
"Supirku akan mengantarmu pulang, Davina," ucap Phoenix.
"Kau tak perlu repot-rapot. Aku bisa menyuruh supirku kemari seperti biasanya," jawab Davina tersenyum.
"Apa ada yang ingin kau katakan padaku tentang Lara?" tanya Phoenix yang kini sedang berada di beranda belakang mansion.
Davina menoleh pada Phoenix. Davina sudah bisa menebak bahwa Phoenix dan keluarganya pasti akan tahu juga tentang masalahnya dengan Lara di masa lalu.
"Kau tak perlu menyembunyikan apapun dariku atau keluargaku jika kau memang ingin berniat mengakhiri dendam Lara padamu," kata Phoenix.
"A-aku ... Aku takut kau dan keluargamu membenciku karena hal jahat yang kulakukan dulu. Aku memang sangat jahat dan menjijikkan dulu. Aku tahu itu dan sangat menyadari hal itu. Aku menyesal dan sungguh ingin meminta maaf pada Lara. Apa yang kulakukan dulu memang keterlaluan. Dan itu semua karena rasa iriku padanya," jawab Davina sembari menerawang.
"Aku adalah anak tunggal yang selalu mendapat kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuaku terutama daddy. Kehadiran Lara membuat perhatian daddyku terpecah. Lara selalu menjadi nomer satu di kelas dan dia bahkan mendapat beasiswa yang bahkan aku tak bisa menembusnya. Dulu aku sangat membencinya hingga ingin dia lenyap dari dunia ini. Aku jahat, bukan?" Davina menunduk.
"Aku membullynya ketika masih sekolah dan memperlakukannya bagaikan pelayanku karena dia mendapat bantuan materil dari daddy. Ya Tuhan ... Betapa jahatnya aku dulu." Davina menutup wajahnya seakan malu dengan perbuatannya dulu.
"Dia tak pernah membalasku dan itu justru membuatku kesal dan semakin menyiksanya. Dia melakukan hal itu hanya karena daddy. Daddy adalah penyelamat hidupnya dari jalanan. Daddy yang menyekolahkannya dan membiayai hidupnya," Davina mulai menangis.
Phoenix tak menyangkal bahwa perlakuan Davina pada Lara dulu memang sangat keterlaluan. Tapi melihatnya begitu menyesali perbuatannya di masa lalu membuatnya bimbang apa yang harus dilakukannya.
"Aku tak menyembunyikan apapun darimu lgi, Phoenix. Aku bahkan pernah menyewa orang untuk memperkosanya," kata Davina terisak.
Lalu dari arah belakang bahu Davina dipegang oleh seseorang dan pipinya ditampar sangat keras. Dan orang itu adalah Velvet.
PLAK !!! PLAK!!! PLAK!!! ...
Velvet menamparnya sampai 3 kali dan sangat telak hingga membuat Davina terjatuh ke lantai.
"Jika Lara ingin membunuhmu, kau memang pantas untuk dibunuh, Davina!!!" teriak Velvet.
"Tenanglah," ucap Phoenix menahan tubuh Velvet.
"Seandainya dulu aku mengetahui hal ini, aku pasti akan mencarimu terlebih dahulu dan melenyapkanmu!!!" teriak Velvet lagi dan hal itu membuat beberapa orang yang ada di dekat sana menghampiri keributan itu.
"Kak Damon, bantu aku!!" teriak Phoenix dan Damon segera memeluk Velvet berusaha menenangkannya meskipun dia belum tahu apa yang terjadi di antara Velvet dan Davina.
"Ada apa ini??" tanya Galy.
"Mom ... Tidak seharusnya dia masuk ke dalam circle keluarga kita," ucap Velvet yang masih marah.
"Lepaskan aku, Dam!!!" teriak Velvet.
"Aku akan menghajarmu, Davina!!! Kau menyakiti adik kecilku, maka kau akan berhadapan denganku!!" teriak Velvet yang masih tak terima dengan perlakuan Davina di masa lalu pada Lara meskipun Davina tampak sudah menyesalinya.
Davina menangis dan mengeluarkan air matanya karena ketakutan melihat kemarahan Velvet yang tak pernah dilihatnya itu.
"Damon ... Bawa Velvet ke dalam!!" perintah Rey.
"No, Dad. Aku akan membuat perhitungan dengannya. Mengapa daddy melindunginya???" teriak Velvet.
Damon akhirnya mengangkat Velvet ke dalam kamar dan mengunci pintunya agar Velvet tak bisa keluar lagi.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA