Behind The Boss

Behind The Boss
Bab 8



Tak cukup setengah jam, dokter itu pun datang, dan langsung memeriksa Rara


" jadi bagaimana keadaan menantu saya dok? tanya pak riko


" yaelah papa, belum nikah kali pa, sudah sebut menantu aja, gumam romi dalam hati, tapi ada rasa bahagia setelah mendengar itu


" asam lambung menantu bapak memang tinggi, makanya dia sampai muntah begitu, nanti saya kasih vitamin biar segera pulih, bapak nggk usah khawatir, jawab dokter tersebut


" makasih dok,


Setelah dokter itu pergi, Rara juga sudah sadar, dia bingung melihat dua laki laki di depannya ini, seperti sedang bertengkar


Rara menutup matanya kembali, dan mencoba mendengar percakapan mereka


" mulai besok, kamu ke kantor naik mobil, nanti papa siapkan mobilnya, papa nggk mau calon menantu papa pingsan lagi, kamu mengerti, celoteh papa romi


" iyya pa, aku nurut aja" jawab romi


" apa calon menantu, siapa, apa aku, atau siapa, oh my God, mimpi apa aku semalem, mudah mudahan itu benar aku, hihihi, gumam Rara, yang sementara masih pura pura pingsan


" adduh duh, ujar Rara


" kamu udah bangun ra, syukurlah,


Setelah itu Rara, di biarkan istirahat di kamarnya


Malam itu, romi duduk di balkon rumahnya, sambil menikmati keindahan seribu kunang-kunang di belakang rumahnya, dia terlihat sangat menikmati pemandangan itu


Rara juga terlihat berjalan ke arah balkon, untuk mencari udara segar, dan dia tengah melihat romi yang duduk di sebuah kursi panjang di balkon tersebut


Rara pun mendekati Romi dan duduk di sebelahnya


" boleh saya duduk pak, tanya rara?


" eh iyya silahkan" balas romi


" maaf, ucap romi lirih


" maaf, maaf untuk apa pak? jawab rara


" tadi saya bawa mobilnya cepet, saya kebaww emosi aja, kamu pergi tanpa memberitahu saya, balas romi


" iyya pak, saya yang harusnya minta maaf,


setelah itu mereka berdua tidak ada lagi yang bersuara, sampai rara pamit untuk tidur terlebih dahulu


" saya duluan pak saya sudah ngantuk, pamit rara


" eh satu lagi, panggil saya pak jika di kantor saja, kamu mengerti


" baik pak, eh romi


romi memandang rara yang meninggalkannya sampai rara tidak terlihat lagi, kemudian dia ikut masuk ke kamarnya


Pagi ini rara dan romi berangkat ke kantor menggunakan motor, sesuai perintah pak riko


" rom, kenapa naik motor,? tanya Rara pura pura tidak tau


" ini perintah papa, biar kamu nggk mabok lagi, balas romi


Setelah itu , mereka berangkat ke kantor, di pertengahan jalan, tangan rara memegang pelan pinggang romi, Rara juga merasa ngeri dan takut jika naik motor dengan kecepatan seperti itu, namun dia tidak ingin memberitahu romi, cukup ini saja aku merepotkan romi gumam dia


" dug dug dug, degup jantung romi, dia tidak menyangka rara akan memeluk pinggangnya, walaupun hanya terasa sedikit saja, namun hal itu membuat hati romi panas, "


" dug dug dug, begitupun dengan jantung rara, ada sesuatu yang dia rasakan dalam tubuhnya, entah itu nyaman atau apa, dia hanya merasa baikan saat memeluk pelan pinggang romi


Begitulah yang mereka rasakan sepanjang perjalanan, rara juga tidak sadar pelukannya semakin kencang kepada romi, dia hanya terbawa suasana dengan apa yang dia rasakan