BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#93



"Kau masih membelanya," ucap Lara melepas tangan Phoenix yang menggenggamnya.


"Tidak, aku hanya tak ingin ada keributan. Kau sedang hamil dan aku tak ingin kehamilanmu bermasalah karena hal ini," jawab Phoenix.


"Oh come on ... Kau masih melindunginya. Jika tidak, kau seharusnya mendepaknya dari perusahaan atau kau bisa melepaskan perusahaannya dan dia berusaha sendiri tanpa bantuan darimu lagi," kata Lara tajam.


Phoenix terdiam.


"See? Kau tak bisa melakukan hal itu bukan?" ketus Lara.


"Baiklah. Aku ingin kau tahu sesuatu. Kau pasti sangat mengenal uncle Harlow, bukan? Dia adalah rekan bisnisku dulu dan kami lumayan sangat dekat karena dia orang yang sangat baik. Kau pasti tahu hal itu, kan? Aku melakukan semua ini untuknya. Aku memiliki janji padanya untuk menjaga perusahaannya sebelum dia meninggal," Phoenix menjelaskan.


"Termasuk Davina?"


"Kau bisa menilainya sendiri," jawab Phoenix.


"Uncle Harlow sudah tak ada di dunia ini. Lupakan janjimu. Bukankah lebih penting menjalani kehidupanmu dengan orang yang masih hidup?" ucap Lara tanpa ada beban apapun.


"Lara ... Ini bukan dirimu. Kau tak seperti ini. Aku berusaha menjauhkanmu dari Davina dan begitu juga denganku. Aku tak pernah bertemu Davina lagi," kata Phoenix.


Lara terdiam sebentar.


"Kalau begitu, ceraikan aku," ucap Lara akhirnya.


"What??? Are you kidding?" Phoenix menatap tajam pada Lara.


"Akan lebih mudah bagiku untuk membalaskan dendamku pada Davina jika kau tak ikut campur. Perkiraanku sebelumnya sangat salah. Tak seharusnya aku menggunakan dirimu, Phoenix. Pergilah dan jangan temui aku lagi. Tak perlu khawatir dengan bayiku. Aku sangat bisa merawatnya sendiri," ucap Lara tenang tetapi hatinya sebenarnya sedang sangat kesal.


"Aku sudah memberi pilihan yang sangat mudah sebelumnya. Tetapi kau tak memilihnya dan membuat keputusan sendiri. Aku kecewa padamu. Sangat sangat kecewa," ucap Lara dengan penuh penekanan kata.


"Oh my God. Kau benar-benar keras kepala," geram Phoenix.


"Kau yang membuatku seperti ini. Sekarang aku melepaskanmu. Aku tak membutuhkanmu lagi. Karena tak ada yang bisa kumanfaatkan darimu. Kau lebih memilih janjimu dengan orang yang sudah mati daripada memilihku yang masih hidup." Lara duduk kembali ke kursinya.


"Aku tak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Dan kau tak akan bisa pergi dariku seenak hatimu," tegas Phoenix.


"Kita tak akan bahagia, Phoenix. Percayalah," lirih Kara dan memutar kursinya menghadap jendela.


Phoenix tak meninggalkan Lara. Dia duduk di kursi yang ada di depan meja Lara. Dia akan menunggu Lara.


"Kita akan tetap pergi ke mansion malam ini. Mommy dan keluargaku sudah menunggu," ucap Phoenix


Lara tak menjawab apapun. Dia hanya terdiam menatap langit senja yang akan menggelap.


Satu jam berlalu, Lara masih pada posisinya seperti tadi begitu juga Phoenix. Dua orang yang sama-sama keras kepala ini masih sama-sama terdiam.


Lalu akhirnya Phoenix beranjak dari kursinya dan menghampiri Lara. Lara tampak menyandarkan kepalanya di kursi besar itu.


Matanya masih menatap ke arah langit yang sudah menjelang malam.


Phoenix duduk berlutut di depannya dan menggenggam tangannya. Lara masih tak melihat ke arah wajahnya.


"I love you, Baby. I love you so much. Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah membiarkanmu meninggalkanku. Kau telah terikat denganku hingga seterusnya. Tak akan ada yang bisa memisahkan kita termasuk dirimu sendiri," ucap Phoenix lirih kemudian memeluknya.