
Pagi ini, hari Minggu, jadi Rara terlihat masih bersantai di balik selimutnya, sambil memainkan ponselnya,
tok tok tok bunyi pintu terdengar, rara bangun dan membuka pintunya, terlihat di sana pak riko sedang berdiri, membuat mata rara langsung terbuka lebar, tak biasanya pak Riko mendatangi kamarnya
" Rara, hari ini kita ke kampung kamu yah, ada hal penting kita berangkat setengah jam lagi, kamu harus siap siap" ujar Pak riko dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak
Setelah menjawab iyya, pak riko langsung pergi, dia tidak ingin rara bertanya lagi untuk apa mereka ke kampung
Setelah mandi, rara memoles tipis wajahnya sehingga terlihat sangat cantik, dan menggunakan dress selutut warna pink, membuat penampilannya makin memesona
Dia tertawa sendiri melihat penampilannya di cermin," tidak buruk juga " ujarnya,
" pokoknya aku harus kelihatan cantik, biar ayah bahagia melihat ku, hihihi nggk sabarnya ketemu ayah
tok tok tok, pintu kamarnya berbunyi lagi, namun kali ini, yang datang adalah romi,
" kamu sudah siap, tanya romi"
" iya
Setelah itu romi memegang tangan Rara, dan menariknya pelan, sehingga mereka sangat berdekatan
" kamu cantik"
" deg deg deg, wajah rara langsung berubah merah, makasih jawabnya
Setelah itu mereka ke luar rumah, dan di sana pak riko sudah menunggu di mobil,
" oke pak jalan, ujar pak riko di samping pak supir
Sedangkan romi dan rara, duduk berdua di kursi tengah, Wajah pak riko sedari tadi tidak bisa di definisikan,
tak ada raut, itu kata yang cocok untuk mendefinisikan wajahnya sekarang
sedangkan romi juga terlihat sangat kaku, tidak ada ekspresi di wajahnya, membuat rara semakin bingung
" kamu bisa tidur di sini jika mengantuk, ujar romi, dengan menyodorkan bahunya untuk Rara"
" makasih"
Tak menunggu waktu lama, rara langsung tertidur di bahu romi, Kemudian Romi menarik tangan rara dan menggenggamnya, tak berapa lama romi pun ikut tertidur di samping rara, dengan tangan yang masih menggenggam dan kepala yang sama sama bersandar
" mudah mudahan kalian bisa bersama selamanya, gumam pak riko, saat melihat pemandangan manis di belakangnya itu
" rom, rara, bangun kita sudah sampai, ujar pak riko membangunkan keduanya
" rara bangun dan mengucek matanya, setelah di bantu, dia turun dari mobil, matanya kaget melihat banyak orang di rumahnya
semua mata pun tertuju padanya, rara bermaksud mencari ayahnya, dia pun memandang sekeliling orang, matanya jatuh pada bendera putih di sebuah tiang
perasaannya mulai kacau, dia tidak tau apa yang terjadi, tiba tiba romi memeluknya, dia mulai sadar, air matanya pun jatuh tak tertahankan
rara langsung berlari ke dalam rumah, dan mendapati ayahnya yang sudah terbaring di bungkus sebuah kain, dan yang terlihat hanyalah wajahnya, itupun dengan kaoas di hidungnya
Ayaaaaaaaahhhhh, teriak rara, membuat semua orang di sana merasakan sakit yang dia rasakan
" ayaaah, bangun, bangun yah, kenapa ayah tinggalin rara sendiri, ayah, ayah jahat, ayahhhhhhhh
romi Langsung memeluk rara dan menenangkannya
" kamu boleh menangis tapi kamu ingat, kamu masih punya saya sama papa, kamu kan nggk sendiri
Tiba tiba rara tak sadarkan diri, Romi langsung menggendongnya dan membawanya masuk ke sebuah kamar, yang tak lain adalah kamar rara sendiri
Hay Readers, Salam manis dari Saya, Saya harap kalian suka sama ceritanya, dan saya juga lebih bersemangat jika kalian meninggalkan jejak di novel ini, kalian bisa like dan komen, Vote poin juga boleh😁😊, tapi aku nggk maksa yah
Yang mau follow author, silahkan yah, pasti saya akan follback, janji😊
Salam dari saya