
"Apakah anak-anak menginap di rumah Gonza?" tanya Phoenix yang kini ada di kolam renang bersama Lara.
"Hmm, Gonza mengajaknya berkuda," jawab Lara yang mengambil jus jeruknya di meja.
"Jadi malam ini kau sepenuhnya milikku, Baby," ucap Phoenix tersenyum.
"Kau ingin menghamiliku lagi? Kita sudah melakukannya barusan," jawab Lara yang kemudian menghampiri Phoenix yang ada di pinggir kolam dan mengecup bibirnya.
"Kita sepakat menambah anak, bukan?" ucap Phoenix yang kemudian menarik tangan Lara hingga akhirnya Lara tercebur ke dalam kolam.
Phoenix memeluk Lara dan membawanya ke tengah kolam. Lara mengapit pinggang Phoenix dengan kedua kakinya.
Tangannya melingkar di leher Phoenix dan kemudian membuka bra bikininya lalu melemparkannya ke pinggir kolam.
"Aku suka jika kau dalam mode vulgaar seperti ini, Honey," ucap Phoenix yang kemudian melumaat puncak dada Lara yang sudah topless.
Lara tersenyum nakal dan menyisir rambut Phoenix. "Aaahh ..." desahnya.
Lara kemudian menangkup rahang Phoenix dan mencium bibirnya yang basah.
Lara melepas celana Phoenix dengan gerakan kakinya.
"Kau semakin mahir saja." Phoenix tertawa pelan.
"8 tahun bersamamu membuatku semakin pintar dalam hal ini, Honey," jawab Lara tersenyum.
Phoenix membuka kaitan kaki Lara yang mengapit pinggangnya lalu membuka celana bikininya.
"Skor kita satu sama," ucap Phoenix yang tangannya sudah masuk ke pangkal paha Lara.
"Kuharap kau tak mengeluarkannya di sini," kata Lara yang kemudian mendesah ketika Phoenix berhasil membuatnya menuju puncak hanya dengan gerakan jarinya saja.
"Aaahh," desah Lara yang tangannya melingkar di leher Phoenix.
Phoenix tersenyum penuh kemenangan dan membawa Lara ke pinggir kolam.
Mereka naik dari kolam dan menuju kursi malas kemudian melanjutkan kegiatan panasnya di sana.
Kali ini Lara berada di atas Phoenix dan bergerak sangat liar hingga membuat kursi malas yang terbuat dari kayu itu berdecit akibat gerakan cepat Lara.
"Kurasa kursi ini akan patah sebentar lagi," ucap Lara.
Phoenix tertawa kecil dan tangannya tetap berada di bokong Lara yang bergerak maju mundur.
"Aku akan menggantinya dengan besi saja nanti agar lebih kuat untuk kegiatan bercinta kita," jawab Phoenix.
"Aaahh ... ah ... ah ..." desah Lara keras dengan bergerak semakin cepat.
"Aku suka suara merdumu, Baby." Phoenix duduk dan melahap puncak dada Lara.
Kini Phoenix mengangkat Lara dan membawanya ke atas sofa di ruang tengah kemudian membaringkannya dengan tubuh telungkup.
Phoenix menciumi pungung putih istri cantiknya itu sembari bergerak di belakang Lara.
"Oooowh ... Baby ..." Phoenix mendesaah dan bergerak semakin penuh gairaah.
******* mereka bersahutan di ruang tengah itu yang semakin lama semakin keras dan liar.
Setelah beberapa lama, mereka pun akhirnya menyelesaikannya dengan sama-sama merasakan kenikmatan di puncaknya.
"Apakah kali ini bayi kita perempuan?" tanya Phonix mencium bahu Lara.
"Tak masalah buatku jika anakku laki-laki semua," jawab Lara dan membalik kembali tubuhnya menghadap Phoenix.
"Aku melihat kau semakin lama semakin sexy saja. Apa kau sudah mengalami puber kedua, Honey?" tanya Lara.
Phoenix tertawa dan memeluk erat tubuh wanita cantik itu.
"Aku belum berumur 40, Baby. Puberku hanya kulewati bersamamu," ucap Phoenix sembari menepuk bokong Lara.
"I love you, Hot Daddy," lirih Lara tersenyum dan mengecup bibir pria sexy di depannya itu.
"I love you too, Hot Mommy." Phoenix menciumi bibir Lara bertubi-tubi.
THE END
Ig : @ZARIN.VIOLETTA
fb: @ZARIN VIOLETTA