Vita Nova

Vita Nova
Episode 30 "Magis Saintess"



Flashback


"Bagaimana?" tanya Lily dengan sangat bangga dan percaya diri,


'Bagaimana dia membuat pusaran sebesar itu?..sementara air yang dia gunakan hanya segelas..apakah ini yang dikatakan ayah?' Vel terdiam sambil berpikir keras,


"Vel?apa kau baik baik saja?" tanya Lily yang sudah berdiri tepat didepan Vel,


"Eh?ah tidak apa apa,tadi itu sangat hebat,aku tidak percaya kau bisa melakukan itu" jawab Vel agak gagap karna masih terkejut,


'Sihirnya bukan main main lagi..'


.


.


Episode 30


Hari Penentuan


"Lily apakah kau sudah siap?" tanya Vel yang datang ke kamar Lily bersama Bel dan Kel,


"Hum?Iya sudah!" Lily menggunakan gaun panjang berwarna putih berpadu biru langit dengan pita di punggung nya dan rambut perak yang hanya diikat setengah dengan hiasan rambut berwarna putih menambah kesan cantik padanya.Vel dan Kel terkagum bukan main,mata mereka membelalak melihat betapa cantik dan bersinarnya Lily,


"Wah!!kau sangat cantik seperti *Deam Luminis" Bel sangat kegirangan melihat penampilan Lily yang sangat mempesona,


*Deam Luminis\=Dewi Cahaya


"Deam Luminis itu kau sendiri" jawab Lily datar,


"Siapa yang peduli itu,kau sangat cantik sekarang!ya kan Kak?emm..kakak kakak?" Bel melihat Vel dan Kel yang terbengong daritadi


"Apa yang terjadi pada mereka?" Lily kebingungan dengan tingkah laku Vel dan Kel yang tidak seperti biasanya,


"Lupakan mereka,ayo kita ke depan" Bel menarik tangan Lily dan menuntunnya keluar dari ruangan meninggalkan Vel dan Kel yang masih terdiam,


/di pintu depan


"Aku akan menunggu Kak Lucas dan Kak Ken dulu" ucap Lily yang menunggu kakak kakaknya di ambang pintu,


"Hum?Sudah waktunya kita berangkat,atau kita akan terlambat" ucap Bel yang mengkhawatirkan waktu,


"Tapi mereka sudah janji akan datang sebelum penentuan,apakah aku tidak bisa menunggu mereka sebentar lagi?" tanya Lily dengan mata berbinar binar menghadap Bel,


'D-dia imut sekali!' itulah yang dipikirkan Bel,


"B-baiklah,aku beri waktu 15 menit,jika lebih dari itu kita tidak bisa menunda lagi" ucap Bel sambil menghembuskan nafas berat,


"Terimakasih!",Lily pun berharap kakak kakaknya akan segera sampai sebelum waktu yang diberikan Bel habis,


"Aku akan memanggil kedua orang bod-" "Nona.." kata kata Bel terpotong oleh suara yang memanggil Lily,tak salah lagi itu adalah suara Vel dan Kel,mereka datang ke pintu depan menghampiri Lily seperti mayat hidup,


"A-apa apaan kalian ini?!" Lily yang ketakutan sekaligus marah perlahan mundur beberapa langkah.Seketika mereka berdua sudah berada tepat di depan Lily dan menatap Lily dalam dalam,


"Bel tolong aku!" Lily sudah mulai ketakutan dengan tingkah laku Vel dan Kel,tapi Bel tidak visa berbuat apa apa karna dia tidak tahu harus bagaimana,


"Lily.." mereka berdua menggumamkan nama Lily dengan dingin dan sangat dalam,


'Ada apa dengan mereka ini?' pikir Lily sambil ketakutan,


Tak lama kemudian mereka berdua berjongkok didepan Lily lalu menggenggam tangan Lily,


"Lepaskan!" teriak Lily sambil mencoba melepaskan tangannya dari Vel dan Kel,


"MENIKAHLAH DENGAN SAYA!!" ucap Vel dan Kel bersamaan sambil menatap Lily dengan berbinar binar yang berkilau tak karuan(?) dengan mawar merah yang sudah ada dimulut mereka berdua entah sejak kapan,


"Eh?" Seketika Lily terdiam sangat lama,keadaan pun hening bukan main,bahkan tidak ada suara selain angin yang bertiup lembut,


"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ADIKKU?!?!" serangan pukulan dua arah langsung mengarah kepada dua orang yang berjongkok tepat dihadapan Lily dengan sangat keras,sampai sampai muka Vel dan Kel bertabrakan dan terpental sampai ruang utama,


"TUAN BESAR!JANGAN MERUSAKAN BARANG LAGI!" Kepala Pelayan hanya bisa menangis dan mengingatkan berkali kali pada Lucas dan Ken yang selalu merusak barang tanpa alasan,


"Lily kau tidak apa apa?"


"Apa ada yang sakit?"


"Apa yang mereka lakukan padamu hah?"


"Dasar kurang ajar,mereka tidak bisa diberi ampunan"


"Apa kau jadi kurang nyaman?"


"Lily kau tidak perlu takut lagi"


pertanyaan yang tidak ada hentinya keluar dari mulut kedua Kakak Lily yang melihat Lily hanya terbengong sejak tadi,


"Eh?Ah?emm,um" Lily yang masih berusaha merangkai kata kata hanya bisa berkata seadanya,sedangkan Bel sedang menceramahi Vel dan Kel,


"Ah,sepertinya kita terlambat,ayo cepat,pendeta pasti menunggu" Lucas langsung menggendong Lily yang masih terdiam menuju kereta kuda,


"huft,hum?Kakak wangi" Lily mengendus aroma wangi yang keluar dari tubuh Lucas,hal itu lah yang menyelamatkan nya dari pikirannya yang loading(?) terlalu lama,


"Jangan lakukan itu!" Lucas langsung tersipu malu karna tingkah adik bungsunya itu,


"Ini aroma..huft,coklat!" Lily bersemangat karna berhasil menebak aroma yang ada pada kakaknya,


"Lily berhentilah!" Lucas makin tersipu malu dengan tingkah Lily,disisi lain Ken hanya melihat mereka tidak percaya sambil bergumam,


"Aku jadi lapar.."


"Selamat datang Lady Lily,Tuan Grand Duke dan Tuan Marquess.Terimakasih telah memenuhi permintaan saya.Saya harap anda tidak berat hati memenuhi panggilan saya dan para Dewa Agung" Pendeta Agung menyambut Lily, Lucas,dan Ken dengan sangat ramah bersama Pendeta yang lain,


"Tidak masalah Pendeta,ini juga demi Kuil Suci yang membantu Lily selama masa kritisnya beberapa bulan lalu, setidaknya kami bisa melakukan ini untuk membalas budi" ucap Lucas dengan sangat elegan dan berkharisma(Iyalah,Ganteng:v),


"Kalau begitu,mari kita pergi ke ruang pemujaan" ucap Pendeta Agung dan meminta para pendeta lain untuk menunjukan jalannya kepada Lily dan Kakak kakaknya selagi beliau pergi menemui Kaisar,


/Di ruang pemujaan


"Para keluarga bangsawan yang sudah berkumpul beserta Baginda Kaisar yang terhormat, semoga Dewa memberkati kita semua dan menunjukan cahaya terbaik bagi kekaisaran ini" Pendeta Agung menyambut beberapa bangsawan terpandang yang datang untuk menjadi saksi pembuktian Lily,begitu pula dengan Baginda Kaisar yang sangat tertarik dengan 'ini',


"Pada hari ini,saya atas nama Pendeta Agung Tafatra, sekaligus Wakil para Dewa Agung akan melakukan pembuktian Saintess/Penyihir yang dilakukan oleh Lady Lily,Putri Grand Duke Darvin terdahulu sekaligus adik Grand Duke Muda Darvin,


Lily pun masuk menuju ruang pemujaan dengan anggun begitu namanya disebutkan,


'Tenang Lily,kau pasti bisa melakukannya'


"bukankah dia Bintang Pergaulan Kelas Atas yang sombong dan licik?"


"Kenapa dia?apakah Pendeta tidak salah menilai?"


"Tidak mungkin gadis bangsawan yang terkenal dengan kesombongan nya itu adalah Saintess"


Bisikan dari para kaum bangsawan langsung memenuhi ruangan,tidak ada seorang pun yang percaya Lily adalah Saintess atau Penyihir, kecuali Baginda Kaisar yang menatap Lily dengan penuh harapan,


"Tolong tenangkan diri kalian,hari ini adalah pembuktiannya setelah beberapa waktu lalu dia menggunakan alat yang digunakan Saint sebelumnya dengan mudah,tapi disisi lain,saya atas nama Pendeta Agung yang melindungi Kuil Suci sekaligus pelindung agama Dewa,merasakan sihir yang kuat dari Lady" ucap Pendeta Agung dengan sangat yakin,


"Apa?!tidak mungkin seorang Saintess akan menjadi Penyihir sekaligus!"


"Apa hal itu masuk akal?"


"Buktikan apa yang bisa Nona itu lakukan!"


Pendeta langsung meletakan jari telunjuknya didepan mulut dan menatap tajam para bangsawan yang hadir,seketika ruangan langsung hening dan aura ketakutan dari para bangsawan dapat dirasakan,


"Baginda,apa bisa saya lanjutkan?" tanya Pendeta Agung pada Baginda Kaisar yang duduk di tempat khusus,


"Lanjutkan lah,aku sangat penasaran dengan Nona itu" jawab Baginda Kaisar dengan senyum yang sangat natural,


"Baiklah,tidak baik saya membuang waktu lama lama,saya akan langsung ke inti acara" Pendeta Agung pun mendekati Lily lalu menggenggam tangannya,


"Lady,anda tidak perlu gugup,saya akan selalu memihak anda" ucap Pendeta Agung sambil tersenyum ramah ke Lily,


"Terimakasih banyak Pendeta" balas Lily,


'Benar,aku tidak perlu gugup'


"Baiklah,pertama tama,tunjukanlah benda yang ditinggalkan Saint sebelumnya kepada para bangsawan" ucap Pendeta Agung,Lily mengangguk lalu mengeluarkan smartphone nya,


"Apa itu?"


"Aku tidak pernah melihat benda itu sebelumnya"


"Sepertinya itu bukan barang yang menarik"


Para bangsawan mulai menilai barang yang bahkan mereka tidak tahu fungsinya,


"Tenang!Biarkan Lady Lily menjelaskan cara menggunakan nya.Lady,silahkan" Baginda Kaisar mulai membuka suara dan mempersilahkan Lily menunjukan cara menggunakan benda itu,


"Baik Baginda.Pertama tama,saya akan meminta Pendeta untuk berdiri di podium,bisakah pendeta?" Lily mulai percaya diri setelah Baginda Kaisar mempersilahkan,


"eh?saya?ah baiklah" Pendeta Agung yang tidak mengerti hanya melaksanakan apa yang Lily minta,


"Nah,silahkan melakukan pidato tadi" ucap Lily dengan mata berbinar binar,


"Ah,baiklah Lady" Pendeta Agung memulai pidato singkat tadi,diwaktu yang sama, Lily mengarah kan smartphone nya kearah Pendeta Agung,


"1..2..3!" Cahaya keluar dari smartphone Lily dan membuat seluruh ruangan terkejut,


"Cahaya apa itu?!"


"Benda itu mengeluarkan cahaya!"


Para bangsawan sekaligus Pendeta Agung dan Baginda Kaisar terkejut dengan cahaya yang keluar tadi,


"Lady,cahaya apa tadi?" Tanya Pendeta Agung yang masih terkejut,


"Fufu,Lihatlah!" Lily memperlihatkan layar smartphone nya yang menunjukan Pendeta Agung yang sedang berpidato dengan sangat bangga,


'Ini bukan apa apa' pikir Lily,


"Lady bagaimana kau melakukan itu?Sebenarnya apa yang ada dalam alat itu" tanya Pendeta Agung yang sangat penasaran,


"Akan saya jelaskan Pendeta, benda ini disebut dengan smartphone,benda ini membantu kita dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan virtual.Benda ini dilengkapi kamera yang berfungsi sebagai ganti lukisan walau ukurannya tidak besar,bla bla bla bla bla" Lily menjelaskan tentang smartphone yang bahkan tidak diketahui orang orang di dunia ini selama lebih dari 3 jam,mulai dari bagian bagiannya,fungsi,dan bahkan isi dan cara pemakaian setiap hal yang ada di smartphone itu,


"...begitulah deskripsi benda ini.Lho?Pendeta anda baik baik saja?" setelah Lily menyelesaikan penjelasan nya, Pendeta Agung berdiri tapi layaknya mayat hidup,tak terkecuali para bangsawan dan Baginda Kaisar yang terdiam seribu bahasa seperti mayat hidup,


"Lho lho?!kenapa apa yang terjadi??" Lily kebingungan dengan situasi sekarang,dan para pendeta lain meminta agar Lily kembali lagi besok karna Baginda Kaisar,Pendeta Agung,dan para bangsawan tidak bergerak dan hanya terdiam,mungkin arwah mereka melayang entah kemana


'Tau begini lebih baik aku mencari pria tampan' batin Lily sambil berjalan keluar menuju kereta kuda.Kakak kakaknya juga sudah menunggu,langit menunjukan sore hari dan matahari mulai tenggelam,angin bertiup lembut meniup rambut Lily,


"Lily?" suara seorang pria yang sangat Lily kenal memanggilnya dari belakang,seketika Lily menengok kebelakang dan matanya membulat dan berbinar,


"Ian!"


Bersambung..