
Phoenix kemudian melajukan mobilnya lagi menuju ke arah apartemen mereka yang tinggal beberapa meter saja.
5 menit kemudian mereka pun tiba di apartemen. Lara langsung turun dan menenteng tas serta sepatu hak tingginya.
Lara berjalan dengan bertelanjang kaki menuju lift. Phoenix menyusul Lara di belakangnya. Mereka masuk ke dalam lift.
Begitu pintu lift tertutup, Phoenix langsung merengkuh pinggang Lara dan menatap wajah Lara dengan sangat dekat.
"Inikah yang kau inginkan?" tanya Phoenix dan memagut bibir Lara dengan ciuman dalam dan panas.
Lara yang cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Phoenix hanya bisa mematung dan menikmati ciuman Phoenix yang mulai membuat tubuhnya merasakan sensasi yang berbeda.
Lara melepaskan tas dan sepatunya di lantai lift dan secara naluriah, melingkarkan tangannya ke leher Phoenix dan mulai membalas ciuman Phoenix dengan tak kalah panas.
TING ...
Pintu lift terbuka.
Phoenix melepaskan ciumannya dari bibir Lara dan menariknya keluar. Baru beberapa langkah, Lara kembali ke dalam lift lagi untuk mengambil sepatu dan tasnya.
Kemudian, Phoenix kembali menarik tangan Lara dan mereka pun masuk ke dalam apartemen Phoenix.
Setelah pintu tertutup, Phoenix langsung mencium bibir Lara kembali. Kini ciuman mereka semakin panas dan tangan Phoenix mulai masuk ke dalam rok span Lara hingga Lara suara Lara tercekat ketika jari-jari Phoenix sudah bermain di pangkal paha Lara.
"Ini yang kau inginkan, bukan?" ucap Phoenix dengan bibir yang masih menempel dengan bibir Lara.
Lara mengangguk tanpa berkata apapun. Lalu Lara mencium leher Phoenix dan menyesap dalam-dalam harum parfumnya di sana.
"Aku suka harummu," bisik Lara yang suaranya terdengar sexy di telinga Phoenix.
"Aaahh ..." Lara mendesaahh ketika Phoenix memasukkan jarinya di area sensitiiff Lara.
Phoenix semakin bergairah mendengar desahaann Lara itu dan tangan kanannya membuka kancing kemeja Lara dengan gerakan cepat.
Tangan Lara pun membuka kaos hitam Phoenix hingga akhirnya tubuh sexy Phoenix yang penuh tato terlihat oleh Lara.
Suasana temaram itu, semakin membuat mereka lupa akan segalanya. Mereka hanya ingin sama-sama melampiaskan hasrat mereka yang lumayan lama di pendamnya.
Phoenix akhirnya berhasil membuka semua pakaian Lara hingga tubuh sexy Lara terpampang nyata di bawah pandangan Phoenix.
Phoenix membuka celananya dengan cepat dan memasukkannya. Karena Lara baru melakukannya sekali saja, membuat milik Lara masih lumayan rapat.
"Aaahhh ..." Phoenix mendesah keras ketika dia berhasil memasukkannya.
Kemudian Phoenix menggerakkan tubuhnya perlahan di atas tubuh Lara.
"Apa kau kesakitan ketika pertama kali kita melakukannya?" tanya Phoenix.
Lara menggeleng dan Phoenix kembali mencium bibir Lara lalu berpindah ke leher jenjangnya hingga bermuara di dada penuh Lara.
Phoenix meluumaat puncak dada Lara dan membuat Lara melengkungkan tubuhnya. Phoenix tak bisa memakai logikanya lagi saat ini. Dia hanya ingin memuaskan nafsu yang selama ini ditahannya sejak melakukannya dengan Lara.
Lara menggenggam rambut tebal Phoenix dan menikmati sentuhan Phoenix di dadanya serta gerakan Phoenix di atas tubuhnya.
Phoenix kemudian menaikkan kecepatan permainannya dan bergerak maju mundur semakin cepat hingga membuat Lara mengeluarkan suara desahaannya yang sexy.
"Ah ... Ah ... Ah ..." desah Lara dengan tangan yang mencengkeram bahu lebar Phoenix.
Mereka melakukannya dengan menggebu-gebu karena ini baru kali kedua mereka melakukan hal ini.
Mata Phoenix menatap mata biru Lara yang tak nampak tajam lagi karena Lara di penuhi oleh nafsu yang menggebu.
"Bagaimana jika aku ketagihan dengan hal ini?" tanya Lara lirih.
"Cari aku, dan jangan melakukannya dengan pria lain sesuai dengan apa yang kau katakan kemarin, bahwa kau akan melakukannya denganku saja," jawab Phoenix dengan nada mendesah karena tubuhnya masih bergerak di atas Lara.
Kali ini, Phoenix memimpin sejak awal sampai akhir permainan. Keringat mereka sudah menempel dan akhirnya Phoenix mengakhirinya dengan tidak sempat mengeluarkan benihnya di luar. Dia seakan tak peduli dengan hal itu. Nafsu benar-benar menguasainya kali ini, tanpa obat perangsang dari Lara.