BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
# 87



Tangan Phoenix mulai menjelajahi tubuh Lara yang licin karena efek air sabun. Kini tangannya sudah berada di atas perut Lara dan membelainya lembut.


"Kapan kau akan memeriksakan bayi kita lagi?" tanya Phoenix.


"3 minggu lagi," jawab Lara.


"Aku harus ikut. Aku ingin melihat perkembangan bayiku," ucap Phoenix.


"Kau ingin anak laki-laki atau perempuan?" tanya Lara.


"Apapun. Aku hanya berharap bayi kita selalu sehat. Aku akan benar-benar menjaganya," ucap Phoenix.


"Terkadang aku masih tak percaya bahwa aku akan memiliki anak. Aku akan memiliki keluargaku sendiri. Ternyata semenyenangkan ini jika hamil. Seharusnya aku melakukan inseminasi buatan sejak lama agar aku memiliki keluarga dari darah dagingku sendiri," kata Lara.


Phoenix memegang baju Lara dan membalikkan tubuhnya. Phoenix menatap wajah Lara yang basah.


"Tak boleh, kau hanya akan memiliki anak dariku," ucap Phoenix dengan nada posesif.


Lara mengulum bibirnya yang basah itu dan membuat Phoenix tergoda untuk menciumnya. Phoenix mengangkat tubuh Lara hingga duduk di atas pangkuannya.


Tangan Lara melingkar di leher Phoenix dan dadanya menempel sempurna dengan dada Phoenix yang penuh tato.


Phoenix mendongakkan kepalanya dan menyandar di bath tub, Lara semakin membalas ciuman Phoenix dengan penuh gairaah.


Tubuhnya mulai bergerak perlahan di atas Phoenix dan membuat area sensiitiff mereka menempel. Phoenix membelai tubuh basah Lara dan setelah beberapa lama, mereka melepaskan tautan bibirnya.


Phoenix mengangkat Lara dan membawanya ke bawah shower. Mereka kembali berciuman dan menyalakan air agar tubuh mereka bersih dari sabun.


Setelah membersihkan tubuh mereka dari sabun yang menempel, Phoenix mendudukkan Lara di meja marmer lalu memasukkannya dengan perlahan.


"Jika kau tak nyaman, katakan padaku," bisik Phoenix di telinga Lara.


Lara hanya mengangguk dan memegang erat bahu Phoenix.


"Aku hanya akan melakukannya sebentar saja," lanjut Phoenix dan mulai bergerak perlahan maju mundur.


Phoenix kembali mencium lehernya dan dadanya kemudian bermuara kembali pada bibir Lara yang merah itu.


"Katakan perasaanmu padaku," ucap Phoenix yang masih bergerak dengan tempo pelan.


Lara tak langsung menjawab. Dia hanya melihat dan menatap wajah pria tampan yang kini telah menjadi suaminya itu.


"Tell me," kata Phoenix lagi.


Lara menggigit bibirnya dan Phoenix menempelkan bibirnya pada bibir Lara.


"Please ... Tell me, Baby," bisik Phoenix.


Lara masih terdiam lama hingga akhirnya dia mengatakan sesuatu yang selama ini tak ingin diucapkannya.


"I love you," bisiknya.


"Aku tak mendengarnya," Phoenix tersenyum.


"Aku tak mengadakan siaran ulang," jawab Lara.


Phoenix tertawa pelan dan mencumbuu bibir Lara lagi dengan penuh cinta. Dia benar-benar tak menyangka Lara -- gadis yang ditemuinya 8 tahun yang lalu -- akan menjadi istrinya dan bahkan mengandung anaknya.


"I love you, Baby. Aku akan mengatakan hal ini padamu setiap hari agar kau tak meragukan cintaku," lirih Phoenix.


"Thank you," sahut Lara dengan suara yang sangat pelan hingga hampir tak terdengar.


Beberapa menit kemudian, mereka pun menyelesaikan ritual panas mereka di kamar mandi. Phoenix memeluk Lara dan kembali membawanya ke bawah shower untuk mandi kembali.


Seusai mandi, Lara dan Phoenix menuju ranjang. Sebelum itu, Lara mengambil hair dryer yang ada di laci sebelah ranjangnya dan menyalakannya.


Phoenix yang melihat hal itu langsung mengambil hair dryer itu dari tangan Lara dan membantu Lara mengeringkan rambutnya yang basah.


Lara hanya tersenyum menanggapinya.