Vita Nova

Vita Nova
Episode 31 "Golden Time"



Flashback


'Tau begini lebih baik aku mencari pria tampan' batin Lily sambil berjalan keluar menuju kereta kuda.Kakak kakaknya juga sudah menunggu,langit menunjukan sore hari dan matahari mulai tenggelam,angin bertiup lembut meniup rambut Lily,


"Lily?" suara seorang pria yang sangat Lily kenal memanggilnya dari belakang,seketika Lily menengok kebelakang dan matanya membulat dan berbinar,


"Ian!"


.


.


Episode 31


Lily membalikan badan dan berlari kearah Ian secepat mungkin tanpa memperdulikan etika,


"Ian!" Lily langsung memeluk Ian dengan erat tanpa aba aba sebelumnya,


"Jangan berlari seperti tadi Lily,kau bisa terjatuh" Ian membalas pelukan Lily sambil mengingatkan nya agar tidak berlari seperti tadi,


"Aku terlalu senang bertemu dengan mu" jawab Lily sambil tersenyum lebar kearah Ian,dan Ian tersenyum tipis dan mendekatkan wajahnya ke wajah Lily,


"Apa kau serindu itu padaku Tuan Putri?" tanya Ian dengan suara yang lembut.Seketika wajah Lily memerah dan memalingkan wajahnya,


"T-tentu saja aku merindukanmu!Jika tidak aku pasti tidak akan menghampiri mu lalu memelukmu bukan!" Lily menjawab gagap karna terlalu malu setelah mendengar suara Ian yang lembut,


"Baiklah baiklah,jangan palingkan wajahmu dariku begitu" ucap Ian sambil menghadapkan wajah Lily ke arahnya,


"Sejak kapan kau bisa seromantis ini?" tanya Lily yang memandang Ian datar,


"Entahlah,sejak kita tidur bersama?" Ian menatap Lily dalam dalam dan membisikan hal yang tidak ingin Lily ingat,


"DIAMLAH MENGUNGKIT HAL ITU!" tegas Lily sambil menutup wajahnya yang kembali merah,


"Kenapa?aku hanya menjawab pertanyaan mu" ucap Ian polos dan seakan tidak bersalah,


"Ugh! terserah lah!Oh ya,kenapa kau disini?" tanya Lily pada Ian,


"Aku ada urusan dengan para pendeta tentang sihir yang ada di kediaman Darvin beberapa waktu lalu" jawab Ian dengan nada datarnya yang seperti biasa,


"Lalu bagaimana hasilnya?",


"Setelah aku dan para penyihir menyelidiki lebih dalam, sihir itu hanya samar samar berada disana,tidak ada sumber yang jelas darimana sihir itu berasal.Aku sudah menemui para pendeta dan hasilnya akan dikirimkan ke kediaman Darvin langsung,karna aku ikut terlibat,hari ini adalah hari terakhir aku disini dan besok aku harus kembali ke Grand Duchy Darvin",jelas Ian


"Huh?Secepat ini?aku masih ingin berlama lama denganmu.." Lily merasa sedih Ian akan meninggalkan nya lagi,walau dia tau itu tugas penting akan terkait sihir lama yang hilang,


"Tidak apa apa,aku akan kembali kesini secepatnya" Ian mengusap kepala Lily dan mencium pipinya supaya Lily tidak merasa sedih,


"Apa kau bisa berjanji hal itu padaku?" tanya Lily,


"Tentu saja,aku jamin itu" jawab Ian dengan nada lembut yang meyakinkan dirinya akan menepati janjinya,


"Sepertinya kau harus segera kembali sebelum kereta kuda mu rusak" ucap Ian sambil menatap kereta kuda yang akan dinaiki Lily,


"Hum?apa maksud- hwaa!" Lily menatap kereta kuda miliknya berisi aura jahat dari kakak kakaknya yang menatap Lily dan Ian dengan mata merah yang menakutkan,


"S-sepertinya begitu..haha.Baiklah aku harus kembali,sampai jumpa lagi Ian!" Lily memberi ucapan selamat tinggal lalu mencium pipi Ian dan berlari ke kereta kuda,meninggalkan Ian yang masih berdiri disana,


"Sampai jumpa Lily" gumam Ian halus sambil memegang pipinya dengan senyum tipis,


Sementara itu,didalam kereta kuda,


"Kenapa kau mencium pipi pria sadis itu?!"


"Lily apakah kau baik baik saja?!"


"Apa yang dia lakukan padamu?!"


"Apakah dia mengancam mu?Beraninya pria itu!"


Pertanyaan dan dugaan aneh terus terusan keluar dari mulut Kakak kakak Lily.Lily yang dibuat emosi tidak tahan lagi dengan ucapan ucapan kakak kakaknya,


"BERHENTILAH MENILAI KEJADIAN TADI SESUKA KALIAN DASAR BODOH!!" Lily memukul kedua kakaknya dengan sangat keras sampai mereka berdua terdiam setelah dipukul,


"Dia tunangan ku!Sudah pasti mencium tunangan sendiri adalah hal wajar!kenapa kakak kakak terlalu protektif padaku?apa karna kalian belum punya pasangan?kalau begitu segera cari pasangan!Hmp!" Emosi Lily yang makin menjadi jadi membuatnya badmood dan mengabaikan kakak kakaknya,sedagkan kakak kakaknya hanya duduk terdiam sambil menahan sakit setelah dipukul Lily,


"Apa maksudmu?tentu saja ini salahmu" Lucas berbisik menjawab pertanyaan Ken,


"Yang memulai duluan kan kau" bantah Ken tak mau mengalah,


"Apa?mana mungkin aku memulai hal seperti itu duluan!" Lucas yang tidak terima menjawab Ken dengan keras,


"Kalian..tidak bisakah kalian diam sebentar saja?..kalian menambah mood ku turun.." Aura mengerikan keluar dari Lily dan membuat Lucas dan Ken bergidik ketakutan dan hanya bisa pasrah,


Selama diperjalanan Lucas dan Ken hanya terdiam dan tidak berani menatap Lily,saat mereka sadar, ternyata Lily tertidur dengan pulas,


"Dia pasti sangat lelah" ucap Lucas sambil menatap Lily dengan senyum tipis,


"Tapi Lily adalah gadis yang kuat,aku tidak menyangka dia yang dulu terkenal angkuh dan sombong bisa berubah secepat ini" ucap Ken sambil menutupi tubuh Lily dengan jasnya karna udara semakin dingin,


"hm,aku jadi kepikiran perkataan Lily tadi",


"Yang mana?",


"Tentang pasangan.Aku tidak berpikir untuk bertunangan atau menikah karna fokus pada Lily dan urusan menjadi Grand Duke.Aku juga tidak tertarik pada wanita manapun",


"Benar,aku juga tidak berpikir untuk menikah.Sekarang keadaan Lily lebih penting,jika dia sudah menikah dan dipastikan akan bahagia bersama pasangannya,saat itulah kita akan memikirkan pasangan kita sendiri",mereka berdua terlalu fokus pada Lily dan tidak mementingkan urusan pribadi mereka,mau itu mencari pasangan atau menghasilkan penerus,


"Ternyata Lily sudah sebesar ini,entah sejak kapan dia sudah dewasa,bukan lagi anak kecil yang merengek akan sesuatu yang tidak dipenuhi, entah aku harus senang karna Lily bisa menemukan kebahagiaan nya atau sedih karna kita akan terasa asing kedepannya.." Lucas melihat Lily dengan raut wajah yang sedih,mengingat Lily sudah bertunangan dan tidak lama lagi akan menikah, meninggalkan nya sendirian di kastel tua Everon,


"Kita hanya bisa berdoa supaya Lily selalu bahagia walau orang lain yang ada disisinya", ucap Ken yang ikut sedih.Selama perjalanan mereka merenungkan hal itu hingga sampai di mansion,


Lily yang belum bangun dipindahkan Lucas ke kamarnya,setelah itu Ken pamit pulang ke mansion nya.Walau Lucas berkata lebih baik menginap karna hari sudah gelap, Ken menolak karna tidak enak terus terusan meninggalkan posisinya sebagai Marquess.


Esok paginya,surat dari Kuil Suci datang ke Mansion Everon.Inti surat itu mengatakan kalau penentuan Penyihir untuk Lily akan ditunda sampai Minggu depan karna kondisi Kaisar yang lumayan buruk,mau tidak mau Lily menerima perintah surat itu secara sukarela.


3 hari berlalu setelah kejutan yang dibuat Lily di Kuil Suci,rumor tersebar sangat cepat sampai ke pelosok kekaisaran.Banyak surat dari para bangsawan untuk sebuah pesta kecil atau sekedar minum teh,


"Nona,anda tidak mau membalas surat-surat ini?setiap hari ada banyak surat berdatangan untuk nona" Rina bertanya pada Lily sambil menata surat surat yang bertumpuk di meja Lily,


"Hum?tidak perlu,aku tidak suka mengenal banyak orang" ucap Lily sambil santai menyeduh teh nya,


"Oh ya Rina,bagaimana kondisi ibumu?",


"Ibu saya sudah baikkan Nona,semua ini berkat nona yang mau memberikan gaji saya lebih awal untuk membeli obat" Rina menjawab dengan sangat senang karena ibunya sudah sembuh,


"Syukurlah.Omong omong,apa kau tahu Putri Duke Ricardo? katanya dia tidak pernah bergaul atau debut,padahal sekarang umurnya 19 tahun.Berapa lama dia tidak menampakan diri" tanya Lily penasaran,


"Setau saya dari rumor yang beredar, beliau diasingkan di Vila rahasia milik Tuan Duke yang jauh dari ibu kota 12 tahun lalu." jawab Rina sambil berpikir,


"12 tahun?itu artinya umurnya masih 7 tahun?!Apa yang dia lakukan sampai diasingkan kesana?" Lily terkejut dengan apa yang dikatakan Rina walau itu hanya rumor belaka,


"Ibu saya berkata kalau dia dituduh melakukan percobaan pembunuhan pada Tuan Muda Ricardo,walau tidak tahu alasan dia melakukan itu" jelas Rina sambil menghela nafas,


"Rina,berapa lama kau jadi pelayan pribadiku?" tanya Lily,


"Jika sejak menjadi pelayan pribadi Nona,itu artinya sekitar 10 tahun lalu,umur saya masih 9 tahun",


"Ah,kalau masuk ke kediaman Darvin?",


"Humm,10 tahun lalu,memangnya kenapa Nona menanyakan hal itu?" tanya Rina penasaran,


"Aku ingin menikmati waktu bersama mu, bagaimana kalau kita jalan jalan besok?pasti akan menyenangkan" ajak Lily dengan mata berbinar binar,


"Eh?Kenapa tiba tiba Nona?saya tidak punya baju yang bagus untuk pergi" Rina merasa tidak enak ketika Lily mengajaknya karna dia berjata tidak ada pakaian yang cocok untuk pergi bersama Lily,


"Tidak apa apa! kita akan belanja sepuasnya!!" Lily terlalu bersemangat untuk jalan jalan besok pagi bersama Rina,


"Baiklah jika itu keinginan Nona,saya akan menurutinya" jawab Rina dengan senyum manis,


"Terimakasih banyak Rina!" Lily memeluk Rina erat karna senang Rina bisa pergi bersamanya setelah sekian lama,


"Sama sama Nona" Rina membalas pelukan Lily bagaikan adiknya sendiri,


'Aku tidak sabar esok!'


Bersambung...