
Velvet masuk ke kamarnya dan Damon sudah menunggunya di ranjang mereka. Velvet kemudian naik ke ranjang dan duduk menghadap Damon.
Damon yang sedang melihat ponselnya mengalihkan pandangannya ke arah Velvet yang melihatnya.
"Ada apa? Pasti ada yang kau inginkan," ucap Damon.
Velvet mengangguk.
"Bantu aku," kata Velvet.
"Masalah Phoenix dan Lara?" tanya Damon.
Velvet mengagguk kembali.
"Phoenix sudah meengirim pesan padaku. Aku yang akan mengatasi masalah Davina," jawab Damon.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Velvet penasaran.
"Permusuhan di antara mereka tak akan berhenti dan akan terus ada. Lara dan Davina sama-sama saling membenci dan mustahil untuk berbaikan kembali," ucap Damon.
"Lalu ..." ujar Velvet.
"Aku akan memindah perusahaannya ke Eropa. Davina pasti mau menerima hal ini meskipun ibunya mungkin akan menolak mentah-mentah. Sebenarnya ibunya yang bermasalah di sini. Dia terlalu mencampuri hidup Davina dan memberikan efek negatif pada Davina. Aku tak membela Davina, tetapi mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda," kata Damon menjelaskan.
"Lalu apakah masih ada campur tangan Phoenix pada perusahaan Davina di Eropa nanti?" tanya Velvet.
"Tidak ada. Davina akan bekerja sama dengan rekan bisnisku di sana. Tak akan ada hubungan kerja sama lagi dengan perusahaan keluarga kita," jawab Damon.
"Kami hanya ingin menjauhkan Davina dan Lara agar mereka tak pernah bertemu lagi. Itu akan lebih baik untuk Lara, begitu juga Davina," jawab Damon.
"Apakah itu akan berhasil?" tanya Velvet.
"Ya, aku akan mengawasi gerak Davina agar tak bisa menemui Lara dan sebaliknya," jawab Damon.
"Kirim Lara dan Phoenix ke Rusia. Uncle Alex punya pulau pribadi, bukan? Biarkan mereka sementara tinggal di sana," ucap Velvet dengan idenya.
"Itu ide yang bagus. Aku akan bilang pada uncle Alex besok," jawab Damon.
"Kau harus menelepon uncle Alex sekarang juga. Jangan menunggu besok," kata Velvet memaksa.
"Baby, ini sudah malam," jawab Damon.
"Tapi di Rusia sudah pagi, bukan?" sahut Velvet menarik tangan Damon.
"Kau masih memikirkan hal itu untuk sesuatu yang genting?" Velvet memukul bahu Damon.
"Ini bukan sesuatu yang genting. Phoenix bisa membawa Lara ke manapun yang mereka inginkan tanpa bantuanku, Baby," jawab Damon.
"Uuurrgghh ... Kau menyebalkan," ucap Velvet dan membuka bajunya.
"Kau mau tidur?" tanya Damon.
"Tidak, aku akan memberikanmu imbalan di muka," jawab Velvet.
Damon tertawa dan merebahkan tubuh Velvet di bawah tubuhnya.
"Berikan layanan terbaikmu, Nyonya Robert," kata Damon dengan senyum nakalnya yang khas.
"Bersiaplah, Tuan Menyebalkan," jawab Velvet dan mengubah posisinya di atas tubuh Damon.
Damon tersenyum puas dan mulai menciumi bibir Velvet.
(eiiitt skipp ya🤣...ini novel Lara bukan novel Velvet.. silahkan bertravelling sendiri ya maakk🤣🤣)
*
*
*
Pagi menjelang. Phoenix merasa tak enak badan dan perutnya mual. Dia langsung beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.
Phoenix mengeluarkan semua isi perutnya dan mengumpat karena hal itu. Dia berpikir mungkin dirinya masuk angin karena semalam hanya makan sedikit saja.
Setelah beberapa menit, Phoenix keluar dari kamar mandi. Belum sampai beberapa langkah, dia kembali mual dan berbalik kembali ke kamar mandi untuk muntah.
"Oh my ... Ada apa denganku? Sepertinya aku kelelahan dan bekerja terlalu keras," ucap Phoenix.
Phoenix keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit pucat. Lara yang baru bangun melihat hal itu. Phoenix berjalan lunglai dan lemas kemudian kembali berbaring.
"Hei Baby, kau sudah bangun?" tanya Phoenix pelan.
"Are you okey? Kau sangat pucat," ucap Lara menangkup wajah Phoenix.
"Aku sedikit tak enak badan," jawab Phoenix.