Behind The Boss

Behind The Boss
Bab 7



Tok tok tok, misi pak ujar Rara masuk ke ruangan


" dari mana saja kamu, kenapa lama sekali, tanya romi dengan wajah tidak suka


" maaf pak, saya dari kantin, kedepannya saya tidak akan terlambat lagi pak


setelah itu tidak ada lagi percakapan antara mereka, Romi juga menyesali perkataan dia barusan kepada rara, dia hanya terbawa emosi melihat kedekatan Rara dengan Dimas


" ini jadwal rapat saya kedepan, kamu harus ingatkan saya, minggu depan juga ada pertemuan di kota xx, kamu siapkan dirimu, kamu harus ikut dengan saya, ujar romi kemudian kembali ke tempatnya"


" pak romi bikin tidak enak aja, apa salahnya coba , panggil saya, nggk usah nyamperin gitu, kan jadi tidak enak saya, gumam rara


Setelah mengerjakan tugas yang di berikan pak Romi, Rara berencana untuk pulang, karena memang sudah waktunya pulang,


" kamu mau pulang ra? tanya pak riko yang alih alih sudah muncul di depan Rara"


" iyya pak, ada yang bisa saya bantu pak? tanya Rara kemudian


" saya hanya mau bilang, tugas kamu kan selalu berada di samping Romi, jadi kalau ke kantin kamu harus ikut dengannya, itu aja, papa pulang yah, ujar pak Riko, setelah itu dia tidak terlihat lagi


" masa iyya ke kantin aku ikut , kan meja kita beda, ahhhhh aku pulang deh, ujar Rara


Rara pun berjalan keluar dari ruangan pak romi, dia tidak izin kepada bosnya, toh juga ini memang waktunya pulang, pikir Rara


Rara duduk di sebuah kursi depan pos satpam, dia duduk sembari menunggu ojek online yang di pesannya barusan, tiba tiba klakson mobil mengagetkannya


Di mobil terlihat wajah Romi mulai merah, dia tidak menyangka Rara akan pulang tanpa izin darinya, hanya karena di tinggal sebentar karena ada urusan, dia mulai berani pulang sendiri, untung aja dimas belum antar dia pulang tutur romi dalam mobilnya


Romi membuka jendela mobilnya dan menyuruh Rara segera masuk


Setelah masuk, Romi langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang, dia tidak peduli Rara Takut atau tidak, dia kecewa sama Rara


Tiba tiba , rara ingin muntah, huakkk, ucap rara, namun dia masih bisa menahannya, sehingga tidak keluar


Romi langsung menepikan mobilnya, agar Rara bisa memuntahkan semua isi perutnya itu


" kamu nggk papa, maaf aku lupa kamu mabok, tanya Romi"


" nggk kok pak, tiba tiba tubuh rara lunglai dan jatuh pingsan, dia memang sering pingsan kalo mabok berat


" Rara bangun, bangun heiii, kok malah pingsan sih, adduh gimana ini,


Romi langsung menggendong rara naik mobil, saat memasangkan sabuk pengaman, Romi merasakan sesuatu dalam tubuhnya, ada perasaan yang mengalir dengan derasnya, tapi dia tidak mengerti itu perasaan apa,


sampai di rumah, Romi langsung menggendong tubuh mungil Rara ke dalam rumah,


" cepat panggil dokter keluarga, pintah romi kepada pelayan yang membukakan pintu untuknya


" baik tuan" balas pelayan itu segera


Romi meletakkan Rara di sofa ruang tamu, dan tak lama papa nya datang,


" ada apa rom, kamu apakan Rara, kenapa dia pingsan begini" tanya pak riko


" dia mabuk aja pa, mabok naik mobil, aku juga nggk tau akan separah ini" balas romi


Setelah itu mereka berdua menunggu dokter datang