
Setelah kepergian Erlangga, rekan-rekan kerja Nala tidak berani untuk berbicara dengannya karena saat ini, hanya Nala lah yang menjadi prioritas utama Erlangga.
Terlebih lagi Bagas. Dia banyak mengurung diri di dalam kamar karena membayangkan nasibnya nanti. Sudah pasti Erlangga tidak akan pernah mengampuni dirinya. Dia telah melakukan tindakan yang menyalahi aturan perusahaan itu.
Nala yang sudah berada di kamar masih menangis tersedu-sedu. Dia belum bisa mempercayai bahwa dia akan terjebak bersama orang kaya lagi. Padahal, dia sudah berjanji dalam hati bahwa dia tidak akan mengencani orang kaya. Pantas saja Erlangga tidak pernah mau diajak menikah, rupanya dia takut jika identitas aslinya ketahuan.
Nala mengusap air matanya, lalu melihat ponselnya yang berada di sampingnya. Dia juga penasaran dengan ucapan Erlangga tentang kisah cinta sepupunya yang bernama Davin Pramudya dan Cahaya Mentari.
Dia pun segera mencari artikel tentang mereka.
[Davin Pramudya adalah seorang pengusaha yang merupakan anak pertama dari David Pramudya dan Devina Armadja.
Namun, ada yang menarik dari hidupnya karena dia menikahi seorang wanita yang berasal dari kalangan biasa. Cahaya Mentari adalah nama wanita yang telah memenangkan hati Davin.
Bahkan Davin sendiri pernah mengaku bahwa pernikahannya dengan Cahaya awalnya hanya karena mereka saling membutuhkan. Akan tetapi, benih cinta timbul diantara keduanya hingga saat ini mereka telah memiliki keturunan.
Banyak sekali yang beranggapan bahwa wanita yang bernama Cahaya adalah wanita paling beruntung di dunia karena berhasil membuat seorang Davin jatuh cinta padanya. Namun, ada juga orang yang mengatakan bahwa Davin lah yang beruntung karena memiliki istri seperti Cahaya yang dikenal baik dan ramah.]
"Tapi ini hanya artikel. Aku tidak akan semudah itu mempercayainya. Mereka orang kaya, memanipulasi artikel seperti ini adalah hal yang sangat mudah."
Lagi-lagi pikiran jelek pun hadir di diri Nala. Dia masih belum mempercayai bahwa keluarga Erlangga adalah keluarga yang tidak pernah memandang kasta.
[Sean Armadja, generasi ketiga dari keluarga Armadja yang sangat terkenal. Dikenal sebagai CEO yang sangat galak dan pemarah. Namun semua berubah ketika seorang wanita berhasil merebut hatinya.
Dia adalah Viana Larasati, seorang wanita yang merupakan anak dari tukang urut, berhasil menjadi istri Sean karena memiliki keistimewaan tersendiri. Selain cantik dan pintar, ternyata Viana sangat jago beladiri dan mewariskan keahliannya pada anak dan juga cucunya.
Hal yang cukup menarik karena dulunya, mereka pernah bersama-sama melawan penjahat di jalan. Menurut netizen, mereka adalah pasangan yang sangat keren. Bahkan mereka mendapatkan julukan sebagai strong couple.
Dan ini adalah bukti bahwa keluarga Armadja tidak pernah memandang kasta. Beruntung lah orang-orang yang berhasil menjadi orang istimewa bagi mereka.]
Hati Nala kembali bercampur aduk setelah melihat artikel itu. Apakah keluarga sempurna seperti itu benar-benar ada di dunia?
Dan karena masih penasaran, Nala pun mencari berita tentang Erlangga. Nyatanya, dia mendapatkan kejutan baru ketika melihat artikel yang memuat berita tentang Erlangga yang berkali-kali tersorot kamera saat membantu orang-orang yang sedang tertimpa bencana.
Dia memiliki jiwa sosial yang tinggi dan tidak segan-segan datang ke lokasi bencana untuk melihat langsung keadaan mereka.
Karena perusahaan keluarganya memang selalu aktif memberikan bantuan ketika ada bencana alam. Namun, sepertinya Erlangga benar-benar ingin bantuan itu sampai ke tangan yang membutuhkan tanpa ada yang berkurang.
"Bahkan mencari kekuranganmu saja aku tidak bisa. Ah, sudahlah, lebih baik aku tidur." Nala pun langsung merebahkan dirinya ke atas ranjang dan mencoba untuk tidur.
Meski dia terus gelisah karena memikirkan Erlangga, namun pada akhirnya dia bisa tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan hidupnya yang terancam sengsara seperti Bagas.