
Keesokan siangnya, Velvet menelepon Lara untuk makan siang bersama sebelum Velvet pulang ke New York bersama keluarga besarnya besok pagi.
Velvet sudah menunggu di restoran dekat dengan perusahaan Lara agar Lara tak terlalu jauh pergi.
"Maaf, Kak. Apakah kakak menunggu lama?" tanya Lara yang baru datang terburu-buru.
"Tidak, Lara. Aku baru saja datang. Duduklah," jawab Velvet tersenyum.
"Kau pasti sangat sibuk ya?" tanya Velvet.
"Ya sedikit, karena aku baru menjalankan perusahaan ini," jawab Lara.
"Pesanlah makanan," ucap Velvet.
Lara mengangguk dan membuka buku menunya. Setelah itu mereka pun memesan makanan. Sembari menunggu makanannya datang, Lara dan Velvet bercerita banyak. Lara banyak menanyakan tentang keluarga Velvet terutama anak-anak Velvet.
Hingga akhirnya makanan pesanan mereka pun datang. Mereka makan siang bersama. Kini mereka tengah menikmati desert hidangan penutup makan siang mereka.
"Maaf jika kakak ikut campur. Apakah kau membenci Davina?" tanya Velvet hati-hati.
Lara tahu bahwa lambat laun Velvet pasti akan menanyakan hal ini pada Lara.
Lara hanya mengangguk.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Karena kakak tak ingin berat sebelah memandang masalah ini. Kakak ingin mendengar hal ini darimu juga." ucap Velvet.
"Aku tak ingin membahasnya dan mengungkitnya. Tetapi aku tetap tak bisa memaafkan Davina sampai kapanpun. Maaf, Kak," jawab Lara.
Velvet kemudian mengangguk dan memegang tangan Lara. Jawaban Lara cukup membuat Velvet berhenti dan membuatnya mengerti bahwa Lara tak ingin Velvet atau siapapun ikut campur dalam masalah internalnya dengan Davina.
"Itu hakmu, Lara. Kakak tak merasakan apa yang kau rasakan. Kakak tak akan memaksamu bercerita," ucap Velvet tersenyum.
Lara ikut tersenyum karena Velvet cukup memahaminya. "Terima kasih, Kak," ucap Lara.
"Kakak jadi pulang hari ini?" tanya Lara mengalihkan pembicaraan.
"Tidak, kami akan merayakan ulang tahun Phoenix lagi nanti malam karena ada anggota keluarga kami yang terlambat datang kemarin. Datanglah ke mansion kami," kata Velvet.
"Tidak, Kak. Itu tidak perlu," jawab Lara.
"Tapi Kak ..."
"Sudahlah, aku ingin kita bersenang-senang bersama. Kau ingat ketika kita berdansa bersama di tempat pembinaan? Kau sangat hebat dalam menari dan kita harus mengenang nostalgia kita itu," kata Velvet.
"Aku sudah lama tak menari, Kak," jawab Lara tertawa pelan.
"No ... No ... No ... Kau harus menari nanti malam bersamaku," kata Velvet bersikeras.
"ini ..." Velvet memberikan sebuah bungkusan kertas besar berwarna coklat.
"Apa ini?" tanya Lara.
"Aku membelikanmu baju untuk kau pakai nanti malam. Bajunya senada dengan bajuku. Kau harus memakainya karena kita memakai tema di pesta ini," titah Velvet.
"Kakak ..."
"Hei hei hei ... Kau tak boleh menolak dan harus memakainya. Jika tidak, aku akan marah padamu," ucap Velvet.
Lara tersenyum dan akhirnya mengangguk.
"Good girl," kata Velvet.
Setelah makan siang, Lara langsung kembali ke perusahaannya. Sedangkan Velvet kembali ke mansion keluarga besarnya.
*
*
Malam harinya, Lara bersiap untuk ke pesta ulang tahun Phoenix. Lara melakukan hal itu hanya untuk Velvet saja bukan yang lainnya.
Lara memakai baju bermotif bunga yang ceria dan bermodel sedikit sexy karena menampakkan sedikit perutnya. Karena memang tema pestanya adalah keceriaan musim panas yang pas dengan musim kali ini.
Lara menaiki mobilnya sendiri dengan didampingi oleh Gonza dengan supirya yang mengikutinya dari belakang meskipun Velvet sudah menawarinya untuk dijemput oleh supir keluarga Robert.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤