BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#129



"Kau yakin akan memakan makanan buatanku ini, Baby?" tanya Phoenix yang sanksi dengan makanan buatannya sendiri.


Lara mengangguk dan mulai memakan fetucini carbonara buatan Phoenix.


Lara yang memaksa Phoenix membuat makanan pasta asal italia itu untuk dirinya.


Makanan yang cukup sederhana cara memaksanya, tetapi tetap membuat Phoenix kewalahan melakukannya karena dia tak pernah memasak sebelumnya.


"Ini lumayan enak. Cobalah," ucap Lara sembari memakan pasta itu.


Phoenix mengangkat alisnya dan masih tampak ragu dengan apa yang dikatakan Lara.


"Baiklah, aku akan menghabiskan semuanya jika kau tak mau," kata Lara.


Lalu Phoenix mengambil garpunya dan mencoba mencicipi makanan buatannya sendiri.


Phoenix mengunyah dan mulai merasakan rasa dari makanan itu.


"Hmm ... Ini memang benar enak," ujarnya.


"Aku tak percaya bisa memasak makanan seenak ini," ucap Phoenix heran.


Lara tertawa pelan dan akhirnya mereka pun makan sepiring berdua seporsi besar pasta itu.


Kini piring besar itu sudah tampak bersih dari sisa-sisa pasta sekalipun.


Lara dan Phoenix benar-benar menghabiskan makanan itu sampai tak bersisa sama sekali.


"Aaahh ... Aku benar-benar kekenyangan," kata Lara menyandarkan tubuhnya di kursi kayu itu.


Lara mengusap perutnya yang mulai terlihat sedikit menonjol itu.


Phoenix kemudian berdiri dan mengambilkan segelas air lagi untuk Lara.


"Thank you, Honey," ucap Lara tersenyum.


"Kau terlihat sangat manis. Apa ada lagi daftar makanan yang ingin kubuatkan untukmu, Baby?" tanya Phoenix penuh selidik.


Lara mengangguk semangat.


"Banyak," sahutnya singkat.


"Oh my ..." ucap Phoenix sembari menggelengkan kepalanya.


"Kita panggil bibi Lorris saja," lanjut Phoenix.


"Tidak, bayi kita ingin dimasakkan oleh daddynya," jawab Lara dengan wajah yang sumringah.


*


*


Lara membuka lebar-lebar jendela kamarnya malam itu karena dia ingin melihat bintang dari kasurnya ketika dia akan tidur nanti.


"Honey, kau akan masuk angin jika membukanya terlalu lebar," ucap Phoenix mengingatkan Lara.


"Tidak, aku akan memakai selimut dan memelukmu agar tetap hangat," jawab Lara keras kepala.


Phoenix hanya bisa mengikuti keinginan ibu hamil yang menggemaskan ini daripada kena semprotan omelannya.


"Jangan melepas bajumu untuk malam ini," ucap Phoenix lagi.


Lara menautkan alisnya dan berbalik menoleh ke arah Phoenix yang sudah ada di ranjang.


Lara berjalan dan langsung membuka kaos longgarnya lalu menaruhnya di pinggiran besi tempat tidur.


"Ooohh, Baby ... Kau benar-benar susah diberitahu," kata Phoenix yang melihat Lara hanya memakai celanaa dalaamnya saja kini.


Lara menuju ke arahnya dan masuk ke dalam selimut dengan gerakan perlahan dan di mulai dari arah bawah selimut.


Dadanya menyentuh kaki Phoenix yang membuat Phoenix tersenyum karena tingkah vulggaar istrinya itu.


Tak di sangka Lara pun bermain di area sensiitif Phoenix dan membuka celananya.


"Baby ... Ooohh ... Shiitt," umpat Phoenix pelan karena Lara berhasil membangkitkan gairaahnya hanya dengan gerakan seperti itu.


Entah apa yang Lara lakukan di bawah selimut hingga membuat Phoenix mendesah keras.


"Aaarrhhhh," desahnya kembali dan kemudian kepala Lara muncul dari balik selimut dengan senyum nakalnya.


"Kau suka?" tanya Lara yang kini ada di atas dada Phoenix dan menguluum puncak dada suaminya itu.


"Kau dalam mood yang sangat bagus malam ini?" tanya Phoenix.


Lara mengangguk dengan masih menciumi dada Phoenix.


TBC ..🤣