BECOME AN ANTAGONIST

BECOME AN ANTAGONIST
#63



"Halo, Sayang," sapa Silas pada Lara dan Lara mencium kedua pipinya.


"Kapan uncle datang dari Dubai?" tanya Lara.


"Kemarin sore," jawab Silas.


"Halo, Phoenix. Bagaimana kabarmu?" tanya Silas.


"I'm great," jawab Phoenix tersenyum sembari menjabat tangan Silas.


"Ya, terlihat dari wajahmu. Tampak sangat segar," ucap Silas yang membuat Lara sedikit salah tingkah dan langsung duduk.


Lalu mereka bertiga pun makan pagi bersama dengan suasana yang tenang. Silas yang cukup banyak bercerita di momen makan pagi ini.


Sedangkan Phoenix dan Lara hanya sebagai pendengar saja. Tangan Phoenix tampak bermain di atas paha Lara yang ada di bawah meja.


Mereka duduk bersebelahan dan itu cukup membuat tangan Phoenix bergerak leluasa.


Dia suka melihat Lara yang salah tingkah dan Lara mencoba menyingkirkan tangan Phoenix yang dengan nakalnya menggerayangi paha Lara hingga ke pangkalnya.


"Are you okey, Lara? Kau tampak sedikit gelisah," ucap Silas.


"Tidak, aku hanya ingin kita cepat berangkat karena meeting akan segera dimulai," jawab Lara tersenyum canggung.


Phoenix dengan santainya menyeruput kopi panasnya dan tersenyum.


"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang," ucap Silas.


Dan akhirnya mereka pun beranjak dari kursinya lalu berjalan bersama dengan posisi tuan Silas di depan sedangkan Lara dan Phoenix di belakang.


Phoenix dengan usilnya memukul pelan bokong sexy Lara ketika mereka berjalan.


"Oh my God ... I'll kill you," bisik Lara sambil membelalakkan matanya pasalnya Phoenix melakukan hal itu ketika masih ada tuan Silas di depannya.


Phoenix tersenyum miring dan suka melihat kekesalan Lara.


Hal itu menjadi hiburan baginya. Menggoda seorang wanita perfeksionis dan dingin seperti Lara dan itu ternyata sangat menyenangkan baginya.


Lara berangkat ke perusahaan bersama tuan Silas. Sedangkan Phoenix memakai mobilnya sendiri.


Mereka akan mengadakan meeting di perusahaan Phoenix kali ini.


Mereka akhirnya tiba di perusahaan dalam waktu yang bersamaan. Phoenix dan Tuan Silas berjalan berdampingan dan kali ini Lara berjalan di belakang Phoenix.


Lara memandang tubuh atletis Phoenix dari belakang dan itu otomatis membuat Lara membayangkan kegiatan panas yang mereka lakukan tadi pagi.


Wajah Lara memerah karena membayangkan hal itu. Dia tak menyangka efek sentuhan Phoenix begitu besar pada dirinya.


Meeting pun di mulai dan kali ini tuan Silas ikut mengawasi jalannya meeting. Dia cukup puas dengan hasil kerja Lara.


Semuanya berjalan lancar dan hasilnya cukup baik bagi perusahaan barunya itu. Silas tampak tersenyum puas dengan hal itu.


Meeting berjalan lancar hingga 2 jam berlalu. Tuan Silas langsung pergi karena dia harus melanjutkan perjalanan bisnisnya lagi ke Inggris.


Begitu juga dengan Lara. Dia langsung pergi ke perusahaannya setelah meeting berakhir.


*


*


*


Siang menjelang. Ponsel Lara berbunyi dan Lara segera mengangkatnya karena itu dari Phoenix.


"Ada apa?" tanya Lara.


"Kemarilah, ada yang ingin kubicarakan sebelum berangkat ke Rusia," ucap Phoenix.


"Tentang bisnis?" tanya Lara.


"Ya, bisnis kita," jawab Phoenix.


"Oke," jawab Lara singkat dan menutup teleponnya.


Phoenix sudah terbiasa dengan sikap datar Lara yang tak suka basa basi dan to the point.


Setengah jam kemudian, Lara sudah berada di perusahaan Phoenix dan langsung menuju ruangannya.


"Apa ada yang terlupa dari meeting kita tadi?" tanya Lara.


"Hmm, kemarilah," jawab Phoenix.


Lalu Lara menghampiri Phoenix ke dekat mejanya. Phoenix beranjak dari kursinya dan mendudukkan tubuh Lara di meja kebesarannya.


Phoenix menatap mata biru Lara dan mencium bibir Lara yang sudah tampak terbuka.


Tangannya mulai bermain di paha Lara dan masuk ke dalam rok Lara.


"Apa yang kau lakukan? Di sini kantor dan banyak orang," Lara menahan dada Phoenix.


"Aku sudah mengunci pintunya," jawab Phoenix sembari menciumi leher Lara.


TBC ... 😁