BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#105



"Aku harap kau tak bekerja terlebih dahulu, Honey." Phoenix masih fokus menyetir.


"Hmm, baiklah," jawab Lara tersenyum.


Phoenix membelai pipi merah Lara dan ikut tersenyum.


"Apakah mommy sudah kembali ke Swiss?" tanya Lara.


"Ya, tadi pagi aku meneleponnya," jawab Phoenix.


Lara mengangguk dan pandangannya kembali ke depan.


*


Seminggu kemudian, Lara kembali bekerja begitu juga dengan Phoenix. Phoenix membebaskan Lara untuk melakukan apapun yang diinginkannya selama itu membuatnya bahagia.


Gonza dan Iris kembali bertugas menjaga Lara. Tak ada perkembangan dari hubungan Gonza dan Iris karena mereka memang jarang bertemu.


Tetapi setidaknya Gonza tak terlalu cuek lagi pada Iris. Dia sudah tak sinis lagi jika berbicara dengan Iris.


"Iris, siang ini bagaimana jika kita makan di luar?" Lara menghadap Iris yang ada di sampingnya.


"Baiklah, Nona. Nona ingin makan apa? Nanti aku akan mencarikan restoran yang makanannya enak," jawab Iris.


"Aku tak masalah makan apapun seperti biasanya," kata Lara.


"Baiklah, ada restoran yang aku tahu di dekat sini. Kita ke sana saja," ucap Iris.


"Oke, ayo kita berangkat sekarang saja. Aku benar-benar ingin keluar berjalan-jalan. Setelah kita makan siang, kita akan pergi ke pusat perbelanjaan. Kau bisa berbelanja sepuasmu," kata Lara.


"Jadi nona ingin berbelanja?" tanya Iris.


"Tidak, kau saja. Aku sudah memiliki semuanya. Aku hanya ingin cuci mata saja. Jadi aku ingin membelikanmu apapun yang kau mau. Dan aku juga akan membelikan sesuatu untuk bibi Lorris dan Mollis," ucap Lara.


"Tapi kau tak boleh terlalu capek, Nona. Nanti aku yang akan dimarahi oleh tuan Phoenix," sahut Iris.


"Tidak akan. Aku sedang ingin bersenang-senang, bukan? Jadi dia tak masalah dengan hal itu," jawab Lara.


"Ayo kita berangkat." Lara berdiri dari kursinya dan kemudian keluar dengan diikuti oleh Iris di belakangnya.


Lalu mereka pun pergi keluar dari perusahaan.


"Di mana Gonza, Nona?" tanya Iris.


"Dia kusuruh mengurus sesuatu," jawab Lara.


"Kau saja yang menyetir," jawab Lara.


"Siap, Nona." Iris mengangkat tangannya dengan sikap hormat.


Lara tertawa pelan melihat kelakuan Iris itu.


Sesampainya di lobby, mereka langsung keluar menuju mobil yang sudah disiapkan di depan. Mereka masuk ke dalam mobil dan Iris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tampak dari belakang ada sebuah mobil taxy yang mengikuti mobil yang dikendarai Iris serta Lara. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah restoran di daerah yang tak terlalu ramai.


Restoran itu tak mewah tetapi menurut Iris memiliki makanan yang enak. Karena belum memasuki jam makan siang, suasana di restoran itu terlihat masih sepi.


Lara keluar dari mobil terlebih dahulu. Iris kemudian menyusul di belakangnya dengan jarak yang tak terlalu jauh. Tiba-tiba dari belakang Lara ada seorang wanita yang membawa pisau di tangannya sedang berlari ke arah Lara.


Iris yang melihat hal itu langsung berlari dan menangkap bahu wanita itu. "NONA, AWASS!!" teriak Iris yang seketika membuat Lara menoleh ke belakang.


JLEBBB ...


Wanita itu menancapkan pisaunya ke arah perut Iris karena merasa gugup ketika Iris berusaha menjegalnya.


"IRISSS!!!" teriak Lara.


Wanita itu tampak mundur ke belakang dan menjauhi Iris yang sudah terjatuh dengan perut bersimbah darah.


"KAUU!!!" teriak Lara pada Berly dan menjatuhkan tubuhnya di atas jalanan aspal lalu mencekik lehernya.


"APA YANG KAU LAKUKAN!!!" teriak Lara dan membentur-benturkan kepala Berly pada aspal keras itu.


"AKU INGIN KAU MATI, LARA!!!" teriak Berly.


"Nona ..." lirih Iris.


Dan tampak orang-orang di sekitar sana mencoba menolong Iris.


Lara ingin mendampingi Iris tetapi dia tak ingin juga melepaskan Berly. Lara masih mencekik leher Berly dengan posisi menduduki tubuh Berly.


"Nona, lepaskan dia. Kami akan mengamankannya sampai polisi tiba," ucap seorang pegawai restoran yang ikut berada di sana.


"Tidak, aku tak akan membiarkannya lepas begitu saja," geram Lara.


"Bawa temanku ke rumah sakit, CEPAT!!!" perintah Lara.


"Ba-baik, Nona," jawab pria itu.