
Setelah menyiapkan berkas yang akan dia kumpulkan besok, Rara berniat ke dapur untuk membantu pekerjaan pelayan di sana
" halo mbak, ada yang bisa saya kerjakan, tanya rara kepada pelayan yang sedang memasak di dapur"
" eh non rara, kenapa non rara di dapur, nanti pak riko sama pak romi tau loh, non rara di kamar aja, nanti bibi panggil kalo makanannya sudah siap ujar pelayan tersebut"
Rara pun meninggalkan dapur dengan wajah sedikit cemberut, dia merasa bosan di rumah semegah dan seluas ini tanpa melakukan pekerjaan apa apa, dia terbiasa kerja di rumahnya di kampung
Rara memutuskan untuk melihat taman yang sudah di kunjungi nya tadi sore bersama dimas, dia menyeburkan ke dua kakinya ke dalam kolam, dan duduk di pinggiran kolam, sambil memainkan ponselnya
Romi yang melihat ada bayangan di taman Langsung memutuskan untuk memperjelas bayangan itu, kebetulan lampu di taman sedikit buram, semakin dekat dia dengan taman , dan dia kaget ternyata itu adalah Rara
" kamu ngapain di sini malam malam? tanya romi?
Rara yang fokus pada ponselnya, akhirnya kaget dengan suara romi dan menjatuhkan ponselnya ke dalam air, di ikuti oleh badannya yang jatuh ke air karena kaget dengan laki laki di belakangnya
Romi langsung menyeburkan badannya dan menolong rara yang terlihat seperti tidak bisa berenang, kemudian dia mengangkatnya ke pinggiran kolam
" hei bangun, hei hei bangun, ujar romi panik , soalnya rara sepertinya pingsan"
" adduh bagaimana ini, ra Rara bangun, apa aku kasih nafas buatan aja yah, nggk aku nggk pernah cium orang masa aku mau cium dia,
" bagaimana ini, bagaimana kalo dia meninggal ujar romi
Akhirnya Romi pun memberikan nafas buatan kepada rara,
ukhuk ukhukk
" akhirnya kamu sadar juga, sini aku bantu bangun, kamu nggk papa kan, maaf yah tadi aku ngagetin kamu" ujar romi sambil membantu rara duduk di kursi
" ponselnya besok aku ganti kamu jangan sedih yah, oh iyya kenalin aku romi , aku sudah tau kamu rara kan?
" iyya saya rara, oh pak romi yah, maaf saya nggk sopan sama bos sendiri, saya masuk dulu pak
Rara langsung berlari ke kamar , dia juga sudah kedinginan karena tercebur barusan,
sedangkan romi masih dalam posisi yang sama, dia tidak tau apa yang dia rasakan saat mencium rara barusan,
Romi memang tidak pernah pacaran selama ini, dia hanya fokus belajar dan belajar,
akhirnya dia kembali ke kamarnya dia juga sudah kedinginan
" tok tok tok, non rara, waktunya makan malam, udah di tunggu sama pak riko" ujar salah seorang pelayan di seberang pintu kamar Rara"
" iyya mba, saya segera nyusul, teriak rara dari dalam ruang ganti baju"
Setelah mengganti pakaian dengan pakaian santai, Rara menuju ke ruang makan, terlihat di sana sudah ada pak riko dan romi yang menunggu
" ibunya mas romi mana yah, kok nggk ada di sana, gumam rara dalam hatinya"
" Rara kamu duduk di samping Romi, ujar pak riko"
" baik pak" balas Rara
Jantung rara berdegup kencang setelah duduk di samping romi, dia tidak tau kenapa, seperti ada sesuatu yang mengalir kencang dalam aliran darahnya, namun dia bisa menetralkan perasaannya sehingga terlihat baik baik saja