
Lara dan Phoenix menari mengikuti tempo cepat dari musik yang dimainkan. Phoenix memimpin tarian ini dan membuat Lara sampai pusing dibuatnya.
Menarik tangan Lara, lalu tiba-tiba memeluknya kembali dan memutar tubuh Lara mengikuti irama musik.
Phoenix tampak tersenyum miring melihat Lara yang kewalahan dan Lara semakin kesal dengan hal itu. Dia mencoba melepaskan dirinya dari Phoenix tetapi tak bisa karena Phoenix memegangnya dengan sangat erat.
"Kau mau lari dariku? Tak akan bisa," bisik Phoenix di telinga Lara yang membuatnya terasa geli.
"Aku bisa saja membuatmu babak belur di sini. Tapi Aku masih punya otak yang waras karena kau adalah rekan bisnisku yang sangat penting bagi tuan Silas," jawab Lara dingin.
Tubuh mereka saling berdekatan dan dadanya saling menempel. Kini jarak wajah Lara dan Phoenix pun hanya terpaut 5 cm saja dan membuat nafas keduanya saling terasa.
"Kau memiliki wajah yang cantik, tapi sayang kelakuanmu sangat bertolak belakang," kata Phoenix yang saat ini berdansa pelan saja karena musik yang di mainkan sekarang berirama slow.
"Aku tak peduli penilaian orang lain terutama dirimu. Aku akan menghancurkan Davina. Kau mau menjegalku? Silahkan, aku sama sekali tak takut padamu. Jangan mencampur adukkan urusan bisnis kita dengan hal ini. Be a profesional," ucap Lara dengan wajah dinginnya dan mata birunya yang semakin tajam menatap Phoenix.
"Hatimu terlalu hitam dan dipenuhi dendam, Nona. Kau sudah memiliki segalanya bukan? Jangan merusaknya hanya karena dendam," jawab Phoenix.
"Sebaiknya kau tak ikut campur masalahku dengan perempuan ****** itu." kata Lara.
"Aku menyayanginya dan dia adalah sahabatku. Tak mungkin aku tak ikut campur jika sahabatku disakiti oleh orang lain," jawab Phoenix.
"Kau tertipu dengan wajah lugunya. Dia adalah wanita yang sangat jahat dulu dan juga sekarang. Di mataku dia tak pernah berubah. Dia hanya berpura-pura. Berhati-hatilah dengannya," ucap Lara.
"Kau memiliki kakak perempuan, bukan? Bagaimana jika ada yang melakukan pelecehan seksual padanya atas suruhan seseorang dan membuatnya kehilangan semua impiannya yang sudah dibangunnya selama bertahun-tahun dalam waktu sekejap saja? Aku bertanya padamu ... Apa yang akan kau lakukan pada orang itu?" tanya Lara dengan nada dingin.
Phoenix menghentikan gerakan tariannya dan menatap ke arah Lara.
"Cepat katakan padaku apa yang akan kau lakukan? Mungkin aku bisa menerima saran darimu," ucap Lara dan melepas tangan Phoenix di pinggangnya dan berbalik pergi karena Phoenix tak kunjung menjawab.
Lalu Lara berbalik lagi menoleh pada Phoenix lalu menghampirinya dan berbisik.
"Aku sarankan jangan ikut campur dalam masalah kami meskipun nanti aku harus membuatnya cacat atau bahkan terbunuh sekalipun. Jika kau ikut campur, kau akan berhadapan langsung denganku sampai tetes darah terakhirku," bisik Lara di telinga Phoenix.
"Aku tak akan mundur sekalipun kau dan keluargamu berdiri dibelakangnya untuk membelanya. Aku sama sekali tidak takut. Cam kan hal itu," lanjut Lara dan pergi dari sana.
Phoenix hanya memandang tubuh Lara dari belakang yang melenggang santai menuju tempat Velvet duduk di pinggir kolam.
Phoenix berusaha mencerna kata-kata yang diucapkan oleh Lara dan mulai menyimpulkan sesuatu. Davina tak menceritakan secara lengkap tentang akar masalahnya dengan Lara pada Phoenix dan keluarganya.
Masih ada sesuatu yang disembunyikan oleh Davina dan Phoenix ingin tahu hal itu lebih jauh.