
8 years later ...
"MOOMMMM ... kami akan ke rumah aunty Iris," ucap Thor -- anak sulung Lara yang sudah berumur 7 tahun.
Thor dan Rex -- sang adik -- tampak naik ke atas ranjang di mana mommy dan daddynya masih berbaring.
"Ya, jangan terlalu merepotkan aunty Iris dan uncle Gon," sahut Lara dengan suara serak dan masih mengantuk.
"Ya, Mom," jawab Rex yang selisih usianya hanya setahun saja dari sang kakak.
Thor dan Rex kemudian mencium pipi Lara serta Phoenix yang masih tertidur nyenyak.
"Kami akan menginap di sana, Mom. Uncle Gon akan mengajak kami berkuda sedikit jauh," ucap Thor.
"Jaga adikmu, Sayang" sahut Lara.
"Bye, Mom, Dad. We love you," kata Rex.
"We love too, Honey," jawab Lara.
Dan mereka pun keluar dari kamar. Sudah seminggu ini, keluarga Lara dan Iris berlibur bersama di rumah peristirahatan mereka yang berada di desa nenek Gonza.
Rencananya mereka akan berada di sana selama 1 bulan karena anak-anak sedang liburan musim panas.
Phoenix membangun sebuah villa yang cukup besar di sana dengan fasilitas yang lumayan lengkap.
Tak hanha itu, dia juga merenovasi rumah nenek Gonza menjadi lebih megah dan mewah disertai kolam renang dan kandang kuda seperti villa miliknya.
Iris dan Gonza memiliki 2 anak laki-laki, sama seperti Lara dan Phoenix.
Dan usia mereka pun tak terpaut terlalu jauh. Itulah yang membuat 4 sahabat itu sangat akrab dan dekat.
Karena keuletan dan kesetiaan Gonza padanya, membuat Phoenix mengangkat Gonza menjadi pejabat penting di salah satu perusahaannya.
Pun dengan Iris. Dia masih bekerja di perusahaan Lara untuk menjadi asistennya.
Iris lebih suka bekerja daripada berdiam di rumah saja. Lorris kini ikut tinggal bersama Iris di New Jersey.
Sedangkan Mollis kini berkuliah di Boston. Dan terkadang mengunjungi New York jika sedang libur.
*
*
"Don't disturb me, Baby. Anak-anak semalam benar-benar menyiksaku," jawab Phoenix dengan mata terpejam.
Lara tertawa pelan dan mengecup bibir Phoenix lalu beranjak dari ranjang.
Lara menggelung rambut panjangnya dan menuju kamar mandi. Karena semua anaknya laki-laki, membuat dirinya kini harus memakai baju tidur ketika tidur.
Dia sudah mengubah kebiasaannya tidur yang biasanya tak memakai baju itu.😁
Setelah keluar dari kamar mandi, Lara kembali naik ke ranjangnya. Dia membuka mata Phoenix dengan paksa menggunakan jari tangannya.
"Bangunlah, aku ingin berenang. Temani aku," ucap Lara.
"Kau bisa berenang sendiri," kata Phoenix malas.
"Baiklah, aku tak akan memakai baju jika berenang sendirian," jawab Lara.
"Oh God ... Mengapa kalian suka sekali mengganggu tidurku?" ucap Phoenix yang akhirnya membuka matanya.
"Ayo, di luar panas. Akan sangat menyenangkan jika kita berenang sekarang." Lara merayu Phoenix.
"Bukankah kau sedang datang bulan?" tanya Phoenix.
"Baru selesai semalam," jawab Lara.
"Good, beri aku amunisi dulu sebelum kita berenang," kata Phoenix yang langsung merebahkan tubuh Lara di bawah tubuhnya lalu mencium bibirnya dengan ganas.
"I miss you, Baby," lirihnya sambil membuka baju Lara hingga tak bersisa sama sekali di tubuhnya.
Lara tertawa dan menikmati sentuhan Phoenix yang terbilang sangat liar itu.
"Aaahhh ..." desah Lara karena Phoenix memainkan jarinya di area sensitifnya untuk memancing gairaah Lara.
"Di mana anak-anak?" tanya Phoenix di sela-sela kegiatan ranjangnya.
"Di rumah Iris," jawab Lara dengan nada yang masih mendesaah.
"Good, Baby," sahut Phoenix dan melanjutkan permainan ranjangnya di pagi yang panas ini.
(Selamat bertravelling ya maakkk😆)