti pegawai tersebut, kemudian di persilahkan duduk di kursi depan pak CEO


" gimana ni, kenapa aku jadi sekertaris pribadi sih, aku kan malu, sama pak romi lagi, gumam rara dalam hati"


" anda boleh keluar sekarang, ujar pak romi kepada pegawai tersebut


Setelah orang itu keluar, suasana hati rara berubah, jantungnya berdegup kencang tak karuan, sehingga nafasnya tak teratur,


" kenapa selalu begini sih kalo dekat pak romi, apa karena tadi aku muntah yah atau kenapa, gumam rara dalam hati"


Suasana hening, tidak ada satu orang pun yang ingin mencairkan suasana, tiba tiba ponsel rara berdering tanda ada panggilan masuk


" misi pak, saya jawab telpon dulu, ujar rara


" halo, kenapa mas dimas???


" kamu di mana, aku udah di kantor, aku samperin kamu yah?


" nggk usah mas, saya di ruangannya pak romi, nanti aja setelah istirahat


tut tut tut, rara mematikan panggilannya


" dari siapa, tanya romi dingin kaya es


" dari mas Dimas pak, balas rara


Terlihat muka romi berubah jadi merah, entah apa yang dia rasakan, seperti dia tidak rela rara kenal dengan orang lain, apalagi laki laki


" sekarang itu meja kamu, ( sambil menunjuk meja yang dekat dengan pintu ruangannya), sebentar lagi papa datang, menjelaskan semua tugas tugas kamu, tutur romi


" baik pak boss, ujar rara, kemudian berjalan menuju meja kerjanya


" adduh senengnya begini, punya meja kerja sendiri, di ruang CEO lagi, aku harus kabarin ayah nih, tapi tidak sekarang, inikan jam kerja gumam rara cengingisan


Romi yang melihat tingkah rara yang menggemaskan itu, jadi tersenyum senyum sendiri, ada perasaan lega dalam dirinya, akhirnya rara bisa dalam pengawasannya