
"Aku ingin menyentuhmu," ucap Lara tersenyum miring yang kini posisinya berada di atas tubuh Phoenix.
Lara mulai mencium bibir Phoenix dengan penuh cinta. Lara sadar bahwa dia sangat mencintai suami tampannya ini dan ingin melakukan percintaan panas dengan penuh keintiimann malam ini.
Lara menggelung rambutnya agar tak mengganggu geraknya di atas tubuh Phoenix.
Phoenix yang melihat dada Lara terpampang sempurna di matanya tentu saja langsung meremaassnya dengan lembug.
Hal yang tak boleh dilewatkan tentunya.😁
Kemudian Lara memegang tangan Phoenix yang menangkup dada bulatnya itu dan meletakkan di atas kepalanya.
Phoenix tersenyum smirk dan mengikuti saja permainan Lara. Dia membiarkan Lara memimpin kali ini.
Kini tangan Lara menelusuri kembali perut sixpack Phoenix yang sexy. Bibir dan lidahnya bermain di sana hingga Phoenix merasa gairahhnya semakin memuncak.
Tangan Lara kembali turun ke bagian bawah dan meraba sesuatu yang tampak telah mengeras.
"Oooohh, bisakah kau memulainya, Sayang?" desah Phoenix.
Lara tertawa kecil dan tangannya masih bermain liar di sana. Phoenix mengumpat pelan karena hal itu.
"Honey, tahan umpatanmu. Bayi kita bisa mendengarnya," ucap Lara tersenyum nakal.
"Baby, please," mohon Phoenix agar Lara segera masuk ke adegan utamanya.
Lalu Lara mulai memasukkannya dengan perlahan dan bergerak di atas tubuh Phoenix.
Gerakannya sangat pelan dan justru itu yang semakin menyiksa Phoenix. Rambutnya yang digulung, kini telah terurai kembali.
Dan itu membuat Lara terlihat semakin cantik di mata Phoenix.
"You're so beatiful," lirihnya.
Lara kemudian mencium bibir Phoenix dengan masih bergerak di atas tubuh pria sexy itu.
Tangan Phoenix mencengkeram pelan bokong padat Lara yang menjadi favoritnya sejak dulu.
"Kau tahu? Aku selalu melihat bokongmu ketika kau berjalan di depanku dulu, sewaktu kita masih sering meeting bersama," ucap Phoenix ketika Lara melepaskan ciumannya.
"Tidak, aku hanya melihat bokongmu saja. Percayalah," kata Phoenix dan semakin meremaass bokong Lara yang memang terbilang cukup sexy itu.
"Aku tak percaya kita membicarakan sesuatu se-random ini di dalam percintaan kita." Lara tertawa kecil dan menjilat daun telinga Phoenix.
Phoenix tersenyum dan tubuhnya ikut bergerak di bawah tubuh Lara.
"Kau pria terseksi yang pernah kutemui," bisik Lara.
"Pakai aku sepuasmu," ucap Phoenix yang membuat Lara tertawa.
"Aku suka tawamu." Phoenix melumaat bibir indah Lara dan dada Lara menempel sempurna di atas dada bidangnya.
Lara sudah mencapai kepuasaannya 2 kali dan dia tak berani terlalu banyak bergerak karena mempertimbangkan bayi yang ada di dalam perutnya.
"Apakah kau sudah selesai, Sayang? Aku ingin menaikimu," ucap Phoenix.
Lara mengangguk. "Sekarang, naiki aku sepuasmu," ucap Lara.
Phoenix menyunggingkan senyumnya dan mengubah posisinya menjadi di atas tubuh Lara.
"Katakan padaku jika kau lelah," ucap Phoenix sembari menciumi dada Lara.
"Hmm, aku tak akan pernah lelah untuk hal seperti ini," jawab Lara.
"Kau benar-benar wanita kuat, Baby," sahut Phoenix yang masih sibuk menciumi tubuh polos dan mulus Lara.
Hingga beberapa menit berlalu, akhirnya mereka mengakhiri permainan ranjang malam ini dengan sangat puas.
Kegiatan pengantar tidur ini cukup membuat Lara nyenyak dalam tidurnya. Lara memeluk tubuh Phoenix di dalam selimut tebal yang kini sudah berada di alam mimpinya.
Phoenix melepas tangan Lara yang melingkar di perutnya, lalu dia beranjak dari ranjang.
Pria sexy itu tampak berjalan ke arah jendela yang masih terbuka lalu menutupnya.