
"Kau memancingku, Baby," lirih Phoenix yang kini merengkuh pinggang Lara.
"Aku sangat merindukanmu. Kau tak menciumku sama sekali beberapa hari ini," jawab Lara.
Phoenix tertawa pelan dan menyesap bibir Lara dalam-dalam sebelum pintu lift terbuka.
TING ...
Pintu lift terbuka ...
Lara dan Phoenix segera keluar dan menuju lobby yang jaraknya lumayan jauh itu. Phoenix merangkul bahu Lara dan Lara tangan kiri Lara melingkar di pinggang Phoenix.
Lara sudah tampak sehat sekarang. Moodnya sangat baik hari ini. Insiden beberapa hari yang lalu tak terlalu mempengaruhinya. Dia hanya khawatir pada Iris saja.
Sesampainya di lobby, Lara dan Phoenix langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan dengan supir di dalamnya.
"KIta akan ke mansion atau ke apartemen?" tanya Phoenix sembari memencet tombol penyekat antara bangku supir dan penumpang.
"Apartemen," jawab Lara dan langsung naik ke pangkuan Phoenix ketika penyekat itu sudah naik ke atas dan kini mereka memiliki privasi dari supir yang sedang menyetir di depan.
Phoenix tersenyum lebar dan menarik pinggang Lara agar lebih menempel pada tubuhnya.
"Kiss me," bisik Phoenix.
Lara tersenyum dan mulai mencium bibir Phoenix dengan perlahan dan gerakan yang lembut.
LIdahnya mulai lihai bermain yang menyelinap diantara bibir sexy Phoenix. Kini Lara memainkan lidahnya di dalam mulut Phoenix dan lidah merekapun saling beradu dengan panas.
"Hmmmpphh ..." suara ******* Lara mulai terdengar lirih.
Tangan Phoenix mulai masuk ke dalam kaos abu-abu Lara yang lebar itu. Phoenix bahkan membuka pengait bra yang dipakai Lara.
Lara tak menolak hal itu. Kini kepala Phoenix masuk ke dalam baju Lara dan mulai mengeksplore dada Lara yang beberapa hari ini tak di sentuhnya.
Suara tawa kecil Lara terdengar dan membuat Phoenix semakin lahap menikmati dadanya. Kemudian Phoenix dengan cekatan membuka bra Lara dan meletakkannya di kursi.
Kini Phoenix lebih puas meraba dan menguasai dada Lara dengan tangan dan semakin leluasa menciuminya.
"Kita hampir sampai," bisik Lara.
Lalu Phoenix mengeluarkan kepalanya dari dalam kaos Lara dan menengadah melihat wajah istri cantiknya itu.
Lara menangkup wajah Phoenix dan mencium bibirnya.
"Kau sudah puas?" tanya Lara pelan.
"Itu baru pembukaan, Honey," jawab Phoenix yang kemudian mengecup bibir Lara.
"Aku tak sabar dengan inti hingga ******* ceritanya, Honey," lirih Lara.
"Kau tak penasaran dengan endingnya?" Phoenix mengecup dagu Lara.
"Sangat," sahut Lara dengan suara yang menggoda.
"Kau pintar menggoda sekarang." Phoenix menelusuri leher Lara dan bibirnya.
"Hmm, aku hanya ingin mengimbangimu yang sangat pintar menggoda," jawab Lara tertawa kecil.
Beberapa menit kemudian, mobilpun berhenti pas di depan lobby apartemen. Mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam lift. Di dalam lift, Lara dan Phoenix kembali berciuman.
Punggung Lara bersandar di dinding lift yang dingin. Phoenix merengkuh pinggang Lara dan sedikit mengangkatnya agar Phoenix tak terlalu menunduk ketika menciumnya.
Lara melingkarkan tangannya di tengkuk leher Phoenix dan menikmati ciuman mereka yang dalam dan panas.
Cukup lama mereka berciuman dan baru berhenti ketika pintu lift kembali terbuka di lantai apartemen mereka. Phoenix tertawa pelan dan menggandeng tangan Lara hingga masuk ke dalam apartemen mereka.
Bunyi ponsel mengganggu kegiatan panas mereka ketika mereka baru saja masuk ke dalam apartemen.
Bunyi ponsel yang tak kunjung berhenti membuat Phoenix mengumpat. Lara mengambil ponsel Phoenix yang ada di kantong coat Phoenix di saat mereka masih berciuman.
Lara melihat nama di layar ponsel dan langsung menahan dada Phoenix agar menghentikan ciumannya.
"Ini mommy," ucap Lara.
"Oh God. Jangan mengangkatnya," jawab Phoenix.
"Tak bisa. Mungkin saja ini penting," sahut Lara dan mengangkat panggilan telepon itu.