BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#46



"Ada yang bisa menjelaskan padaku apa yang terjadi?" tanya Galy bingung.


Davina yang merasa menjadi tersangka, langsung berdiri dan berlari keluar. Entah mengapa Phoenix enggan untuk mengejarnya.


Lalu Phoenix pergi dari sana dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Kids ... Pulanglah terlebih dulu dengan uncle Dillon," ucap Rey pada 2 pasang anak kembar Velvet dan Damon.


"Oke, Grandpa," jawab Rocco, anak tertua Damon.


"Apa aku perlu di sini untuk menenangkan Velvet, Daddy?" tanya Willow.


"Tidak, Damon sudah cukup," jawab Rey.


"Baiklah, kami akan bersiap-siap untuk pulang" kata Dillon.


"Honey ... Kau berhutang penjelasan padaku," ucap Galy pada Rey.


"Kita bicara di kamar," jawab Rey dan menggandeng Galy ke kamar.


"Aku sudah menyangka ini akan terjadi," ucap Thea yang kemudian berbalik masuk ke dalam ruang tengah kembali.


"Kau tahu apa yang terjadi?" tanya Dillon yang ada di belakang Thea.


"Tentu saja, apa yang tidak aku tahu, Kak," jawab Thea.


Dillon menahan tangan Thea.


"Ada anak-anak di sini. Nanti saja kutelepon," kata Thea.


"Baiklah, aku pulang dulu," ucap Dillon dan Willow mencium kedua pipi Thea.


"Bye Thea, jangan lupa mampir ke mansion kami," kata Willow.


"Hmm, tentu saja," jawab Thea tersenyum.


Dan akhirnya Dillon dan keluarganya pergi ke New York terlebih dulu karena Dillon akan ada urusan di sana. Dia berangkat menggunakan 2 mobil karena anak-anak Damon ikut bersamanya juga.


*


*


*


"Seharusnya kau tak mencegahku menghajarnya!!" kesal Velvet pada Damon.


"Apa yang kau dapat dari menghajarnya? Apa kau akan puas setelah membuatnya babak belur?" tanya Damon tenang.


"Dia merusak masa depan Lara, Dam!! Ya, aku akan sangat puas jika aku menghajarnya," bentak Velvet.


"Dia menyuruh orang untuk memperkosa Lara. Pikiran gila macam apa itu? Dia jahat, Dam. Aku tak yakin dia sudah berubah," lanjut Velvet emosi.


"Lalu kau ingin Lara membalaskan dendamnya dengan cara menghajarnya atau bahkan lebih dari itu?" tanya Damon yang masih tenang.


"Aaarrgghhh!!!" teriak Velvet kesal dan menangis.


"Seharusnya aku lebih giat mencarinya dulu. Aku terlalu fokus dengan kebahagiaanku hingga aku melupakannya," Velvet menutup wajahnya dan menangis.


Damon menghampirinya dan memeluknya.


"Kini fokuslah pada masa depannya, Baby. Kau bisa membayarnya dengan itu. Bimbing dia agar hidupnya terarah," ucap Damon.


"Dengan melupakan dendamnya? Itu tidak mungkin. Kau tahu bagaimana aku dulu. Tak mudah melupakan dendam yang sudah mendarah daging. Dan apa yang dirasakan oleh Lara itu sangat menyakitkan," lirih Velvet.


"Lalu kau akan membiarkannya melakukan kejahatan?" tanya Damon.


Velvet menoleh ke arah Damon.


"Lalu apa yang harus kulakukan? Apa aku harus bicara omong kosong dengan menyuruhnya melupakan dendamnya?" tanya Velvet datar.


"Serahkan ini pada daddy. Daddy pasti sudah memikirkan hal ini sebelumnya," ucap Damon.


Lalu Velvet memeluk Damon.


"Aku tak tahu apa yang harus kulakukan," lirih Velvet.


"Kita tetap akan pulang hari ini. Phoenix dan daddy akan mengurusnya," kata Damon.


"Aku merasa meninggalkannya kembali disaat dia membutuhkanku. Aku tak bisa meninggalkannya untuk kali ini," ujar Velvet.


"Tapi kau belum tahu apa yang akan kau lakukan padanya. Daddy akan mengabarkan tentang Lara nanti. Aku yakin, daddy dan Phoenix akan menjaga Lara agar tak melakukan sesuatu di luar batas yang bisa membuatnya kehilangan kendali," ucap Damon.


Velvet hanya diam dan berpikir lebih dalam lagi. Dia ingin mendampingi Lara tetapi dia tak bisa memberi saran apapun padanya saat ini karena di lain sisi Velvet tak ingin Lara terlibat masalah besar yang mungkin akan membahayakan dirinya sendiri.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA