BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#40



Lara tiba di mansion keluarga Robert dan dipandu oleh pelayan keluarga Robert. Lara yang cantik dengan rambut mengembangnya yang terurai membuat yang melihatnya tampak terpaku memandanginya.


Pesta ini ternyata bukan pesta kecil, melainkan pesta lumayan besar dan ramai karena teman dan kerabat Phoenix juga banyak yang datang.


"LARA!!!" panggil Velvet yang membuat Lara menoleh ke arah Velvet.


Lara tersenyum memperlihatkan senyum cantiknya.


"Lihatlah, pilihanku tidak salah bukan? Baju ini membuatmu terlihat semakin cantik. Oh ya, banyak laki-laki tampan dan kaya di pesta ini. Pilihlah satu," kata Velvet tertawa pelan.


Lara hanya menanggapinya dengan tersenyum. Kemudian Velvet menggandeng tangan Lara ke tempat duduk yang sudah di sediakan di dekat area taman dan kolam renang.


Phoenix yang melihat kedatangan Lara, tampak lumayan terpukau dengan pemandangan yang menurutnya indah itu.


"Siapa dia? Bisakah kau mengenalkannya padaku, Phoenix?" tanya Shawn -- salah satu teman Phoenix.


"Tidak, jangan mendekatinya," ucap Phoenix.


"Kau sudah memiliki Davina, berikan kesempatan pada temanmu ini untuk mengenal gadis itu," kata Shawn yang ditanggapi tawa oleh teman-temannya yang lain.


"Davina dan aku hanya teman dekat, hanya sahabat. Tak lebih," jawab Phoenix.


"Come on ... Dia menyukaimu, Phoenix," ucap Alan -- teman Phoenix yang lain.


"Lalu? Aku harus memacarinya jika dia menyukaiku? Jika seperti itu maka aku akan memacari banyak gadis," jawab Phoenix.


"Kau cukup dekat dengan Davina karena hanya dia yang bisa menaklukkan sikap dinginmu. Berilah kesempatan padanya. Dia cantik, baik, pintar dan seorang CEO. Tak ada cela darinya," ucap Shawn.


"Kalau begitu kau saja yang memacarinya," kata Phoenix yang matanya masih mengarah pada Lara yang ada di sebelah kolam renang bersama Velvet -- kakak iparnya.


"Kalau begitu bantu aku, Phoe," ucap Shawn.


"Tidak, berusahalah sendiri. Aku tak suka ikut campur urusan percintaan seseorang," jawab Phoenix.


"Kau memang menyebalkan," ucap Shawn dan teman-temannya hanya tertawa seakan mengolok dirinya.


*


*


"Oke, aku akan mengantarmu," jawab Velvet.


"Tidak perlu, Kak. Tunjukkan saja di mana toiletnya," kata Lara.


"Kau masuk ke pintu itu lalu belok kanan. Di pojok ruangan kau akan menemukan toiletnya. Jika kau bingung, kau bisa bertanya pada pelayan," jawab Velvet.


"Baiklah," ujar Lara dan beranjak pergi ke toilet yang ada di dalam bangunan mansion.


Setelah beberapa menit, Lara pun keluar dari toilet. Di dalam mansion tampak sepi karena semua orang berkumpul di taman dan area kolam renang.


"Lara," panggil seseorang yang ternyata adalah Davina.


"Please aku ingin bicara denganmu," ucap Davina mendekati Lara.


Lara tak menggubrisnya dan tetap berjalan menuju pintu.


"Aku tahu kau melakukan sesuatu yang buruk pada Julius!!" ucap Davina yang membuat Lara menghentikan langkahnya.


"Kau tak seharusnya melakukan itu, Lara. Mengapa kau begitu tega melakukan hal sejahat itu padanya?" tanya Davina.


Lara berbalik dan mata birunya menatap tajam pada Davina.


"Apa kau hilang ingatan? Kau lupa apa yang sudah kau dan dia lakukan padaku? Kau bisa menyembunyikan wajah jahatmu pada keluarga ini dengan penyesalanmu yang hanya pura-pura itu tetapi aku tak akan tertipu. Dia pantas mendapatkan hal itu, Davina. Dan untuk dirimu? Aku pasti akan melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan padamu," jawab Lara.


"Aku sudah menyesal dengan apa yang kulakukan padamu, Lara. Sungguh!! Tolong maafkan aku, Lara. Aku ingin kita sama-sama melupakan hal ini dan memulai sesuatu yang baru," mohon Davina.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤