
Velvet menarik tangan Lara ke dalam apartemen Phoenix. Lara tersenyum sepanjang bersama Velvet. Velvet adalah orang yang sangat disayanginya karena dulu selalu menjaga Lara di dalam penjara.
Kini mereka berkumpul di ruang tengah Phoenix yang luas dan lebar.
"Apa kakak mau ke apartemenku saja?" tanya Lara ramah dan suara yang sangat lembut. Hal itu tentu saja membuat Phoenix sedikit heran karena itu bukanlah Lara yang dikenalnya selama ini. Atau inikah wajah Lara yang sebenarnya? Phoenix masih bingung.
"Tidak, Lara sayang. Kita di sini saja. Di sini banyak keluargaku. Ayo kuperkenalkan satu persatu," jawab Velvet mengusap wajah cantik adik kecilnya itu.
Kemudian Lara memperkenalkan semua keluarga besarnya termasuk Davina.
"Dan itu Davina. Dia teman dekat Phoenix," ucap Lara.
"Mereka saling mengenal, Sayang," kata Galy pada Velvet.
"Oh ya?" tanya Velvet kepada Lara dan Lara hanya tersenyum tipis.
"Sampai kapan kakak di sini?" tanya Lara mengalihkan pembicaraan.
"Besok kakak sudah pulang ke New York," jawab Velvet.
"Jadi kakak tinggal di New York?" tanya Lara lagi.
"Ya, kapan-kapan mainlah ke rumahku. Bukankah jaraknya dekat dari sini?" ucap Velvet.
Lara mengangguk antusias dan tersenyum lebar.
"Oh my God ... Kau sangat cantik sekali, Sayang. Matamu semakin biru dan rambutmu semakin panjang. Umurmu sudah 26 tahun, bukan?" Velvet menangkup pipi Lara.
"Ya," jawab Lara.
"Itu artinya kita sudah tak bertemu selama 16 tahun. Ooohhh aku merindukanmu, Adik manisku," kata Velvet yang memeluk dan mengusap punggung Lara lagi.
Kemudian Velvet mengeluarkan air matanya mengingat kehidupan Lara yang begitu menyedihkan dulu. Kali ini mereka tampak menjadi pusat perhatian di acara ulang tahun Phoenix karena semuanya memandang ke arah Velvet dan Lara yang sedang melepaskan kerinduannya.
"Hei ... Kakak jangan menangis. Bukankah kita anti menangis?" ucap Lara lembut dan mengusap air mata Velvet.
Velvet tersenyum mendengar ucapan Lara.
"Apakah kau hidup dengan baik selama ini?" tanya Velvet.
Lara hanya mengangguk dan tersenyum kembali.
Pertanyaan Velvet itu membuat semuanya akhirnya tahu bahwa Lara dan Velvet bertemu di penjara anak.
"Aku ... Aku ..." Lara tak memberikan jawabannya dan hanya menggantung.
"Tak usah menjawabnya. Kakak mengerti," Velvet menggenggam tangan Lara.
Lara tak ingin cerita sedihnya terpapar dengan jelas di depan keluarga besar Velvet. Dia merasa malu dan akan terlihat lemah jika mengungkapkannya.
"Sayang ... Ayo ajak Lara makan juga. Makanan sudah siap," ucap Galy.
"Baik, Mom," jawab Velvet dan menarik tangan Lara ke arah ruang makan diikuti dengan anggota keluarganya yang lain.
Kini mereka semua saling mengobrol dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda sembari menikmati makanan lezat yang disediakan Galy.
Velvet dan Lara mengobrol berdua di dekat balkon. Lara tampak tersenyum dan tertawa sepanjang bercerita dengan Velvet. Phoenix melihat hal itu meskipun dia sedang mengobrol dengan Damon dan Rey -- daddynya.
"Kau bekerja sama dengannya, Phoenix?" tanya Damon.
"Ya, daddy yang merekomendasikannya," jawab Phoenix.
"Aku pernah mendengar ceritanya dari Velvet. Itu berarti dia adalah wanita yang hebat bisa sampai di posisi ini," ucap Damon.
"Ya, dia memang sangat pintar dan jenius, Dam," jawab Rey.
"Hidupnya dulu hanya berputar di jalanan - panti asuhan - dan penjara anak. Itu yang Velvet ceritakan padaku. Melihatnya seperti ini pasti membuat Velvet sedih sekaligus bahagia. Dia berasal dari California awalnya," cerita Damon.
"Mungkin tuan Silas mengadopsinya jadi dia bisa berubah seperti ini. Tapi aku mengingat perkataan Davina dimana ayahnya juga mengangkatnya menjadi anak asuhnya," ucap Rey.
"Tuan Silas? Jadi dia ditemukan oleh tuan Silas? Aku sangat mengenal tuan Silas. Dia orang yang sangat pemilih dalam bekerja sama apalagi untuk dijadikan orang kepercayaannya. Percayalah Phoenix, itu artinya kau mendapatkan partner bisnis yang brilian," ucap Damon.
Davina yang kebetulan juga duduk di dekat mereka tampak mendengar percakapan itu. Davina berusaha meredam rasa iri yang tiba-tiba timbul di dalam hatinya.
Dia ingin berdamai dengan masa lalunya antara dirinya dan Lara. Tapi ada rasa ketakutan di dalam hatinya jika nanti Lara kan menjadi kesayangan keluarga ini seperti yang pernah terjadi dulu pada ayahnya yang sangat menyayangi Lara.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤