BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#83



Lara berjalan menuju taman belakang tetapi di lorong tengah langkahnya di hentikan oleh Davina.


"Kau suka berada di dalam keluarga ini? Selamat Lara, akhirnya kau memiliki keluarga yang akan mengakuimu," ucap Davina tersenyum.


"Apa bibirmu tak lelah tersenyum palsu, Davina?" tanya Lara.


"Terserah kau menganggapku apa, Lara. Aku benar-benar ingin berdamai denganmu," jawab Davina.


"Aku tak akan pernah mau berdamai denganmu, Davina. Never ever forever. Ingatlah hal itu. Aku lebih suka melihatmu hancur daripada berdamai denganmu. Kau wanita yang palsu. Apa kau tak lelah bermain sandiwara terus menerus?" tanya Lara sinis.


"Kau tak akan bisa menghancurkanku, Lara. Tak akan bisa karena Phoenix tak akan membantumu untuk menghancurkanku. Phoenix terlalu baik untuk kau manfaatkan. Entah apa yang kau lakukan padanga hingga dia bertekuk lutut di depanmu. Ah ya, aku tahu. Kau pasti memakai cara murahan dengan menawarkan tubuhmu padanya, bukan?"


"Aku masih memiliki martabat, Lara. Tak sepertimu yang begitu murah pada laki-laki."


Lara hanya tersenyum mendengarnya lalu menghampiri Davina lebih dekat.


"Kau salah, Davina. Kau tahu mengapa Phoenix sama sekali tak pernah melihatmu selama 3 tahun kau mendekatinya?"


Davina menatap Lara dengan serius.


"Itu karena dia telah mencintaiku sejak 8 tahun yang lalu," kata Lara.


"Hentikan ocehan dongengmu itu, Lara." Davina tampak meremehkan ucapan Lara.


"Aku dan Phoenix sudah bertemu sejak 8 tahun yang lalu. Kau tahu? Phoenix lah yang membantuku ketika kau berusaha menggagalkan ujian beasiswaku. Dia yang membantuku, Davina. Dia telah menjadi milikku sebelum kau bertemu dengannya."


Davina menatap tajam ke arah Lara dengan geram.


"Kauuu ..." geram Davina.


"Kau ingin bermain drama denganku di sini? Aku akan meladenimu. Dan kupastikan kau akan merasakan sakit yang amat sangat di sini." Lara menunjuk dada Davina dengan jari telunjuknya hingga langkah Davina terdorong ke belakang.


"Kau tak akan pernah menang melawanku, Davina. Kau selalu berada di bawahku. Uncle Harlow pun mengakuiku sebagai anak angkatnya yang sangat membanggakan. Kau tak ada apa-apanya jika kau bukan anak orang kaya. Aku jauh lebih hebat darimu. Aku bisa merengkuh semuanya tanpa kekayaan orang tuaku. Aku hanya sendirian dan aku mengalahkanmu yang memiliki segalanya," kata Lara dengan kata-kata yang merendahkan Davina sampai titik terbawah.


"Pergilah dari sini. Di sini bukan tempatmu. Ah ya, aku lupa bahwa kau hanya wanita yang tak tahu malu," kata Lara dan pergi meninggalkan Davina.


Davina sangat marah dan geram mendengar kata-kata Lara yang sangat menyakitkan hatinya.


Dia kemudian kembali ke kamarnya dengan perasaan yang sangat jengkel.


Dunianya seakan dijungkir balikkan oleh Lara. Perhatian keluarga Robert padanya hilang seketika begitu Lara masuk ke dalam keluarga ini.


Davina ingin berteriak sekencang-kencangnya karena kemarahannya ini.


"Aku membencimu, Lara. Aku sangat membencimu sejak dulu sampai sekarang. Aku berharap kau mati secepatnya," geram Davina memegang kepalanya dan menangis karena sakit hatinya yang sangat terasa di dadanya.


Lalu terdengar suara ketukan di pintu kamarnya yang membuat Davina segera menghapus air matanya.


Davina segera menuju ke arah pintu dan membukanya.


"Aunty? Ada apa?" tanya Davina tersenyum.


"Aunty ingin bicara denganmu," jawab Galy.