
Malam harinya, Lara pun pergi ke mansion keluarga Robert. Velvet menyambut Lara di depan pintu utama.
"Bagaimana kabarmu, Lara?" tanya Velvet memeluk Lara.
"Aku baik-baik saja, Kak," jawab Lara tersenyum.
"Ayo masuk." Velvet menggiring Lara ke dalam mansion.
Hingga tiba di ruang makan, Lara melihat Phoenix dan Damon sedang mengobrol di sana. Lara berusaha berpaling dari pandangan Phoenix yang langsung melihat Lara ketika Lara tiba di sana.
"Halo, Lara. Bagaimana kabarmu?" tanya Damon.
"Aku sangat baik," jawab Lara tersenyum tipis tanpa melihat ke arah Phoenix.
Velvet berpikir, hubungan Phoenix dan Lara memang masih tak membaik karena Davina ketika melihat interaksi mereka yang terlihat seperti bermusuhan.
Kini mereka berempat menikmati makan malamnya bersama. Hanya obrolan-obrolan ringan saja yang dibicarakan sepanjang makan malam berlangsung.
Setelah makan malam, mereka berempat berkumpul di depan beranda samping yang langsung menghadap arah hutan mini mansion.
"Menginaplah di sini, Lara. Besok aku sudah akan pulang ke New York karena urusan Damon sudah selesai. Kita bisa bercerita sepanjang malam, bukan?" ucap Velvet.
Lara hanya mengangguk dan tersenyum. Hanya Velvet lah yang bisa menaklukkan sifat dingin Lara. Dan hanya pada Velvet lah, Lara menuruti apa kata-katanya. Lara menganggap Velvet keluarganya selain tuan Silas. Hanya mereka berdua yang peduli pada Lara dan termasuk Gonza juga.
"Kapan kau berangkat ke Rusia? Bukankah daddy menyuruhmu secepatnya ke sana?" tanya Damon pada Phoenix.
"Mungkin besok lusa. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu di sini," jawab Phoenix sembati meminum kopi panasnya.
"Kau mau ke Rusia?" tanya Velvet.
"Ya, daddy menyuruhku untuk berada di sana sebulan karena uncle Alex kan ke Dubai bersama kak Damien," jawab Phoenix.
Lara tak melihat ke arah Phoenix dan lebih memilih melihat ke arah hutan kecil yang berada jauh di depannya.
Lalu Velvet dan Lara berbincang dengan topik mereka sendiri berbeda dengan perbincangan Damon dan Phoenix.
"Baby ... Ayo kita tidur," ucap Damon karena sudah cukup malam.
"Pergilah dulu ke kamar. Aku masih ingin mengobrol bersama Lara," jawab Velvet.
"Baiklah ... Tapi jangan terlalu malam karena kita akan pulang besok pagi," kata Damon mengingatkan.
"Ya, Honey. Aku tahu," jawab Velvet dan Damon mengecup bibirnya.
Lara ikut bahagia melihat keharmonisan dan kebahagiaan Velvet sekarang meskipun Lara tak berani bermimpi untuk memiliki keluarga seperti Velvet karena dia takut dengan realitanya nanti. Dia takut realitanya tak sesuai ekspektasinya yang pasti akan membuatnya kecewa kembali.
Phoenix juga beranjak dari kursi dan masuk ke dalam mansion serta langsung masuk ke dalam kamarnya.
Sebenarnya mansion ini milik Phoenix yang dibelinya, agar keluarga besarnya bisa berkumpul di sini jika mereka mengunjungi Phoenix. Tetapi Phoenix akan kembali ke apartemennya jika keluarganya tak berkunjung.
Mansion itu di jaga oleh kepala pelayang yang membawahi 15 pelayan. Mereka menjaga mansion ini tetap bersih meskipun sang empunya mansion jarang datang ke sana.
*
*
*
Keesokan paginya, Lara terbangun karena ketukan di pintu kamarnya. Lara mengerjapkan matanya dan baru tersadar bahwa dirinya sedang ada di mansion keluarga Robert karena semalam menginap di sana.
Lara melihat jam di ponselnya dan masih sangat pagi. Bahkan sinar matahari belum menampakkan sinarnya.
"Siapa?" teriak Lara.
"Ini kakak, Lara. Aku akan pulang sekarang ke New York," jawab Velvet dari depan pintu.
Lara yang hanya memakai celanaa dalammnya saja, langsung menutup tubuhnya dengan selimut. Ya, Lara mengikuti jejak sang kakak, yang suka tidur tanpa mengenakan pakaian.
Itu ajaran Velvet ketika mereka masih ada di pembinaan anak dulu. Velvet mengatakan bahwa itu akan membuat aliran darah di tubuhnya menjadi lancar.🤣🤣