
Setelah memasang infus pada Lara, dokter dan perawatnya itu pun pulang. Kini semua tampak masih khawatir dengan keadaan Lara.
"Keluarlah, aku yang akan menjaganya," kata Phoenix.
"Tidak, aku akan di sini sampai adikku sadar," jawab Velvet.
"Kau belum makan malam, Sayang," ucap Damon.
"Bagaimana aku bisa makan melihatnya seperti ini," kata Velvet meneteskan air matanya.
"Kau tak menjaganya dengan benar, Phoenix," kesal Velvet.
"Ya, kau benar. Aku yang membuatnya seperti ini," jawab Phoenix dengan masih masih berada di dekat kepala Lara.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti," ucap Velvet.
*
*
Satu jam berlalu, Rocco -- anak Damon tampak masuk ke dalam kamar untuk memanggil sang mommy.
"Mom, daddy memanggil mommy," ucap Rocco.
"Mommy belum makan malam," lanjut Rocco ketika sang mommy masih terdiam.
"Sayang, ayo kita makan dulu. Mungkin Lara memang sedang tertidur saat ini." Galy memegang tangan Velvet.
Velvet akhirnya mengangguk dan melepaskan tangan Lara.
"Jaga dia," ucap Velvet pada Phoenix yang berbaring di samping Lara.
Phoenix tak menjawab dan hanya memperhatikan wajah Lara yang sudah tak pucat lagi. Kini wajah dan tangannya mulai menghangat kembali.
Setelah semuanya keluar, Phoenix mengusap-usap lengan Lara dan merangkul bahunya serta menidurkan kepalanya di lengannya.
"Maafkan aku. Aku berkali-kali menyakitimu. Aku tak memahamimu, Honey." lirih Phoenix.
"Baiklah, aku akan mengikuti semua kemauanmu. Aku memilihmu dan bayi kita. Aku tak ingin kehilangan kalian berdua," bisik Phoenix dengan tangan yang masih mengusap lengan Lara.
Hingga akhirnya lama kelamaan, Phoenix pun ikut tertidur dengan memeluk Lara.
2 jam kemudian, Lara terbangun dan mulai mengerjapkan matanya. Dia memegang kepalanya yang sedikit pusiing.
Gerakan tubuh Lara membuat Phoenix pun terbangun dari tidurnya yang lelap.
"Kau sudah bangun?" tanya Phoenix pelan.
"Ada apa denganku? Apakah tadi aku tertidur di mobil?" tanya Lara.
Lalu Lara melihat tangannya yang terpasang infus.
"Dokter menyarankan kau tak bekerja untuk sementara waktu." Phoenix membelai pipi Lara.
Lara kembali memejamkan matanya karena merasa masih pusing.
"Kepalaku sangat pusing," lirih Lara.
Lalu Phoenix beranjak dari ranjang dan mengambil obat ada di meja nakas. Sebelum itu, Phoenix membantu Lara untuk duduk kemudian memberikan satu pil dan juga segelas air putih.
"Minumlah," ucap Phoenix.
Lara meminum obat itu dan kembali merebahkan kepalanya di bantal empuknya.
"Aku akan mengambilkan kau makan. Kau belum makan malam, Sayang." Phoenix menunduk dan mengecup bibir Lara kembali.
"Hmm, aku sangat lapar," jawab Lara sangat pelan.
Phoenix tersenyum dan keluar dari kamar.
"Dia sudah bangun?" tanya Velvet yang masih ada di ruang tengah bersama yang lainnya.
"Ya, aku akan mengambilkannya makanan untuknya," ucap Phoenix.
"Biar aku yang akan mengambilkannya," kata Velvet dan langsung menuju ruang makan untuk mengambil makanan untuk Lara.
"Tidurlah semuanya. Lara baik-baik saja," kata Phoenix pada anggota keluarganya.
"Mommy akan menemuinya terlebih dulu," kata Galy dan masuk ke dalam diikuti oleh Willow -- sang menantu.
"Kau baik-baik saja, Sayang?" Galy memegang tangan Lara.
"Ya, Mom. Maaf membuat kalian khawatir," jawab Lara dengan suara pelan.
"Lara, jangan pernah menyimpan emosimu sendirian. Kau bisa membaginya dengan kami." Willow mengusap lengan Lara dan duduk di sampingnya.
Lara mengangguk dan tersenyum tipis.
Tak lama kemudian, Velvet pun datang membawa makanan untuk Lara.
"Aku akan menyuapimu, Gadis nakal." Velvet duduk di sebelah Lara begitu Willow beranjak dari sana.
"Maaf, membuat kakak khawatir. Biar Phoenix saja yang menyuapiku. Ini sudah sangat malam. Pasti kakak sudah lelah," kata Lara.
"Tidak, Lara. Kakak akan memastikan kau menghabiskan makananmu dulu baru kakak bisa tidur." Velvet tersenyum dan mulai menyuapi Lara.
Phoenix ada di sebelah kiri Lara dan membantu Lara untuk duduk.