
Lara menikmati hari-harinya di rumah nenek buyut Gonza.
Mollis menemani Lara bermain di taman bunga 3 hari belakangan ini hingga terkadang Lorris takut Lara terjatuh karena Lara terlalu aktif bergerak.
"Oh my God ... Nona Lara ... No no no ... Jangan berlari, Ya Tuhan ... Gonza akan membunuhku jika terjadi sesuatu padamu," teriak Lorris khawatir sembari mengikuti Lara yang berlari bersama Mollis.
"Hahahaha ... Tangkap kami, Bibi," tertawa Lara.
Kelakuan Lara benar-benar seperti anak remaja yang baru saja menemukan mainan baru.
"Mommyyyyy ... Tangkap kamiiii ..." Mollis pun meledek sang mommy.
"Mollis berhentilah ... Ya Tuhan ... Kalian akan membuatku mati kehabisan nafas jika kalian terus berlari," teriak Lorris ngos-ngosan.
"Heeeiii ... Ayo cepat masuk!!!" teriak seorang wanita yang tak lain adalah anak pertama Lorris yang bernama Iris.
Iris adalah seorang wanita berumur 30 tahun. Kemarin dia sudah berkenalan dengan Lara.
Jarak umur yang tak terlalu jauh, membuat mereka langsung akrab apalagi pembawaan Iris yang sangat supel dan suka berbicara blak-blakan.
Lara dan Mollis masih tampak asyik bermain ke atas bukit dan Iris mau tak mau harus menyusulnya untuk menjaga Lara yang sedang hamil.
"Ya Tuhan ... Nona ini nakal juga ternyata," gumam Iris dan berlari menuju Lara.
Setelah bisa mengejar Lara serta Mollis, Iris pun menggandeng keduanya untuk masuk ke dalam rumah layaknya seorang ibu yang membawa pulang kedua anaknya yang bermain terlalu jauh.
"Iris ... Kami masih ingin ke atas bukit," kata Lara.
"Kakak menganggu saja," Mollis menimpali dan Lara mengangguk.
"Ada bayi di dalam perutmu, Nona. Ingatlah hal itu," kata Iris.
"Ya ya ya ... Aku tahu, tapi dialah yang ingin bermain, Iris." Lara mengusap perut ratanya itu.
"Ck ... Diamlah, Nona nakal. Sekarang sudah saatnya kau masuk dan beristirahat," jawab Iris.
"Kalian masih belum menemukannya!!!" teriak Phoenix murka.
"Belum, Tuan. Kami sudah memeriksa semua CCTV dan tak menemukan tanda-tanda nona Lara pergi dari kota ini," jawab anak buah Phoenix.
Phoenix mengumpat.
"Pergilah dan cari lagi meskipun kalian harus mencarinya sampai ke hutan," perintah Phoenix.
Baru kali ini klan keluarga Robert susah mencari keberadaan seseorang. Pasalnya, Lara memang pergi menggunakan mobil bekas yang dibeli lleh Gonza secara mendadak.
Mereka berpenampilan sangat berbeda ketika melakukan perjalanan kemarin. Dan jarak yang mereka tempuh juga cukup jauh yaitu 10 jam perjalanan dari New Jersey.
Gonza benar-benar menyembunyikan Lara di daerah terpencil dan bahkan tak memiliki akses jalan yang terdaftar resmi di google maps.
Dan Gonza sama sekali tak pernah berhubungan dengan Lara selama dirinya ada di New Jersey agar tak mengundang curiga.
Beberapa kali saja, dia mengirim pesan pada Lorris menanyakan keadaan Lara, itupun dengan kata-kata sandi.
"Kau belum menemukannya?" tanya Silas pada Rey.
"Belum ... Dia sama sekali tak menghubungi Phoenix. Phoenix menunggu telepon dan pesan darinya. Dia ingin mengabarkan bahwa Phoenix telah membatalkan kerja samanya dengan Davina," jawab Rey.
"Lara memang sangat keras kepala. Tapi dia tak pernah mengingkari janjinya. Dia hanya pergi selama 1 minggu, bukan? Jadi jangan mencarinya lagi karena dia pasti akan kembali sendiri. Aku sangat mengenalnya," ucap Silas.
"Aku sudah mengatakan hal itu pada Phoenix. Tapi dia tetap ingin mencarinya. Lara pergi dalam keadaan hamil. Phoenix hanya takut Lara menyakiti dirinya sendiri atau bahkan bayinya," kata Rey.
"Itu tak mungkin. Dia memang sangat dingin tetapi sebenarnya dia memikiki empati yang sangat besar, Rey. Dia hanya dikecewakan oleh keadaan. Kau sudah mengecek masa lalunya, bukan? Tidakkah menurutmu dia wanita yang sangat tangguh dan hebat? Dia memang sangat cocok menjadi menantumu, Rey," Silas tertawa pelan.
"Ya, kau benar. Dia hampir mirip dengan Velvet. Sangat keras hati tetapi memiliki kepedulian yang besar sebenarnya," jawab Rey.