BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#117



Lara dan Phoenix menjadi saksi pernikahan Gonza dan Iris. Meskipun hanya menikah di catatan sipil, prosesnya tetap berlangsung sakral.


Iris menatap mata Gonza yang kini menatapnya. Dia memasangkan cincin nikah di jari manis Iris.


Iris tersenyum begitu juga dengan Lara. Lara ikut bahagia melihat kebahagiaan Iris yang selama ini sangat ditunggunya.


"Kau tak menciumnya, Gonza?" tanya Phoenix dan Lara ikut menahan senyumnya karena itu.


Lalu Gonza pun mencium kening Iris. Itu saja sudah membuat Iris tersipu malu, apalagi mencium yang lainnya. 😆


Setelah semua proses telah selesai, mereka pun langsung keluar dari Office of vital statistics (kantor catatan sipil).


"Kalian akan langsung berangkat ke Villa?" tanya Lara.


"Kami mengubah perjalanan kami, Nona. Kami ingin pulang saja ke rumah nenek Gonza. Apakah tak masalah?" ucap Iris.


"Itu ide yang bagus juga. Aahhh aku jadi rindu tempat itu," ucap Lara dan Phoenix hanya mendengarkannya saja.


"Baiklah, kami permisi dulu," pamit Gonza.


"Thanks, Nona," ucap Iris dan Lara memeluknya.


"Selamat, Iris."


"Jangan pernah menyakitiny, Gonza. Kau akan berurusan denganku jika hal itu sampai terjadi," kata Lara serius.


Gonza pun menunduk hormat dan mereka akhirnya berpisah di tangga luar gedung.


Phoenix menggandeng tangan Lara menuruni tangga.


"Kau akan langsung ke perusahaan?" tanya Lara.


"Ya, aku akan mengantarmu dulu ke perusahaan." Phoenix mengecup bibir Lara.


Dan mereka pun menuju ke perusahaan Lara terlebih dulu. Sesampainya di depan lobby, Phoenix mencium bibir Lara sebelum Lara turun dari mobilnya.


"Jangan keluar kemanapun jika tidak bersamaku," pesan Phoenix.


"Hmm, bye," sahut Lara.


"I lovu you, Baby," ujar Phoenix yang masih menangkup pipi Lara.


Phoenix masih menunggu jawaban Lara yang selalu lama menjawabnya.


"Bisakah tak usah berpikir dulu ketika menjawabnya?" tanya Phoenix gemas ketika Lara tak kunjung menjawab ucapan cinta Phoenix.


"Oooohhh ... Gadis ini benar-benar membuatku gemas." Phoenix menciumi bibir Lara bertubi-tubi.


"Love you," kata Lara akhirnya tetapi dengan setengah berbisik.


Phoenix tertawa kecil dan mencium kening, hidung dan bibir Lara kembali.


"Bye," ucap Phoenix.


Lalu Lara turun dari mobil dan masuk ke dalam perusahaannya. Phoenix sudah menempatkan semua anak buahnya di perusahaan Lara dan nama Davina sudah benar-benar di balcklist di sana agar tak bisa menemui Lara.


*


*


Menjelang siang, Phoenix datang ke perusahaan Lara untuk mengajaknya makan siang bersama.


"Aku ingin pulang," ucap Lara ketika Phoenix baru masuk ke dalam ruangannya.


Phoenix menaikkan satu alisnya dan mengahmpiri Lara.


"Kau tak enak badan?" tanya Phoemix sembari memegang kening dan leher Lara.


"Tidak, aku hanya ingin pulang. Punggungku terasa tak enak jika terlalu banyak duduk dan aku ingin berenang," jawab Lara.


"Baiklah, tapi kita makan siang dulu sebelum pulang," jawab Phoenix menggandeng tangan Lara dan mengajaknya duduk di sofa.


Lara menata makanan yang dibawa oleh Phoenix. Phoenix sudah meminta daftar makanan apa saja yang disukai oleh Lara pada Gonza.


Jadi Phoenix membelikan semua makanan favorit Lara siang ini.


"Ini sangat lezat sepertinya," ucap Lara.


"Makanlah," jawab Phoenix tersenyum.


Phoenix mengambil sendok dan garpu serta pisau lalu meletakkannya di samping makanan Lara.


Phoenix juga menyiapkan 2 minuman di depan Lara agar Lara lebih mudah mengambilnya.


"Thank you," ujar Lara sembari menyuapi makanannya pada Phoenix juga.