
Flashback
"Tidak apa-apa.Aku sudah memaafkanmu." ucap Lily.
Lily berdiri dan berbalik pada Ian.
"Ayo kita pulang." ucap Ian.
"Kemana?" tanya Lily tersenyum tipis.
"Tentu saja ke rumah." jawab Ian.
'Benar..Tempat ini adalah rumahku untuk seterusnya selama aku hidup.'
.
.
Episode 92
2 minggu berlalu,utusan dari Luanvier,Putri Silviana dan Pangeran Arta sudah tiba di kekaisaran.Tidak lupa 4 utusan dari kerajaan lain.Putri Remina dan Pangeran Chaster dari Kerajaan Clovarn,Putri Claudia dan Pangeran Tenoah dari Kerajaan Eredian,Putri Evelyn dan Pangeran Charlos dari Kerajaan Sharma,serta Putri Demiera dan Pangeran Shavad dari Kerajaan Pravnion.
Hari dimana mereka disambut ke Kekaisaran Raveldra begitu meriah.Banyak orang menantikan mereka bersaing menjadi ratu yang pantas bersanding dengan Felix sebagai Kaisar sekarang.Saat itu juga diumumkan bahwa Yesra akan menjadi salah satu kadidat yang sudah dipilih langsung oleh Kaisar sebelumnya di surat wasiat,dan wasiat itu hanya diketahui beberapa orang.Kumpulan massa sangat heboh dengan pengumuman itu,tapi mereka tidak mempersalahkannya dan mendukung penuh persaingan ini.
Sebenarnya,acara resmi akan digelar 1 bulan dari sekarang,karna itu para kadidat calon putri mahkota akan diberi waktu 1 bulan untuk mengenal lingkungan kekaisaran secara normal, terkecuali untuk Yesra karna dia memang berasal dari Kekaisaran.
"Salam untuk Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ibu Suri."
Seluruh calon putri mahkota serta pendamping mereka yaitu para pangeran, menghadap langsung pada Felix dan Ibu suri tepat di istana utama.
"Terimakasih telah datang dengan susah payah para calon putri mahkota serta para pangeran.Mulai hari ini sampai 1 bulan kedepan kalian akan terlebih dahulu mengenal lingkungan kekaisaran, permasalahan ekonomi, serta harus menghafal 10 keluarga penting serta sejarahnya.Terkecuali untuk Putri Yesra dan Pangeran Yusto,karna mereka sudah ada disini sejak lahir.Saya harap anda semua bisa melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan acara resmi setelah 1 bulan.Untuk lebih lanjutnya akan saya jelaskan setelah 1 bulan dari sekarang.Apakah ada yang kurang jelas?" terang Felix.
"Permisi,Baginda."
"Iya,Putri Claudia?"
"Apakah Tuan Putri Yesra dan Pangeran Yusto akan tinggal di istana kekaisaran seperti kami?"
Felix tersenyum.Putri Claudia tersentak,wajahnya sedikit memerah.
"Tentu saja.Saya harus adil pada setiap calon disini.Walau saya adalah orang dekat mereka,saya akan tetap memilih secara adil." jawab Felix.
"Baik,baginda.."
"Ibu,apakah ada yang mau anda sampaikan?" tanya Felix pada ibu suri.Beliau tersenyum dan mengangguk.Felix pun memberikan tempat untuk beliau untuk berbicara.
"Ekhem.Para putri dan pangeran,semoga Dewa memberkati kalian sampai akhir hayat dan kehidupan kalian selanjutnya.Aku sebagai ibu dari Baginda Kaisar berharap agar para calon putri mahkota seperti kalian dapat berusaha keras di acara penentuan putri mahkota untuk menepati posisi ratu di sisi Baginda Kaisar.Bantulah beliau memimpin Kekaisaran ini terus kedepannya."
"Akan kami lakukan yang terbaik,Yang Mulia Ibu suri."
Ibu suri tersenyum.Acara penyambutan pun dilanjutkan dengan pemberian berkat dari Lily dan doa kuil dari Zergan seperti biasanya.
"Lihatlah itu Yang Mulia Marchioness dan Yang Mulia Zergan!"
"Sudah lama saya tidak melihat mereka."
"Tuan Saint tetap awet muda ya..aku iri."
Lily dan Zergan berjalan mendekat ke depan mereka.Para pangeran yang melihat Lily begitu terkesima.Kecantikan alami yang terkesan lembut tapi juga dingin seperti Lily sangat jarang ditemui.Tidak heran para pangeran terpesona dan tersipu malu melihat Lily.
"Kau melakukannya lagi.." bisik Zergan.
"Apanya?Aku belum melakukan apa-apa." bisik Lily menjawab.
"Kecantikanmu luar biasa berbahaya..Bisa-bisa akan ada kor-UGH!"
"Diamlah atau ku jahit mulutmu!"
Sedikit perdebatan kecil antara Lily dan Zergan memang sering terjadi.Para bangsawan pun tidak masalah dengan itu dan malah tertawa.
"Itu sakit.."
"Rasakan.Padahal para putri juga kagum melihat wajahmu yang awet muda itu."
"Aku sudah terbiasa.."
Zergan yang berdiri di samping Lily mengulurkan tangannya.Lily menerima uluran itu dan mereka mulai membaca doa-doa.Butiran-butiran cahaya putih dan biru mulai keluar dan mengitari para putri dan pangeran.
"Sejuk sekali.." gumam Putri Demiera.
"Inikah kekuatan seorang Miscess dan Saint?" ucap Pangeran Tenoah.
"Lily memang hebat.Calon kakak iparku yang terbaik." ucap Yesra.
"Dia selalu membuatku takjub." ujar Yusto.
Lily mengeluarkan tongkat dari tangannya yang lain.Mengarahkannya pada lingkaran cahaya yang mengitari 12 orang itu.
"Dewa selalu mengamati kalian.Semua gerak-gerik kalian akan terus diamati dan mendapatkan balasannya.Dengan digelarnya pemilihan putri mahkota sebagai calon ratu yang memimpin kekaisaran ini bersama Baginda Kaisar suatu saat nanti,ku harap kalian bisa belajar menjadi pemimpin yang baik untuk rakyat kekaisaran.Berkah dan doa selalu ada disituasi apapun.Ingatlah bahwa kalian akan menjadi calon pemimpin sebuah kekaisaran.Semoga Dewa Lucitus dan Dewa Kembar Beyola memberkati setiap langkah di kehidupan kalian.Lakukanlah yang terbaik dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat kekaisaran." ucap Zergan memberikan berkat dan doa.
"Aku mewakili seluruh rakyat,berharap anda sekalian bisa menjadi contoh yang baik dan menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang bisa membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi setiap rakyat maupun bangsawan atau rakyat biasa.Bersikaplah layaknya seorang pemimpin.Kami berharap banyak pada kalian." ucap Lily melanjutkan Zergan.
"Dengan segenap hati dan jiwa kami,akan kami lakukan yang terbaik demi menjadi calon pemimpin yang baik untuk kekaisaran ini." balas mereka serempak.
Cahaya yang melingkari mereka kembali ke tongkat Lily.Ia langsung mengarahkannya ke langit-langit istana.
"Tunjukkanlah cahaya kekuatan-Mu yang suci dan abadi pada kami yang begitu rendah dan hina ini."
Cahaya yang masuk ke tongkat tadi langsung melesat ke arah langit-langit dan meledak.Butiran-butiran cahaya yang lebih kecil terbentuk dan turun layaknya hujan yang lembut dari langit-langit ruangan.
"Indahnya.."
"Yang Mulia Marchioness luar biasa ya.."
"Tuan Saint Zergan tidak heran lagi ya."
Semua orang bertepuk tangan dengan sangat meriah.Dengan ini,penyambutan para calon putri mahkota akan resmi masuk sebagai kadidat ratu di masa depan.
"Marchioness selalu membuat kejutan tidak terduga ya,huhu." ucap ibu suri.
"Ibu benar.Dia wanita yang tidak bisa ditebak." balas Felix.
"Sepupumu pasti akan cukup kesulitan jika Marchioness mulai berdebat dengan otaknya yang cerdas itu."
"Ian tidak bisa berkutik lagi darinya.Seperti singa yang tidak berkutik di depan hamster."
Sebagai tanda masuknya mereka ke istana.Lily dan Zergan memberikan sepasang cincin sihir untuk setiap putri-pangeran tiap kerajaan.Satu persatu sudah mendapat cincin mereka,sekarang tinggal Putri Remina dan Pangeran Chaster serta Putri Silviana dan Pangeran Arta.
Saat Lily hendak memasangkan cincin ke jari Putri Silviana,dia salah fokus karna tangan sang putri yang sedikit kapalan.Putri Silviana memalingkan wajahnya karna malu.Lily melihatnya dan tersenyum.
"Anda bekerja keras ya.Berjuanglah." ucap Lily memberikan semangat.
"Ah!B-baik!" balas Putri Silviana.
Pangeran Arta yang merupakan kakaknya, melihat Putri Silviana keheranan dan bingung.
"Silvi?Kau tidak apa-apa?" tanya Pangeran Arta.
"A-aku..jatuh cinta pada Yang Mulia Miscess.." jawab Putri Silviana pelan.
"Jangan bodoh!" balas Pangeran Arta berbisik.
Zergan akhirnya memberikan cincin pada Pangeran Chaster dan Putri Remina.Saat hendak memasangkan cincin ke jari manis sang putri,dada Zergan terasa begitu sesak.Dia berhenti sebentar menahan rasa sakit itu.
'Kenapa dadaku sakit?..Kepalaku pusing..'
"Zergan?Kau tidak apa-apa?.." tanya Lily cemas.
"Egh..Tidak,aku tidak apa-apa." jawab Zergan.
Lily cemas karna Zergan berkeringat dingin,padahal sebelumnya dia tidak apa-apa.Zergan selesai memasangkan cincin itu.
"Yang Mulia..Anda tidak apa-apa?.." tanya Putri Remina.
"Ah!Saya tidak apa-apa putri.. Terimakasih telah mencemaskan saya.Saya permisi.." jawab Zergan lalu mundur ke tempat duduknya bersama Lily di samping kiri Baginda Kaisar.
"Sekarang saatnya para kedua komandan pasukan tingkat tertinggi memberikan tugas pada paa pendamping calon putri mahkota.Silahkan Yang Mulia Grand Duke Everon dan Yang Mulia Grand Duke Darvin."
Lucas dan Ian yang duduk di sebelah kanan Baginda Kaisar pun turun menghadap para pendamping.
"Zergan..kau sungguh tidak apa-apa?.." bisik Lily masih cemas.
"Dadaku sakit.. rasanya begitu sesak.." jawab Zergan pelan.Suaranya sangat lemah.
"Berikan tanganmu.."
"Eh?Baiklah.."
Zergan menggenggam tangan Lily cukup erat.Lily pun sadar Zergan sangat kesakitan.
'Dia sakit?Ya am- eh?..sihirnya..melemah?..'
Lily diam-diam segera mengalirkan mananya pada Zergan.Dia sangat kaget menyadari mana dalam tubuh Zergan mengalir tidak teratur dan sihirnya sangat lemah.
"Hah..sakit.." gumam Zergan.
"Sedikit lagi.. bertahanlah.." bisik Lily.
Dia tidak mau membuat keributan di acara penting ini.Terlebih sekarang sedang puncak dari acara.
Selang beberapa saat,aliran mana dalam tubuh Zergan sudah kembali normal,tapi sihirnya masih lemah.Dia berkeringat cukup banyak dengan wajah yang begitu pucat.
'Kenapa tiba-tiba seperti ini ya?..Apakah ada sesuatu yang salah?..' pikir Lily.
Zergan tampaknya terlelap dalam tidurnya setelah melewati masa kritis yang singkat tadi.Felix yang melihat wajah Lily begitu cemas dan Zergan yang terlelap di samping Lily dengan wajah pucat pun keheranan.
"Lily."
"Ya,baginda?"
"Kenapa wajahmu seperti itu?Dan juga,kenapa Tuan Saint tertidur?"
Lily terdiam sebentar.Dia tidak tahu harus mulai darimana.
"Zergan kesakitan tadi..Dia bilang dadanya sangat sesak,lalu meminta saya menggenggam tangannya.Ketika saya rasakan.. aliran mananya tidak stabil dan sihirnya melemah..Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba seperti ini,tapi untungnya dia bisa bertahan di masa kritis tadi..'" bisik Lily.
"Aku juga melihat tadi.Tampaknya kondisi Tuan Saint sedang tidak sehat.." ucap Felix ikut cemas.
"Saya akan memeriksanya nanti.Sebentar lagi acaranya selesai,tapi saya masih ada urusan untuk mengatur istana para putri.."
"Pergilah.Jaga Tuan Saint dan pastikan beliau tidak memburuk.Untuk urusan istana biarkan aku saja yang melakukannya."
Lily merasa senang Felix mau menggantikannya,tapi dia juga merasa bersalah karna meninggalkan tugasnya.
"Tapi,baginda.."
"Bukankah Tuan Saint adalah sahabatmu? Sekarang kondisinya lebih penting, jadi biarkan aku menggantikan mu."
"Ah.. terimakasih banyak..baginda."
Felix tersenyum melihat Lily tersenyum.Ia tahu betapa berharganya Zergan bagi Lily karna dia adalah sahabatnya.Walau gagal mencari hubungan Lily dan Zergan beberapa tahun lalu,tapi Felix tahu pasti kalau mereka benar-benar bersahabat sejak lama.
'Jika aku adalah Lily,aku juga tidak akan membiarkan Tuan Saint menderita sendirian..'
.
Penyambutan selesai.Para calon putri mahkota dan pangeran langsung diarahkan menuju istana mereka masing-masing.
Di gerbang,Felix,Ian,dan Lucas berkumpul karna masalah Zergan yang diceritakan Lily pada Felix sebelumnya.
"Zergan,kau bisa berjalan kan?.."
"Egh..iya..Rasanya mau muntah.."
"Aku akan membuatku bubur agar perutmu lebih enakan, bertahanlah ya."
Lily memapah Zergan ke kereta.Dia tidak menggunakan sihir teleportasi milik Ian karna takut Zergan makin pusing dan mual.
"Tuan Saint biasanya sangat aktif dan bersemangat.Baru kali ini aku melihatnya begitu lemah dan lesu." ucap Felix.
"Dia menggenggam tangan Lily kan..ck." gumam Ian tampak sedikit kesal.
"Sudahlah,Ian.Lagipula Lily dan Yang Mulia Saint adalah sahabat 'sejak lama'...Obat terbaik untuk Yang Mulia Saint sekarang hanyalah Lily seorang." ucap Lucas juga lesu dan lelah dengan kecemburuan Ian pada Zergan hanya karna menggenggam tangan Lily.
"Lily adalah obat dari segala obat yang ada di dunia ini." ucap Ian dengan bangganya.
"Ya!Itu benar!" ujar Lucas setuju.
"Ini bukan saatnya untuk itu.Egh,Ian pergilah bersama Lily untuk memastikan keadaan Tuan Saint." ucap Felix.
"Apa?! Kenapa dia?!Aku kakak-"
"Baiklah aku bersedia dengan senang hati."
Ian pun segera mengikuti Lily ke kereta.
"Woi! Bagaimana dengan-"
"Kau ikut bersamaku mengurus istana para putri.Kau sebagai kakak Lily harus membantu tugasnya juga." ucap Felix lalu menarik kerah belakang Lucas, menyeretnya masuk ke dalam istana.
"Tidak!!Lily!!" teriak Lucas menangis tersedu-sedu.
'Dia seperti bocah 5 tahun..Dia lupa umurnya sudah 30?!..' pikir Felix dengan senyum keputusasaannya.
Bersambung...