BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#110



"Kau sudah membaik, Iris?" tanya Lara pada sahabatnya itu.


"Hmm ... Aku sudah membaik, Nona," jawab Iris yang masih sedikit lemas.


"Oh ya, tolong jangan sampai keluargaku mengetahui hal ini, Nona," jawab Iris.


"Jangan khawatir. Aku tak akan membuat bibi Lorris khawatir," jawab Lara.


"Maafkan aku. Ini semua karena aku," ucap Lara memegang tangan Iris.


"Oooh, kau mengatakan hal itu lagi. Aku sudah melakukan yang terbaik untukmu, Nona. Setidaknya aku sudah melakukan tugasku dengan baik dan Gonza tak akan mengomel lagi padaku," jawab Iris.


"Katakan padaku jika Gonza sampai memarahimu. Aku akan menyuruh suamiku untuk menghajarnya," sahut Lara yang disambut tawa oleh Iris hingga Iris memegangi perutnya karena tawa itu membuat perutnya sakit.


"Jangan tertawa, perutmu akan sakit," ucap Gonza tegas.


"Lihatlah, Nona. Dia melakukan hal itu padaku selama 24 jam. Dia lebih jahat daripada ibuku," kata Iris.


Lara tertawa mendengarnya. Dia cukup lega melihat keadaan Iris yang sudah jauh lebih baik. Apalagi Iris di jaga ketat oleh Gonza.


Kemampuan Gonza tak bisa diragukan untuk hal ini. Dia sangat disiplin dan hal itu justru membuat Iris tersiksa mengikuti aturan-aturannya.


"Kapan dokter memperbolehkanmu pulang?" tanya Lara.


"Sekitar seminggu lagi, Nona," jawab Gonza karena memang Gonza yang mengetahui hal itu.


"Kalian akan pindah di apartemen Lara. Dan kami akan berada di apartemenku. Lara ingin lebih bisa mengawasi Iris lebih dekat nanti," kata Phoenix.


"Baik, Tuan," jawab Gonza menunduk hormat.


"Apa kau bisa mengurusnya setelah pulang dari rumah sakit nanti, Gonza? Atau aku perlu memanggilkan perawat setiap dia akan mengganti perban di perutnya," ucap Lara.


"Tidak perlu, Nona. Aku akan merawatnya," jawab Gonza yang tentu saja hal itu membuat Iris sedikit terkejut karena itu artinya mereka akan berinteraksi lebih dekat.


"Ya, Tuan. Tak usah khawatir tentang hal ini. Dulu aku terbiasa melakukan hal itu ketika masih di militer," jawab Gonza.


"Aaah syukurlah, aku lega mendengarnya," kata Lara sembari mengedipkan matanya pada Iris.


Iris memang menyukai Gonza tetapi menjadi sedekat itu bersama Gonza nanti, pasti akan membuatnya gugup.


"Baiklah, kami akan pulang dulu. Lara sudah diizinkan pulang oleh dokter. Gonza, tolong jaga Iris dengan sangat baik karena dia adalah penyelamat istriku dan bayiku," ucap Phoenix.


"Ya, Tuan. Jangan khawatir, aku akan menjaganya dengan sangat baik," jawab Gonza dengan sangat yakin.


"Bye, Iris. Besok aku akan menjengukmu lagi." Lara mencium keduap pipi Iris.


"Manfaatkan hal ini dengan baik, Iris," bisik Lara di telinga Iris.


Iris tak menanggapi apapun karena dia memang tak tahu harus seperti apa. Dua hari dijaga oleh Gonza sudah membuat hatinya tak karuan apalagi jika Gonza merawatnya selama 24 jam penuh tanpa bantuan perawat?


Lalu Lara dan Phoenix pun keluar dari kamar perawatan Iris. Galy dan Velvet sudah pulang terlebih dahulu ke mansion bersama Damon.


"Kau tak ingin naik kursi roda saja menuju lobby, Baby? Karena jaraknya lumayan jauh." Phoenix menggandeng tangan Lara.


"Tidak perlu. Berjalan membuatku sehat," jawab Lara.


"Tapi itu terlalu jauh," ucap Phoenix.


"Hentikan sikap berlebihanmu itu, Honey. Please," sahut Lara.


"Baiklah, katakan padaku jika kau kelelahan." Phoenix dan Lara masuk ke dalam lift.


Lara menghentikan langkahnya dan kemudian berbalik menghadap pria tampan itu lalu mengecup bibir Phoenix ketika mereka baru masuk di dalam lift.