Behind The Boss

Behind The Boss
Bertemu keluarga



Mata Hery membola sempurna setelah mendengar ucapan dari Erlangga yang sangat mengejutkan itu. Setelah diperhatikan lebih seksama, ternyata gestur tubuh pria waktu itu sama dengan Erlangga. Yang membedakan hanyalah gaya rambut dan juga wajahnya.


"Tapi, itu tidak menutup kenyataan bahwa wanita ini adalah wanita yang kurang baik. Dulunya dia menyiram wajah kakakku dengan menggunakan air minum. Jangan sampai dia juga melakukannya pada kakakmu." Seakan tak terima, Hery lantas memprovokasi Erlangga dengan cara lain.


"Aku sangat mengenal calon istriku. Dia tidak akan mungkin melakukan hal itu jika tidak memiliki alasan."


"Jangan sampai kau menyesal. Karena jujur, aku menyesal karena pernah mengenalnya."


"Aku rasa dialah yang menyesal karena pernah mengenalmu. Sudahlah, kami ada acara pertemuan penting." Erlangga langsung menarik tangan Nala dan pergi dari hadapan Hery.


"Nala, ingat! Pasti keluargnya akan menghinamu. Lihat saja nanti!" seru Hery hingga menyita perhatian beberapa orang. Namun, Erlangga dan Nala seakan tak peduli dan terus berjalan meninggalkannya.


Sepeninggal Nala, Hery terlihat sangat kesal dan mengepalkan tangannya erat.


"Sayang, kita jadi beli tas mewah untukku, kan?" tanya sang selingkuhan padanya.


"Tas apanya? Sudahlah, aku sudah tidak mood lagi berbelanja. Aku mau pergi ke club malam!"


Hery langsung meninggalkan selingkuhannya di mall sendirian dan pergi menuju ke klub malam untuk melampiaskan amarahnya malam ini. Tidak mungkin dia melampiaskan kemarahannya pada Erlangga. Mengingat bahwa dibanding Erlangga, dia tidak ada apa-apanya.


Erlangga dan Nala sudah sampai di rumah milik orang tua Erlangga, yakni Reyza dan Alea.


"Ayo, masuk." Ajakan Erlangga langsung memecah keheningan di antara mereka. Nala langsung tersadar dari lamunannya dan ikut melangkah ke dalam rumah.


Di dalam, dia disambut hangat oleh keluarga Erlangga. Namun, dia merasa insecure saat melihat calon mertua dan kakak iparnya mengenakan hijab. Alezah, kakak pertama Erlangga mengenakan hijab trendy dengan setelah one set berwarna sage. Sedangkan Safira, istri dari kakak kedua Erlangga, yaitu Rayden mengenakan hijab syar'i. Hampir sama dengan gaya hijab Alea sang calon mertua.


'Astaga, kenapa aku merasa tidak pantas berada di sini? Selain harta, busanaku juga berbeda jauh dengan mereka,' batin Nala sambil menunduk malu.


"Ayo, Sayang, masuk, kita makan malam bersama," ajak Alea pada Nala yang langsung mengangguk dan mengikuti mereka ke meja makan.


Di meja makan itu, selain Nala dan Erlangga. Ada Reyza dan Alea, calon mertua. Lalu ada Alezah dan Kaysan, serta Rayden dan Safira. Mereka sangat terlihat seperti pasangan yang harmonis.


Nala bisa melihat betapa teduhnya keluarga ini. Saling melempar senyuman dan berbicara santun.


Mereka hanya bertanya mengenai kesiapan Nala untuk menikah dengan Erlangga. Mereka sangat bahagia karena Erlangga akhirnya menemukan seorang wanita yang dicintainya.


Bahkan mereka juga sudah menyiapkan rumah untuk mereka tinggal nantinya. Fasilitas yang akan dipakai Nala. Hingga menanyakan masakan kesukaan Nala agar mencarikan koki terbaik di rumah mereka nanti.


Nala merasa sangat tersanjung dengan keluarga ini. Tak pernah mereka bertanya mengapa dia tidak memakai hijab, bagaimana asal usul Nala, ataupun melakukan penghinaan yang pernah dialami Nala sebelumnya di keluarga Hery.