
Phoenix mendudukkan Lara di atas pangkuannya.
"Kau masih ingin berendam lama?" tanya Phoenix.
"Kau menginginkan hakmu sekarang?" tanya Lara balik.
"Aku mementingkan dirimu. Semua terserah padamu," jawab Phoenix mengecup bibir basah Lara.
Lara menangkup pipi Phoenix dan membalas kecupannya.
"Aku sudah selesai," jawab Lara dan kemudian Phoenix membawa Lara menuju shower.
Phoenix membantu membilas tubuh Lara dan membersihkan tubuhnya dari banyaknya sabun yang menempel.
Lara menengadahkan wajahnya melihat wajah Phoenix yang semakin tampan jika terguyur air.
Phoenix juga melihatnya dan kemudian mencium bibirnya. Phoenix mematikan showernya dan tubuh mereka yang basah membuat mereka semakin bergairah.
"Aku tak ingin kau sakit jika kita bercinta di sini," lirih Phoenix dan mengambil handuk dengan tangan kanannya lalu melilitkannya ke tubuh Lara.
Phoenix kemudian juga memakai handuk dan menggendong Lara keluar dari kamar mandi.
Phoenix kembali mencium bibir Lara dengan penuh gairahh dan Lara membalasnya tak kalah panas.
"Hmmpphh ... I miss you," bisik Phoenix dengan bibir yang masih mencium bibir seksi Lara.
Lara tersenyum dan Phoenix merebahkan tubuh Lara di ranjang.
Phoenix masih berciuman dengan Lara dalam waktu yang lama.
Phoenix membuka handuknya dan handuk Lara kemudian menciumi seluruh tubuh Lara yang kini tak memakai apapun lagi.
Tubuh Lara menggeliat di bawah tubuh kekar Phoenix. Dan Lara menciumi dada Phoenix yang terlihat menggoda di matanya.
Tangan Lara menyusuri perlahan punggung kokoh Phoenix dan Phoenix tetap menciumi tubuh Lara sampai ke ujung kakinya.
Setelah itu, Phoenix kembali mencium bibir Lara dan menatap matanya.
"I'm on top," bisik Lara.
Phoenix tersenyum miring dan membalikkan posisi tubuh mereka. Lara mulai menciumi leher dan tubuh Phoenix yang selalu membuat Lara bergetar ketika menyentuhnya.
"Baby, bisakah kau mempercepatnya? Aku benar- benar tak tahan," lirih Phoenix.
"Aku ingin menyiksamu," kata Lara yang kini ciumannya sudah berada di perut sixpack Phoenix.
"Oooohhh, Honey. Aku saja yang melanjutkannya," kata Phoenix tersiksa dan menindih tubuh Lara kembali kemudian segera memasukkan miliknya ke inti tubuh Lara.
"Honey, kau menyerobot tugasku," protes Lara.
"Sorry, Baby. Aku tak bisa menahannya," kata Phoenix dengan lidah yang bermain di dada Lara sedangkan tubuhnya bergerak dengan tempo sedang di atas tubuh Lara.
Desahaan Lara terdengar di seluruh kamar ini.
Tangan mereka saling menggenggam bertautan dengan mata saling berpandangan.
Phoenix tersenyum dan kembali mencium bibir Lara. Kemudian dia membalik tubuh Lara dan kini Lara berada di atas tubuhnya kembali.
"I'm yours (aku milikmu). Lakukan apapun maumu padaku," lirih Phoenix.
Lara tertawa pelan dan mulai menggerakkan tubuhnya perlahan di atas tubuh Phoenix Tangannya bertumpu di perut sixpack sang suami.
Tangan Phoenix memegang erat pinggul Lara yang seksi dan membantunya bergerak mengikuti gerakan irama tubuhnya.
"Aahh..." Lara menggigit bibirnya menikmati gerakannya di atas tubuh Phoenix.
Lara tetap mengontrol gerakannya agar kandungannya tetap aman. Dan Lara bahkan sudah beberapa kali mendapatkan puncak kepuasannya.
Phoenix kembali mengambil alih permainan panasnya lagi. Dia membalikkan posisi tubuh Lara dan tangannya mulai memainkan dada Lara.
Tubuhnya bergerak dan menciumi kembali dada Lara yang penuh dan harum itu.
Mereka mendesah dengan suara bersahutan dan sama sama menikmati permainan ranjangnya kali ini.
Di akhir permainan, Phoenix mengangkat kaki Lara hingga bertumpu di dada bidangnya.
Phoenix pun menutup kegiatan ranjang ini dengan gerakan cepatnya hingga mereka sama sama merasakan puncaknya bersama.
Setelah itu, Phoenix memeluk Lara dan mengecup keningnya yang berkeringat.
"Love you, Baby," bisik Phoenix di telinga Lara.
"Love you too, Honey," jawab Lara tersenyum.