BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#109



"Jadi kau pulang hari ini? Kau yakin?" tanya Velvet pada Lara.


"Ya, Kak. Aku tidak sakit dan harus mendekam di sini tanpa alasan apapun," jawab Lara.


"Dokter yang menyarankanmu untuk bed rest di sini, Sayang," timpal Phoenix.


"Oh ya, bagaimana Iris?" tanya Lara.


"Dia sudah stabil dan mulai membaik. Gonza menjaganya selama 24 jam," jawab Phoenix.


"Syukurlah," jawab Lara.


Velvet tak mengatakan pada Lara bahwa tadi dirinya bertemu Davina di luar. Velvet tak ingin Lara menjadi banyak pikiran kembali.


Phoenix dan Damon sementara pergi ke perusahaan selama Velvet menemani Lara di rumah sakit bersama Galy juga yang baru saja datang.


*


*


"Aku bertemu Davina ketika baru masuk lobby rumah sakit," ucap Damon.


"What??"


"Hmm, berhati-hatilah. Sebaiknya kau cepat bertindak. Kita tak bisa meremehkan Davina. Jangan menemuinya, cukup memberikan peringatan melalui anak buahmu," kata Damon.


"Apa maunya kali ini?" tanya Phoenix.


"Dia hanya ingin meminta maaf pada Lara atas perbuatan ibunya kemarin. Tetapi Velvet mencegahnya karena takut akan membuat Lara semakin stress," jawab Damon.


"Aku akan menyuruh anak buahku mengawasinya," sahut Phoenix.


"Hmm, itu harus. Jangan sampai kita kecolongan lagi. Kita terlalu lengah akhir-akhir ini, Phoenix, sampai kita tak tahu bahwa Lara sudah bergerak di belakang kita," ucap Damon.


"Apa maksud kakak?"


"Lara tahu kelemahan Berly Wilson. Dan Lara tahu bahwa Nyonya Berly memiliki hutang pada rentenir. Lara membuat Berly semakin banyak berhutang untuk judinya dan hobby foya-foyanya."


"Lara tak membalas Davina secara langsung. Tapi dia menggunakan nyonya Berly untuk senjatanya. Dan ketika senjata itu meledak, BOOM ... Hancurlah semua dunia Davina. Dia sangat cerdas. Tapi setidaknya Lara tak sampai menggunakan kekerasan fisik karena itu akan menyangkut hukum," jawab Damon panjang lebar.


"Hmm, tuan Silas yang memberitahunya karena orang-orang bayangan Lara adalah bekas anak buahnya," jawab Damon.


"Tuan Silas tak ingin ikut campur. Tetapi dia tetap mengawasi Lara agar tak bertindak di luar batas yang justru nantinya akan membahayakan dirinya," jawab Damon.


"Apa yang seharusnya aku lakukan pada Davina? Apakah menurut kakak aku harus menjauhkannya dari Lara? Rasa benci Lara pada Davina sudah benar-benar mendarah daging," ucap Phoenix meminta saran Damon.


"Tidak perlu. Menurut Velvet, Lara sudah selesai. Artinya Lara tak akan lagi mempedulikan Davina. Dia hanya ingin melihat Davina hancur dan tak memiliki apapun lagi termasuk keluarga seperti apa yang dialami Lara dulu," kata Damon.


"Tapi aku tetap akan mengawasinya. Aku takut keadaan berbalik dan membuat Davina membalas dendam pada Lara." Phoenix menatap Damon dengan serius.


"Ya, kalau itu kau harus tetap mengawasinya. Baiklah, aku pergi dulu. Daddy memanggilku ke mansion. Nanti kita akan bertemu di rumah sakit ketika Lara akan pulang," ucap Damon.


"Ya, thanks, Kak," jawab Phoenix.


*


*


Menjelang sore, Phoenix kembali ke rumah sakit untuk menjemput Lara.


Sore ini, Lara sudah bisa pulang dari rumah sakit. Sebelum pulang, Lara meminta bertemu Iris terlebih dahulu.


"Ayo antar aku ke kamar Iris," ucap Lara pada Phoenix.


"Ayo," jawab Phoenix sembari memapah tubuh Lara.


"Sudah kubilang aku tak sakit. Jangan memapahku seperti nenek-nenek," ujar Lara.


"Kalau begitu aku akan menggendongmu saja jika kau keras kepala," jawab Phoenix santai.


"Ck, kau berlebihan," sahut Lara.


"Ya, karena kau terlalu istimewa untukku," jawab Phoenix yang membuat Lara mendorong bahu Phoenix karena gombalannya.


"Hei, it's a fact, Baby," ujar Phoenix.