Vita Nova

Vita Nova
Episode 37 "Penutup Hari"



Flashback


*tuk!,tusuk gigi itu patah,


"Lho?ah,ulang ulang" Lily mengambil tusuk gigi lagi dan memulainya seperti tadi, tusuk gigi itu sempat tertancap di tanah,


"Yey! tertan-" dan tusuk gigi itu terjatuh,


"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.." gumam Lily sambil menatap hampa ke arah tusuk gigi itu,


"L-lady anda tidak apa apa?.." Pendeta Agung mulai dibuat ngeri dengan aura yang dipancarkan Lily setelah tusuk gigi itu jatuh,


"Saya tidak apa apa..saat ini..saya harus berdoa untuk Tuan Tusuk Gigi..selamat tinggal..Tuan Tusuk Gigi.." Lily mengambil Tuan Tusuk Gigi (?) dengan lembut dan menguburnya(?)


'Waw.. primitif..' pikir semua orang di tempat itu,


.


.


Episode 3**7**


"Kali ini pasti berhasil!" Lily menancapkan lagi tusuk gigi lain ke tanah yang gersang itu,dan berhasil tertancap,


"Wah..leganya.." Lily sangat puas walau hanya sebuah tusuk gigi,


"A-anu lady,apakah anda sudah selesai?" tanya Pendeta Agung pada Lily yang masih puas dengan usahanya(?),


"Iya sudah.Sekarang.." Lily mengambil segelas air yang diambilkan Lucas dan menumpahkannya ke tusuk gigi yang di tancapkan ke tanah tadi,


"Nah Pendeta,silahkan naik ke perahu" tampak polos dan tidak bersalah dengan senyum innocent keluar dari wajah Lily,


"Eh?kenapa saya harus naik?tidak ada air disini" tanya Pendeta Agung kebingungan sambil celingak-celinguk,


"Naik saja,sebentar lagi banjir" ucap Lily yang masih tersenyum,


"Eh?banjir?hum,ah ya" Pendeta Agung dengan gampangnya mengikuti perkataan Lily dan menaiki perahu,


"Waktunya menjadi baru klinting.. mwehehehe"Lily menatap tusuk gigi dalam dalam dan melototi nya,


'Jangan sampai kau mengecewakan ku lagi Tuan Tusuk Gigi 3..',


'S-saya akan berusaha!' Begitulah kira kira,


Setelah itu,Lily mencabut tusuk gigi itu dari tanah sambil memikirkan sebuah genangan air yang tidak terlalu besar.Tak lama kemudian keluarlah air dari lubang yang sangat kecil bekas tusuk gigi itu,semua orang terkejut bukan main,lama kelamaan air itu membentuk sebuah genangan dan berhenti mengeluarkan air,


"Eh? Kenapa tidak membesar lagi?",


"Apakah ada yang salah?",


"Genangan itu terlalu kecil untuk tanah kering seluas ini",


Para bangsawan yang jadi perwakilan mulai sedikit kecewa,tapi kekecewaan itu tidak berlangsung lama.Lily mengangkat tangannya keatas dan keluarlah cahaya berwarna biru,tiba tiba keluar semburan air yang sangat besar dari genangan air kecil tadi.Semburan itu membentuk sebuah pusaran sama seperti saat belajar bersama Vel sebelumnya.Langit yang awalnya sangat cerah,berubah menjadi langit mendung dengan awan yang sangat gelap,dengan petir menggelegar sangat keras di atas sana,hujan pun perlahan turun dengan sangat deras,tanah yang gersang dan tandus berubah menjadi genangan air yang sangat besar yang makin lama makin meluap,


Keluarga kerajaan serta para bangsawan segera menyiapkan perahu untuk menyelamatkan diri,tetapi Lily tetap berada ditempatnya dan fokus dengan pusaran air raksasa yang dia buat,


"Lily!" Lucas mencoba memanggil Lily,tapi Lily tidak mendengarkan nya dan tetap lanjut.


"Tristan.. bagiamana ini?Kita harus menghentikannya," Bel sangat cemas karna luapan air sudah sampai di leher Lily,


"Kita tidak bisa berbuat apa apa..akan bahaya jika kita menggunakan sihir di situasi seperti ini.." Vel mengatakan hal itu tapi ekspresinya menunjukan kalau dia sangat ingin menyelamatkan Lily,


"Tidak akan ada yang melihat kita!..setidaknya lakukan sesuatu untuk Lily!",


"...kita masih dalam wujud manusia..akan susah mengontrol sihir transparan bersamaan dengan sihir sphere..yang ada kekuatan kita akan terguncang dan butuh waktu lama untuk mengembalikan masing-masing..",


"...jadi..kita hanya bisa percaya padanya?..",


"Benar...jika dia sudah selesai,baru kita lakukan tugas kita.",


Pusaran air itu berlangsung cukup lama,sekitar 10 menit lalu berhenti.Langit kembali cerah,tanah tandus berubah menjadi danau yang sangat luas,tetapi tidak ada tanda tanda dari Lily,


"LILY!!" Lucas hendak melompat dari perahu untuk mencari Lily tapi ditahan para pengawal nya,


"LEPASKAN!!LILY BELUM KEMBALI!!AKU AKAN MENCARINYA!!" Lucas makin memberontak karna ditahan,para bangsawan dan Keluarga Kaisar juga tidak percaya kalau Lily tidak kembali,


"Baginda..apa yang terjadi sekarang?" tanya Yang Mulia Ratu pada Kaisar,


"Ini sangat rumit.." gumam Kaisar sambil berpikir keras,


"LEPASKAN!!AKAN KU-!!" "Apa yang kakak khawatir kan?" suara yang membuat Lucas berhenti memberontak,Lucas langsung mencari asal suara itu,dan menemukan Lily sedang duduk di pinggir danau dengan tubuh yang basah kuyup,


"Lily!" Lucas langsung memberi perintah untuk mendekatkan perahu di pinggir danau, setelah sampai di daratan,Lucas berlari mendekati Lily yang masih terduduk di tanah,dan berjongkok di depan Lily,


"Maaf,aku tidak akan mengulanginya" Lily menjawab dengan senyum manis melekat di wajahnya,


Sementara itu,para bangsawan pengikut keluarga Everon yang berdiri tak jauh dari Lucas dan Lily sedang tersipu malu dengan muka yang sangat merah.Lucas yang sadar langsung melirik mereka,


"Ada apa dengan kalian?" tanya Lucas heran,


"A-anu..Grand Duke..emm,baju Lady.. sedikit.." salah satu dari mereka menunjuk ke arah Lily sambil memalingkan wajahnya,Lucas dan Lily pun ikut melihat kearah yang ditunjuk dan tersipu malu,dengan sigap Lucas menutup tubuh Lily dengan jasnya,


"APA YANG KALIAN LIHAT?!AKAN KU CONGKEL MATA KALIAN SELESAI UPACARA INI SELESAI!!" Lucas tidak terima para pengikutnya melihat Lily yang sedang..ekhem,bermasalah dengan gaun nya yang basah kuyup,dan mengancam mereka semua sambil mengeluarkan pedangnya,


"Bwahahaha!Dasar para pria,terlalu mudah tergoda tubuh seorang wanita,untungnya kau berbeda,ya kan Tristan?eh?", Tristan menunjukan muka yang sangat merah dengan semburat merah yang sangat terlihat di wajahnya,


"DASAR PRIA BODOH!" Bel memukul kepala Vel sekuat tenaga dengan menggunakan sedikit sihir,


"SAKIT!!"


Ujian untuk Lily selesai,dan Pendeta Agung langsung menyatakan bahwa Lily adalah seorang Saintess sekaligus Penyihir tingkat Tinggi,tentu saja hal itu membuat gempar seluruh Kekaisaran,tidak pernah ada sejarah seorang Saintess dengan kekuatan suci memiliki sihir yang sangat bertolak belakang dengan kekuatan Suci,begitu pula sebaliknya,tapi kejadian yang terjadi pada Lily disebut kehendak dari Ayah para Dewa.Setelah ujian ke tiga selesai,Lily tinggal di Kuil Suci sampai besok pagi untuk persiapan Pemurnian.


/Malam sebelum pemurnian,kamar Lily.


Lily berdiri di balkon kecil di kamarnya,menatap bulan yang sedang bersinar terang,angin berhembus lembut,


"Huh..ternyata aku bisa menjalani hidup disini.Lily,akhir akhir ini aku tidak bertemu dengannya di mimpi,apa ada yang salah?" Lily bergumam sendirian di tengah kesunyian malam, pikiran nya kosong,dia melamun menatap bulan,


"Apa yang kau pikirkan sampai begitunya?" seorang pria berambut hitam duduk di pembatas balkon tepat di depan Lily,


"Eh?" Lily tersadar dari lamunannya dan terkejut melihat pria itu,


"Aku pulang,Lily" pria itu adalah Ian,entah darimana dia bisa berada di atas sana,


"Ian!" mata Lily membulat dan senyum lebar terpancar di wajahnya.Lily mundur beberapa langkah dan Ian turun dari pembatas,


"Bagaimana kabarmu?" Ian mencium punggung tangan Lily dengan lembut,Lily tersenyum tipis,


"Aku baik baik saja,bagaimana denganmu?",Ian kembali berdiri sambil menggandeng tangan Lily,


"Aku sangat gelisah,dadaku sesak selama tidak melihatmu,aku segera kemari untuk melihatmu dan tidak akan melepaskan mu" Ian bersandar di bahu Lily dan memelas,bagi Lily Ian sangat manja ketika bersamanya,


"Jadi,kau meninggalkan tugas mu hanya untuk ku?" tanya Lily curiga,


"Iya" jawab Ian cepat,


"Kenapa? pekerjaan mu pasti banyak dan menumpuk",


"Aku rindu padamu",


"Hanya karna itu?yang benar saja",


"Kenapa?kau tidak suka aku disini?kalau begitu aku akan pergi lagi",


"T-tunggu!!tega sekali kau meninggalkanku begitu saja",


"Soalnya kau mengomeli ku hanya karna meninggalkan pekerjaan",


"Itu bukan hanya,lagian mau bagaimana lagi jika sudah terlanjur",


"Maaf",


"Huh..Tidak apa apa,ayo masuk,diluar dingin",Lily menarik Ian masuk ke ruangan dan menutup pintu balkon,


"Aku akan mengambil teh,kau duduk saja dikasur", Ian mengangguk,lalu Lily beranjak keluar,


Tidak ada seorang pun di lorong Kuil,hanya Lily yang berjalan sendirian hendak pergi ke dapur untuk mengambil teh.Ketika hendak masuk ke dapur, seseorang memanggil Lily dengan suara yang sangat pelan,sontak Lily berbalik tapi tidak menemukan siapa siapa,


"Sepertinya seseorang memanggil ku,mungkin hanya perasaanku saja?" Lily tidak memperdulikan firasatnya dan masuk ke dapur.


Selesai menyiapkan teh dan hendak keluar,Lily merasakan hawa aneh disekitarnya.


"Apa apaan hawa ini..sangat tidak enak..aku harus segera keluar.." Lily langsung keluar sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya,dan segera kembali ke kamarnya,


"Ian,ini teh..eh?" Lily mendapati Ian sudah tertidur pulas di ranjangnya.Jas,dan pedang nya sudah dilepas, hanya memakai kemeja yang sedikit terbuka dan celana kerjanya,


"Dasar,dia bisa sakit jika begini" Lily meletakan teh yang dibawanya dan menutupi Ian dengan selimut hangat,


Lily duduk di seblah Ian yang tertidur dan mengusap kepala nya pelan,


"Terimakasih, Ian"


Bersambung...