
"Apa?? Phoenix memutuskan kerjasama denganmu secara sepihak? Dan semua itu karena anak haram itu??" marah Berly ketika Davina bercerita tentang kejutan yang diberi Phoenix tadi siang.
"Bagaimana bisa, Davina? Seharusnya kau mendengarkan kata mommy kemarin. Kita cukup membayar orang untuk melenyapkannya," lanjut Berly.
"Mommy pikir mudah melakukan hal itu? Uncle Rey dan tuan Silas mengawasi gerak gerikku, Mom.
"Lara benar-benar tak tersentuh dan kupikir dia tak melakukan apapun lagi. Tetapi ternyata dia memiliki rencana busuk yang lain," ucap Davina frustasi.
"Lalu kau hanya diam saja?" tanya Berly kesal.
"Apa yang bisa kulakukan? Bahkan Lara bisa menjerat Phoenix dengan begitu mudahnya. Mengapa aku selalu menjadi yang kedua, Mom? Mengapa dia mengambil semua dariku?" kata Davina menangis.
"Aku akan selalu berada di bawahnya, Mom. Phoenix akan menikahinya. Itu yang aku dengar dari asistenku. Phoenix sudah mengabarkan hal ini pada seluruh keluarga besarnya," Davina sesenggukan.
"Dasar wanita licik. Jika dia licik, kau harus lebih licik darinya, Davina," ucap Berly.
"Apa yang harus kulakukan, Mom?" tanya Davina pasrah.
"Datangi dia. Lalu mainkan dramamu dan jebak dia seolah-olah kau yang tersakiti. Keluarga Robert mengenalmu lebih lama jadi mereka akan lebih mempercayaimu," ucap Berly dengan rencana liciknya.
"Apa menurut mommy ini akan berhasil? Lara tak seperti dulu, Mom. Dia sangat licik dan kejam. Bagaimana jika dia menyerangku?"
"Itu justru bagus. Kau harus memancing emosinya agar dia menyerangmu," sahut Berly.
"Tapi bagaimana jika Phoenix tak mempercayaiku?"
"Image Lara sudah sangat buruk di mata keluarga Robert, jadi kau tak perlu khawatir dengan hal itu," jawab Berly.
"Hmm ... Aku akan menemuinya dan aku akan menyiapkan mentalku terlebih dulu," sahut Davina.
*
*
*
"Ya, nanti malam aku akan ke sana bersama daddy. Lara hamil dan sekarang dia kabur entah ke mana. Phoenix kebingungan mencarinya," ucap Damon melepas jasnya dan mengganti kemejanya dengan kaos putih.
"What???? Apa yang dilakukan Phoenix sampai membuat Lara kabur? Wait, jadi selama ini mereka berhubungan?" tanya Velvet speechless.
"Mereka tinggal berdekatan dan sering bertemu, Baby. Tentu saja membuat mereka saling tertarik. Dan Lara marah karena Phoenix serta tuan Silas membuat proyek mereka bekerjasama dengan perusahaan Davina," jawab Damon.
"Oh my ... Tentu saja itu suatu kesalahan. Davina nyata-nyata adalah musuh Lara. Dan mereka dengan mudahnya bekerjasama dengan Davina? Tidak masuk akal. Jika aku menjadi Lara, aku akan kabur sejauh mungkin meninggalkanmu dan tak akan mau bertemu denganmu lagi," ucap Velvet emosi.
"Wait ... Baby ... Mengapa kau mengarahkan hal itu pada kita? Aku tak akan melakukan hal itu padamu. Ingat itu," Damon merengkuh pinggang Velvet dan mencium bibirnya.
"Kalau begitu jewer telinga Phoenix karena sudah membuat adik kecilku kabur. Dan sekarang dia sedang hamil, Honey. Bayangkan bagaimana jika terjadi sesuatu pada Lara?" ucap Velvet.
"Apa maksud kalian? Siapa yang hamil? Aku mendengar nama Phoenix dan Lara disebut tadi," kata Galy yang tiba-tiba ada di pintu kamar Damon yang tak tertutup.
"Mom ..."
"Mommy tak tahu hal ini?" tanya Velvet heran.
"Apa yang mommy tak tahu?" tanya Galy.
"Lara hamil, Mom. Dan Phoenix membuatnya kabur dan kini dia menghilang entah ke mana," jawab Velvet dengan jelas.
Damon hanya bisa memegang kepalanya yang tak pusing. Karena sesuai pesan ayahnya, sebenarnya mereka tak mau memberitahu Galy dulu sebelum Lara ditemukan.
"APAAA???" teriak Galy dengan wajah terkejutnya.
"Oh my God ... Apa yang sudah Phoenix lakukan??? Dan kini Lara berkeliaran di luar, dalam keadaan hamil? Oh my ... Mommy tak bisa membayangkan hal ini," Galy memegang kepalanya dan Velvet memegang tangan Galy.
"Tenanglah, Mom. Daddy dan Phoenix sedang mencarinya," ucap Velvet.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Galy lirih.
Mereka semua masih terdiam memikirkan apa yang seharusnya dilakukan oleh mereka.