
Setelah membaringkan rara, Romi langsung mencari aromaterapi, dan mengoleskan di bagian kepala rara,
" ra bangun raaa, aku nggk bisa liat kamu begini, aku juga sakit ra ujar romi
Tak menunggu waktu lama, rara tersadar, dan melihat romi di sampingnya, dia pun terbangun dan memeluk erat tubuh romi
"makasih pak, "
Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut rara, setelah itu, rara dan romi keluar dari kamar,
rara memilih duduk di samping ayahnya yang kini terbaring,
dia terus mengutuk dirinya kenapa dia meninggalkan ayahnya dulu,
" nak rara, jenazah akan di mandikan, jadi kami izin yah, ujar seorang laki laki kepada rara
Setelah dimandikan dan di kafani, Jenazah ayah rara di bawa ke mesjid kemudian di shalati
Setelah itu, mereka mulai menuju ke pemakaman di kampung rara, sepanjang perjalanan rara hanya terus menangis, hatinya sakit, di tinggalkan oleh orang yang paling di sayangi itu
Romi terus menggenggam tangan rara, dan menenangkannya,
Pemakaman selesai, rara masih tidak ingin beranjak dari tempatnya, dia masih ingin bersama ayahnya
" rara, kamu yang sabar yah, kan masih ada papa, yakan pa, ujar romi
" iyya ra, kamu tidak boleh bersedih sangat seperti ini, kamu tahu kan ini sudah jalan dari allah, kita tidak bisa mengubahnya, balas pak riko
Setelah itu, rara sudah mulai berdiri dan meninggalkan kuburan ayahnya, Kemudian di ikuti oleh romi dan pak riko di belakangnya
hiks hiks hiksss, ayaaaaahhh, rara menangis tersedu sedu di perjalanan pulang, dia pun terduduk dan semakin mengeraskan suaranya
" ra, kamu yang sabar, kamu jangan begini dong, aku nggk kuat liat kamu menangis, terlihat mata romi sudah mulai memerah,
" aaaaaaaah teriak rara, dalam pelukan romi, kemudian tak sadarkan diri lagi
"addu kepala ku pusing, ujar rara, saat membuka mata, alih alih dia sudah berada di rumah ayahnya
Dia mulai memandang sekeliling dan mendapati romi yang sedang tertidur akibat menunggunya
" ini makanan untuk kalian, kalian makan yah, karena sebentar lagi kita akan pulang
Setelah menerima makanan itu, romi langsung menyuap rara , kemudian menyuap dirinya sendiri
terlihat rara masih meneteskan air matanya, namun dia tidak mengeluarkan suaranya
Setelah makan romi dan rara keluar dari kamar, dan mendapati pak riko yang sedang duduk di sebuah sofa
" pak Riko apa boleh saya menginap di sini sampai besok, saya tidak ingin pulang terlalu cepat, saya masih ingin di sini pinta rara
" apa kamu bisa tinggal sendiri,? tanya pak riko
" saya akan menemaninya, jawab romi
" baiklah, besok lusa supir akan datang menjemput kalian berdua
Setelah itu pak riko dan supirnya pulang ke kota, tak berapa lama, mereka berdua sudah mulai canggung, karena kini tinggal mereka berdua di rumah itu
" ayo masuk, ujar rara mencairkan suasana,
Setelah membereskan kamar ayahnya, rara memanggil romi untuk beristirahat di sana,
" nggk papa kan pak, bapak tidur di sini, tapi maaf kasurnya nggk empuk kayak punya bapak' ujar rara
Tiba tiba romi langsung menarik dan memeluk rara,
" ehh pak"
" biarkan seperti ini dulu, ujar romi
Hay Readers, Salam manis dari Saya, Saya harap kalian suka sama ceritanya, dan saya juga lebih bersemangat jika kalian meninggalkan jejak di novel ini, kalian bisa like dan komen, Vote poin juga boleh😁😊, tapi aku nggk maksa yah
Yang mau follow author, silahkan yah, pasti saya akan follback, janji😊
Salam dari saya