Vita Nova

Vita Nova
Episode 97 "Imbas"



Flashback


"Vel,tolong."


"Baiklah."


Vel mendekati Remina dan menarik paksa lengan wanita itu.Cincin berwarna putih dan hitam ia ambil.


"ANDA LANCANG SEKALI!" teriak Remina tidak terima dengan perlakuan Vel.


"Cincin ini sangat berbahaya,Tuan Putri.Anda nekat sekali ya." ucap Vel.


"Baginda,kedua cincin itu adalah cincin yang berisi sihir asing yang menyerang pelindung kekaisaran dan mengambil sihir Tuan Saint."


"!?"


.


.


Episode 98


"Jadi penyebab lemahnya pelindung karna ini?!"


"Kakak benar. Vel sendiri bilang merasakan sihir asing di istana walau samar-samar,tapi sekarang makin kuat karna pemiliknya mengalami emosi berat. Tuan Putri,anda pasti sangat emosi karna ketahuan bukan?" Lily menegaskan kata-katanya. Felix yang murka hendak berteriak tapi,Chaster berdiri dan langsung bersujud di depan Felix.


"Baginda!! Tolong ampuni adik saya!"


Semua orang terkejut kecuali Vel. Dia sudah tau alasan dibalik semua kejadian ini.


"Pangeran,berdirilah." ucap Felix sambil membantu Chaster berdiri.


"Ini salah saya..jadi tolong jangan hukum adik saya.." ucap Chaster memohon.


"Pangeran,anda bisa menjelaskan semuanya pelan pelan,lalu akan kami pertimbangkan semua ini.." ucap Lucas pada Chaster. Chaster mengangguk dan menjelaskan semuanya.


"Sebenarnya ini karna perintah ayahanda. Ayahanda sedang mengembangkan sebuah teknologi dari sihir yang akan membantu kemajuan kerajaan,tapi beliau begitu rakus dan tamak.Sihir yang beliau ciptakan untuk kemakmuran rakyat menjadi tidak terkendali dan mengorbankan banyak nyawa.Sihir itu tercipta dari emosi para manusia yang lama kelamaan akan membunuh mereka.Ayahanda membuat tempat yang berisi rakyat kecil dan tidak terurus di setiap wilayah,menarik emosi mereka dan menjadikannya tumbal.Kurang 1 langkah lagi dimana ayahanda membutuhkan sihir putih yang kuat untuk menjinakkan sihir itu untuk dirinya sendiri.Karna hal itulah saat mendapat surat pemilihan permaisuri, ayahanda mengutus Remina dan saya untuk mengambil kekuatan Saint.Sebelum acara penyambutan,saya sudah berniat menghentikan ini semua,tapi Remina tidak mendengar saya karna ayahanda berjanji akan menjadikan Remina permaisuri satu-satunya..tanpa Kaisar. Ayahanda berencana menyatakan perang pada kekaisaran dengan memanfaatkan kami berdua."


Penjelasan Chaster membuat Felix ,Lily dan Lucas sangat kaget.Ini tidak bisa dibiarkan. Felix menahan amarahnya yang sudah dipuncak kepala.


"Hah..Untuk sekarang putri Remina dan pangeran Chaster akan di tahan atas kejahatan dan rencana licik mereka.Hukuman akan diputuskan saat pelindung sudah diperbaiki."


Lucas memanggil para kesatria dan memerintah untuk mengamankan Remina dan Chaster ke penjara.Vel tersenyum,ia mengamankan cincin Remina dan membuka suara.


"Baginda,apakah anda akan menerima pernyataan perang Raja Kerajaan Clovarn?" tanya Vel.


"Tentu tidak.Tapi, ini akan membahayakan rakyat kerajaan Clovarn dan kekaisaran." jawab Felix bingung.


"Kalau begitu,bagaimana jika saya 'hilangkan?' ujar Vel sambil tersenyum.


"Eh? Apa maksudmu?"


"Vel,jangan macam-macam." ujar Lily.


"Tapi,ini akan membahayakan kekaisaran.Aku hanya akan menghilangkan raja dan sihirnya." ucap Vel riang.


"Bagaimana, Baginda?" tanya Lucas.


"Hapus sihirnya dan bawa rajanya kemari." jawab Felix.


Vel menunduk dan menghilang begitu saja dari hadapan mereka.


"Lily,dimana Ian?" tanya Lucas.


"Dia sedang meninjau wilayah perbatasan.Sepertinya ada perkembangan terhadap pelindung." jawab Lily.


"Baginda,anda harus kembali dan mempersiapkan mengadakan rapat darurat sampai Ian kembali." ucap Lucas.


"Baiklah,ayo.Marchioness,saya akan kembali terlebih dahulu.Apakah anda akan kembali ke kuil?" tanya Felix.


"Tidak,saya hendak berkunjung terlebih dahulu ke tempat Yesra dan Yusto." jawab Lily.


"Baiklah kalau begitu.Saya permisi." Felix mengecup punggung tangan Lily dan pergi.


Lily melihat Felix dan Lucas berjalan menjauh.Lucas memukul kepala Felix tanpa ragu.Dia sepertinya emosi karna Felix mengecup punggung tangan Lily.


"Mereka tetap akur ya." gumam Lily.


.


.


"Tuan Putri,Yang Mulia Miscess datang berkunjung."


"APA?! Lily?!"


Yesra bergegas keluar dari kamarnya dan menuju pintu.Disana terlihat Lily berdiri menunggu sambutannya.


"Lily!!"


"Yesra!"


Yesra langsung memeluk erat Lily begitu bertemu.Belum lama mereka bertemu tapi Yesra memang tidak bisa jauh-jauh dengan Lily terlalu lama.


"Apa kamu baik-baik saja? Aku datang karna masalah pada acara teh mu."


"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?? Ayo masuklah."


"Maaf ya merepotkan."


.


"S-siapa kau?! Berani-beraninya mengacaukan rencanaku!"


"Berisik.Ikutlah denganku."


"Apa?! Akh!!"


"Akan lebih baik jika membiarkan mu terikat seperti ini sebentar."


.


Ruang Kerja Kaisar


"Grand Duke Darvin menghadap Baginda Kaisar,Matahari Kekaisaran." Ian pergi ke ruang kerja Felix begitu pulang dari peninjauan di perbatasan.Firasat nya tidak enak karna itu dia pulang lebih awal.


"Akhirnya kau kembali.Aku ada rapat sebentar lagi untuk membahas masalah Putri Demiera dan..hukuman untuk pelaku." ujar Felix.


"Pelaku?Apakah sudah ditemukan?!" tanya Ian.


"Pelakunya..Putri Remina." jawab Felix. Ian sedikit kaget karna Putri Remina terkenal pendiam dan sangat elegan,hatinya begitu baik dan lembut.


"Sedikit mencengangkan." ujarnya.


"Awalnya aku juga tidak percaya,tapi itu semua ternyata berkaitan dengan ayah mereka." balas Felix.


tok! tok!


"Baginda,ini saya."


"Masuklah,Lucas."


Lucas masuk dan mendapati Ian sudah ada di ruangan itu.Ia membawa dokumen dokumen untuk hukuman,keputusan,dan hal-hal lain tentang kasus kali ini.


"Oh,kau sudah pulang.Baguslah sebentar lagi rapat dimulai."


"Sepertinya tugasmu berganti menjadi pengawal sekaligus asisten Kaisar,Komandan."


"Berisik.Aku tidak lupa mengurus pasukan untuk latihan dan latih tanding."


Ian melihat beberapa baris dokumen yang dibawa Lucas.Firasat buruknya sepertinya benar-benar terjadi.


"Sepertinya akan ada perang ya.Anda setuju, baginda?" tanya Ian pada Felix.


"Aku sendiri bingung.Vel pergi kesana untuk membawa raja kesini." jawab Felix.


Keningnya mengkerut.Ian tampak tidak suka mendengar nama itu.


"Vel kembali?" tanya Ian menghadap Lucas tajam.


"Iya tadi.Kenapa kau menatapku seperti itu?.." jawab Lucas.


Ian menghela nafas.Bisa dibilang Vel adalah saingannya. Dia masih belum mengenal Vel dengan baik.


'Semua akan baik-baik saja..'


Rapat dilaksanakan.Para bangsawan yang mendengar itu begitu murka terhadap kerajaan Clovarn.Mereka juga menuntun dihilangkannya Remina sebagai calon permaisuri.


Tak berselang lama setelah itu.Rapat selesai dan mereka pergi menuju ruang tahta,Vel sudah kembali.Seluruh petinggi hadir disana,termasuk ibu suri, Lily dan Zergan.


Remina dan Chaster juga datang sebagai pelaku.Mereka terduduk di depan Felix yang duduk ditahta nya.


"Baginda.Beliau adalah raja kerajaan Clovarn yang menyatakan perang pada anda." ucap Vel.


Semua orang yang melihat raja dari Clovarn begitu menjijikkan.Mereka membencinya.


Sekarang dihadapan semua orang,kejadian yang akan menjadi sejarah dimana Kerajaan asal seorang calon permaisuri menyatakan perang pada kekaisaran.


.


.


"Lily,kamu tidak apa-apa?"


"Ian..aku tidak apa-apa,hanya sedikit lemas."


"Aku akan mengantarmu pulang."


"Baiklah.. Terimakasih,Ian."


Hari sudah gelap. Hasil dari semua proses tadi adalah diturunkannya posisi Raja kerajaan Clovarn dan digantikan oleh Chaster.Remian didiskualifikasi dari calon permaisuri dan akan menjadi membantu Chester membangun kembali kerajaan yang sudah dihancurkan ayah mereka.Itu semua atas permintaan Chaster sendiri sebagai calon putra mahkota di kerajaannya,dan sekarang ialah raja nya.Raja terdahulu dari Clovarn diasingkan di penjara putih yang terpisah dari daratan kerajaan.Chaster ingin ayahnya mengintropeksi dirinya sebelum kembali sebagai ayah mereka.


Kekuatan Zergan pulih setelah cincin Remian diberikan pada Zergan.Lalu,cincin yang berisi sihir asing langsung dimusnahkan oleh Vel karna takut terjadi sesuatu pada kekaisaran dan berdampak pada Lily dimasa mendatang.


"Lily."


"Ya?"


Angin malam yang dingin dan berhembus lembut ditambah sinar bulan yang cukup terang,seorang pria berlutut dihadapan wanitanya.


"Aku mencintaimu.Perasaan yang tidak seharusnya muncul ini mengganggu tapi aku menyukainya,karna penyebabnya adalah dirimu."


Lily membelalak.Semburat merah tipis muncul di kedua pipinya yang putih.


"Setelah semua ini selesai,bersediakah kamu menikah denganku?"


Ian tersenyum lembut dan manis.Perasaan tulus dari seorang pria yang pertama kali Lily rasakan.Tanpa sadar air mata mengalir dari kedua pelupuk matanya. Rasa senang dan haru memenuhi pikiran dan hati kedua orang itu.


"Iya,aku bersedia!"


Bersambung...