BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#44



Keesokan paginya, keluarga besar Robert berkumpul di meja makan termasuk Davina. Kepalanya tampak diperban.


"Ada apa dengan kepalamu, Davina?" tanya Velvet yang tepat ada di seberang tempat duduknya.


"Aku terjatuh semalam," jawab Davina tersenyum.


"Oh God ... Semoga kau cepat sembuh," ucap Velvet.


Phoenix hanya mengawasinya dari tempatnya duduk. Makan pagi berlangsung dengan santai dan mereka semua akan kembali ke New York siang ini.


Usai itu, Phoenix mengikuti Rey ke ruang kerjanya karena ingin membicarakan sesuatu dengan daddynya.


"Ada apa? Apakah masalah bisnis?" tanya Rey.


"Daddy tahu sesuatu, ya kan? Daddy selalu memeriksa latar belakang seseorang yang akan berbisnis dengan kita termasuk Lara," jawab Phoenix.


"Hmm, daddy hanya akan mengawasinya selama itu masih di dalam batas wajar," ucap Rey.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi pada Lara dan Davina di masa lalu?" tanya Phoenix to the point karena dia tak suka dengan ketidak jelasan yang justru akan membuat semuanya runyam dan salah paham.


"Apa yang kau tangkap dari sikap Davina selama ini itu berbanding terbalik dengan sikapnya dulu terhadap Lara. Daddy tahu bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan dan punya hak untuk merubah sikapnya. Davina sudah mencoba hal itu dan tak ingin melakukannya lagi. Tapi tidak dengan Lara yang mempunyai luka yang menganga besar di dalam hatinya pada Davina."


"Daddy belum menjawab pertanyaanku," kata Phoenix.


"Lara pernah dijebak oleh Davina dengan menyuruh seseorang untuk melakukan pelecehan seksual padanya. Dan Lara hampir saja diperkosa karena hal itu. Laki-laki itu memotret Lara dengan pose vulgar dan Davina mengunggahnya ke internet. Hal itulah yang membuat Lara di keluarkan dari universitas dan beasiswanya di cabut. Lara dianggap sebagai pelaku prostitusi anak dan bahkan dia terusir dari tempat kerjanya." jawab Rey.


"What???? Davina melakukan semua itu?" Phoenix speechless mendengar kenyataan ini.


"Kau tahu bagaimana tuan Silas mengenal Lara? Ketika itu Lara ingin menabrakkan dirinya ke mobil Tuan Silas yang melaju di jalan raya," lanjut Rey yang semakin membuat Phoenix tak bisa berkata-kata.


"Kita tak bisa menghakimi Lara saat ini, Phoenix. Kita berada di dalam dilema yang besar. Kita sudah menganggap Davina keluarga dan kesalahannya di masa lalu memang sangat fatal. Lara bisa saja melakukan hal yang kejam pada Davina karena Davina lah pusat dari segala masalah yang terjadi pada Lara dulu," Rey duduk bersandar di meja besar dan melipat tangannya.


"Apa maksud daddy? Hal kejam apa yang akan dilakukan Lara?" tanya Phoenix.


"Laki-laki yang disuruh oleh Davina untuk melecehkan Lara dulu kini masih terbaring di rumah sakit dengan keadaan kakinya sedikit hancur dan akan menjadi cacat seumur hidupnya. Dia adalah seorang model pria yang cukup terkenal sekarang. Karena hal itu, membuat dia kehilangan semua jobnya dan hidupnya terpuruk," lanjut Rey.


Rey cukup banyak memiliki koneksi, jadi tak sulit untuk mencari informasi tentang Lara bahkan kejahatan apa saja yang telah dilakukannya meskipun kejahatan itu sudah ditutup bersih oleh Lara.