BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#71



"Nona, Gonza mengatakan bahwa sebaiknya anda pulang secepatnya. Karena calon suami anda sudah membatalkan kerjasamanya," ucap Lorris menyampaikan pesan dari Gonza.


Lara menoleh pada bibis Lorris dan tersenyum. "Aku tahu hal itu sebelum aky pergi kemari, Bibi. Dia pasti melakukannya. Tapi aku belum ingin pergi dari sini. Aku merasa bahagia di sini."


"Tapi Nona ... Nanti akan banyak yang khawatir pada anda," ucap Lorris.


"Tak ada yang khawatir padaku kecuali Gonza dan kak Velvet," jawab Lara sambil memakan supnya.


"Apa kau ingin kutemani ke sana, Nona? Aku bisa selalu menemanimu," ucap Iris.


"Benarkah? Kau ingin ikut denganku? Kurasa bibi Lorris tak akan mengizinkannya," jawab Lara.


"Aku bisa menjagamu seharian, karena kau sedang hamil. Gonza tak akan selalu bisa menjagamu, bukan?" tanya Iris.


"Iris ... Kau masih mengharapkan Gonza? Ini sudah 10 tahun, Iris. Berhetilah mengharapkannya," ucap Lorris.


Lara langsung menoleh ke arah Iris. Dia tak tahu bahwa Iris dan Gonza pernah berhubungan.


"Apa kalian ...?"


"Ya, aku mencintainya tetapi dia selalu menolakku. Aku bahkan dulu menikah dengan orang lain untuk melupakannya tetapi itu tak berhasil. Rumah tanggaku berakhir dan kini aku masih mengharapkannya," jawab Iris menunduk.


"Dia wanita yang bodoh, Nona. Jangan menirunya," ucap Dorris sembari membereskan piring di atas meja makan.


"Aku wanita setia, Mom. Dia akan sangat beruntung memilikiku," protes Iris.


"Ikutlah denganku, Iris. Kau akan menjadi asisten pribadiku mulai saat ini," ucap Lara memutuskan.


"W-what? Kau tak bercanda, bukan?" tanya Iris dengan mata berbinar.


Lara mengangguk dan meminum jusnya.


"Kau bisa dekat dengan Gonza bila selalu bersamaku," jawab Lara.


"Mom ... Please izinkan aku," kata Iris.


"Bibi, Gonza tak seburuk itu. Dia sangat perhatian tetapi menutupinya dengan sikap dinginnya. Aku tak pernah melihat Gonza dengan wanita manapun. Itu berarti tak ada yang sedang didekatinya atau mendekatinya saat ini."


"Tak salah jika Iris mendekatinya duluan, bukan? Aku juga seperti itu pada calon suamiku. Aku yang maju terlebih dahulu. Dan sekarang, dia akan menikahiku," Lara tersenyum.


'Meskipun dengan cara licik,' batin Lara tertawa.


"Lihatlah, Mom. Itu artinya aku tak boleh menyerah pada Gonza. Izinkan aku, Mom," mohon Iris memeluk tubuh sang momny dari belakang.


"Ck ... Baiklah, jangan membuat masalah di sana dan jaga Nona Lara dengan baik," ucap Lorris akhirnya.


"Yeeaaayy ... Thank you, Mom. I love you," ucap Iris dengan senang dan menciumi pipi Lorris.


Lara bahagia melihatnya meskipun ada terselip rasa iri di sana. Iris sangat beruntung memiliki keluarga yang hangat dan saling menyayangi.


Tetiba Lara mengusap perutnya. Dia akan memiliki bayi dan itu artinya dirinya akan memiliki keluarga sendiri.


Lara tersenyum dan bersyukur atas hal itu. Rencana gilanya ternyata bisa membuatnya memiliki keluarga sendiri.


Terbersit di pikiran Lara untuk memiliki banyak anak karena dia tak ingin anaknya nanti hidup sendirian di dunia ini seperti dirinya.


"Kita akan pergi besok, Iris. Aku akan membeli mobil. Kau bisa menyetir, kan? Jadi kita tak perlu menunggu Gonza," ucap Lara yang akhirnya memutuskan untuk pulang sebelum seminggu berlalu.


"Siap, Nona," ucap Iris dengan sumringah.


"Tak perlu membawa baju. Kau akan memakai setelan formal nanti di sana. Kau akan terlihat seperti wanita berkelas nanti. Dan aku jamin, Gonza akan terpikat denganmu," kata Lara.


"Aaahh, Nona ... Kau memang terbaik. Bolehkah aku memelukmu?" tanya Iris.


Lara mengangguk dan Iris menghampiri Lara lalu memeluknya hangat.


Hanya Velvet dan Iris yang memeluknya sehangat ini. Dan Lara yakin, keputusannya membawa Iris tidak salah. Gonza dan Iris akan selalu di sisinya untuk menjaganya.