BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#38



"Terima kasih atas jamuannya," ucap Lara sembari menunduk hormat pada Rey, Galy dan Velvet yang ada di depannya kecuali Phoenix yang sama sekali tak dilihat oleh Lara.


Lara memang menunjukkan ketidak sukaannya pada Phoenix secara terang-terangan karena Phoenix adalah teman dekat Davina yang menjadi musuh bebuyutannya.


"Besok aku akan menemuimu lagi, Lara. Kita akan makan siang bersama," ucap Velvet.


"Baik, Kak. Permisi," jawab Lara dan berbalik menuju kamarnya sendiri yang ada di seberang kamar Phoenix persis.


"Dia terlihat manis juga ternyata," kata Rey.


"Oh ya, Sayang. Ada yang ingin mommy bicarakan padamu," ucap Galy dan menarik tangan Velvet masuk ke dalam lagi.


Lalu Velvet dan Galy pun masuk ke dalam kamar tamu agar bisa berbicara empat mata saja.


"Ada apa, Mom?" tanya Velvet.


"Ini tentang Davina dan Lara. Mereka adalah saudara angkat dan kini Lara sangat membencinya. Mommy ingin kau mendamaikan mereka. Davina cukup dekat dengan keluarga kita dan mommy ingin kita semua berhubungan baik tanpa ada masalah apapun. Davina sudah meminta maaf sampai berlutut pada Lara tetapi Lara justru mendorongnya dan bersikap kasar pada Davina. Dan itu terjadi di depan mata mommy dan Phoenix," kata Galy.


"Lara melakukan hal itu?" tanya Velvet tak percaya karena Lara yang dikenalnya adalah sosok anak yang manis dan pendiam serta selalu menolong orang disekitarnya yang memerlukan bantuan tanpa disuruh.


"Ya, mommy melihatnya dengan mata mommy sendiri, Vel. Nasehati dia dan maafkan semua kesalahan Davina jika itu memang menyakiti hatinya," ucap Galy.


"Apa yang sudah diperbuat Davina padanya? Aku mengenal Lara sangat baik. Lara adalah pribadi yang baik, manis dan tak pernah mendendam. Kurasa apa yang dilakukan Davina sudah keterlaluan hingga Lara begitu membencinya, Mom," jawab Velvet.


"Davina membuat Lara diberhentikan dari kampusnya hingga beasiswanya dicabut. Itu semata-mata karena Davina iri melihat Lara yang begitu sangat disayangi oleh ayah Davina. Kita mungkin bisa memahami itu karena dulu dia masih remaja dengan sikap yang labil," ucap Galy.


"What??? Mom, apa yang dilakukan Davina memang sangat keterlaluan. Mommy tahu bagaimana kehidupan Lara dulu? Untuk makan saja dia kesulitan, Mom. Dia bahkan sengaja mencuri untuk bisa masuk ke penjara karena di penjara dia akan mendapat makan gratis. Lara hidup di jalanan dan memiliki kesempatan untuk mendapat beasiswa kuliah itu sesuatu yang sangat berharga baginya. Maaf Mom, untuk kali ini aku tak bisa membantu karena aku tahu apa yang dirasakan oleh Lara," tegas Velvet.


"Sayang ... Davina sudah benar-benar minta maaf dan menyesal. Setiap manusia pasti pernah membuat kesalahan, bukan? Kau juga mengenal Davina dengan baik. Dia wanita yang baik sekarang dan dia sangat ingin Lara memaafkannya meskipun dia sadar bahwa itu akan sulit dilakukan oleh Lara," kata Galy.


Velvet berpikir sejenak dan kemudian mengangguk.


"Baiklah, aku akan mencobanya besok," kata Velvet akhirnya.


"Terima kasih, Sayang. Semoga Lara bisa secepatnya berdamai dengan Davina," ucap Galy tersenyum.


Galy hanya ingin membuat semuanya berdamai dan berhubungan baik. Bukankah itu hal yang menyenangkan jika semuanya damai tanpa ada permusuhan?


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤