
Setelah rambut Lara kering, Lara bergantian mngeringkan rambut Phoenix yang juga masih basah.
"Kau tak berniat memotong rambutmu?" tanya Lara.
"Entahlah ... Menurutmu?" tanya Phoenix.
"Kau tetap tampan dengan berbagai macam model rambut apapun," kata Lara.
Phoenix tertawa.
"Baru kali ini kau memujiku," sahut Phoenix.
"Aku memang tak terlalu suka memuji. Seharusnya kau merekamnya karena biasanya aku tak akan mengatakannya lagi," ucap Lara.
Lalu Phoenix membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Lara.
Dia mengambil hair dryer itu dan mencabut kabelnya.
"Kiss me," ucap Phoenix.
Lalu Lara mengecup sekilas bibir Phoenix.
"That's not a kiss," kata Phoenix dan memajukan tubuhnya tetapi Lara menahan dadanya dengan kedua tangannya.
"Aku lapar ... Apakah kau bisa memesan makanan untukku" ucap Lara.
"Oh my ... Kau ingin makan di malam pengantin kita?" tanya Phoenix.
"Aku memberi makan 2 tubuh. Jadi aku memang sering kelaparan di waktu malam," sahut Lara.
Lalu Phoenix beranjak dari ranjang dan mengambil ponselnya.
"Wait ... Aku akan menyuruh Gonza dan Iris saja untuk membeli makanannya," kata Lara.
Lara mengambil ponselnya yang ada di meja nakas di sebelah ranjangnya.
"Halo ... Iris ... Katakan pada Gonza untuk mengantarmu mencari makan untukku, lalu antarkan ke apartemenku," kata Lara.
"Baik, Nona," jawab Iris.
"Thank you, Iris," ucap Lara kemudian menutup ponselnya.
"Kau memesan apa?" tanya Phoenix membuka bathrobenya dan memakai kaos putih serta celana pendek.
Lara tak langsung menjawab karena masih fokus dengan tubuh Phoenix yang sangat sexy menurutnya.
"Honey ..." panggil Phoenix.
"Ah ya ... Ada apa?"
"Tidak, aku hanya memikirkan makananku saja," dalih Lara.
"Makanan apa yang kau pesan?" tanya Phoenix merengkuh pinggang Lara.
"Apapun, aku akan memakan apapun yang ada di depanku," jawab Lara.
"Kau pemakan segala rupanya," kata Phoenix.
"Hmm, bayiku tidak rewel dan membuatku memakan apapun yang disediakan," jawab Lara.
Phoenix tertawa dan mencium kening Lara.
"Gantilah bajumu," kata Phoenix.
"Aku sudah memakai pakaian dalamku," sahut Lara.
"Kau akan tidur mengenakan bathrobe saja?"
"Aku tak pernah memakai pakaian jika tidur. Aku hanya memakai pakaian dalam saja," jawab Lara.
Phoenix memicingkan matanya.
"Ini ilmu dari kak Velvet ketika kami ada di pusat pembinaan dulu," lanjut Lara.
"Jadi kau tak memakai apapun jika tidur?" tanya Phoenix lagi.
"Ya, apakah itu suatu hal yang aneh? Tidak bukan? Aliran darahku akan lancar jika tidur seperti itu," ucap Lara.
"Dan Velvet yang mengatakan hal itu juga?"
Lara mengangguk. " Dan itu memang terbukti," ucap Lara.
"Gonza adalah bodyguardmu yang paling dekat denganmu. Apa dia pernah melihatmu tidur?" tanya Phoenix.
"What??? Apa kau gila??" Lara memukul bahu depan Phoenix.
"Kau harus mengunci pintu kamarmu setiap kau tidur, Baby. Bagaimana jika ada pria yang masuk dan melihatmu?" tanya Phoenix.
"Oooh ... Kurasa ini pembicaraan yang tak penting," Lara melepaskan rengkuhan tangan Phoenix di pinggangnya.
"Kurasa aku akan membuatmu hamil setiap tahun jika kau berpenampilan seperti itu di ranjang," kata Phoenix.
"Kau boleh menghamiliku sepuasmu karena aku memang ingin memiliki banyak anak," jawab Lara kemudian keluar dari kamar.
Phoenix tertawa mendengar ucapan Lara yang terkesan savage itu.
Phoenix berjalan di belakang Lara dan merangkul bahunya dari belakang. Mereka kemudian duduk di sofa bersama sembari menunggu makanan pesanan Lara tiba.